4 Langkah Tepat Menyiapkan Pensiun Dini di Usia 40 Tahun

4 Langkah Tepat Menyiapkan Pensiun Dini di Usia 40 Tahun- investor pasif-investor aktif - investasi p2p lending koinworks- olahraga lari teman - anak - keluarga - olahraga - sehat - bahagia - 5 Gaya Hidup Hemat Biaya yang Bisa Meningkatkan Harapan Hidup Seseorang - Terapkan 6 Pola Pikir Atlet Berikut Ini Agar Sukses Finansial - 5 Jenis Olahraga Hemat Bagi Pecinta Gaya Hidup Sehat!- tips menjaga kesehatan tubuh- womanpreneur - melakukan ekspansi bisnis -risiko yang dihadapi pebisnis- Ini Risiko Investasi Obligasi yang Perlu Anda Ketahui!- 4 Cara Kekinian dalam Mengatur Finansial Anda- menabung-gaji - uang - sukses- mencatat pengeluaran-7 Keterampilan Uang Agar Kamu Bisa Pensiun Dini

4 Langkah Tepat Menyiapkan Pensiun Dini di Usia 40 Tahun – Ingin merasakan bebas dari tuntutan pekerjaan dan kesibukan harian, menjadi dambaan setiap orang di dunia ini. Dengan syarat, Anda tetap mendapatkan uang walaupun tidak bekerja.

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), lebih dari 132 juta penduduk Indonesia merupakan penduduk angkatan kerja. Menurut BPS juga, usia produktif seseorang ada di antara 15 tahun hingga 64 tahun, dan lebih dari 64 tahun seseorang tersebut sudah dianggap pensiun.

Sebelumnya, Anda perlu mengetahui bahwa adanya peraturan yang memuat tentang batas usia pensiun. Begini bunyi Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2015 Pasal 15 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Pensiun:

  1. Untuk pertama kali Usia Pensiun ditetapkan 56 tahun.
  2. Mulai 1 Januari 2019, Usia Pensiun sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menjadi 57 tahun.
  3. Usia Pensiun sebagaimana dimaksud pada ayat (2) selanjutnya bertambah 1 tahun untuk setiap 3 tahun berikutnya sampai mencapai Usia Pensiun 65 tahun.
  4. Pekerja telah memasuki Usia Pensiun tetapi yang bersangkutan tetap dipekerjakan, maka ia dapat memilih untuk menerima Manfaat Pensiun pada saat mencapai Usia Pensiun atau pada saat berhenti bekerja dengan ketentuan paling lama 3 tahun setelah Usia Pensiun.

Namun, bukan berarti Anda tidak diperbolehkan pensiun dini di usia 40 tahun. Semuanya tergantung keputusan Anda, hanya saja Peraturan Pemerintah di atas bisa Anda gunakan sebagai acuan mengenai batas maksimal pensiun yang berlaku di Indonesia.

Mulai banyak orang yang merencanakan pensiun karena berbagai alasan, seperti kesehatan menurun karena lokasi kantor yang jauh, kehilangan selera untuk bekerja di bawah naungan perusahaan, ingin menghabiskan waktu bersama anak dan cucu, serta alasan-alasan lainnya.

Hal itulah yang mungkin membuat para pekerja memutuskan untuk pensiun dini.

Nah, bagi Anda yang ingin menikmati kebebasan finansial di hari tua lebih awal, bisa kok. Namun, Anda harus terlebih dahulu mempersiapkan lebih dalam tentang bagaimana langkah yang tepat untuk pensiun dini.

Langkah-langkah berikut ini perlu Anda lakukan agar tidak terjebak kegagalan finansial saat Anda berada di masa pensiun.


4 Langkah Tepat Menyiapkan Pensiun Dini di Usia 40 Tahun

Tentukan Target Pensiun Dini

Tentukan Target Pensiun Dini

Hal pertama yang bisa Anda lakukan yaitu menentukan target usia untuk pensiun dini. Ketika Anda sudah mengetahui di usia berapa Anda akan pensiun, maka akan lebih mudah bagi Anda untuk memperkirakan jumlah uang yang akan Anda tabung.

Dengan begitu, Anda bisa mulai memutuskan, akan menyisihkan uang berapa setiap bulannya demi mencapai kesuksesan finansial di hari tua Anda.

Katakan saja, Anda akan pensiun di usia 40 tahun. Sementara saat ini, usia Anda sudah menginjak 25 tahun. Maka, Anda memiliki sisa waktu 15 tahun menuju pensiun dini.

Anda bisa gunakan pembagian 50-30-20, di mana Anda akan sisihkan 20% pendapatan Anda untuk ditabung. Jika penghasilan Anda sebesar Rp25 juta setiap bulan, maka uang yang harus Anda tabung sebesar Rp5 juta per bulannya.

Dalam 1 tahun, Anda berhasil mengantongi dana sebesar Rp60 juta. Kemudian, jika dikalikan 15 tahun menuju pensiun, akan ada Rp900 juta di tabungan Anda.

Sayangnya, tidak semudah itu. Harus diingat bahwa besaran Rp5 juta saat ini tidak sama nilainya di 30 tahun mendatang.

Bisa dibilang faktor inflasi yang menyebabkan nominal tersebut bisa berbeda value. Oleh karena itu, Anda harus punya perkiraan nilai Rp5 juta pada 30 tahun mendatang.

Berdasarkan ketentuan pemerintah yang berlaku, rata-rata kenaikan inflasi per tahunnya 4-5 persen. Anda bisa mencoba menghitung melalui formula seperti berikut:

in depth artikel

Dengan begini, Rp5 juta/bulan yang Anda miliki saat ini akan menjadi Rp21.600.000/bulan pada saat 30 tahun mendatang.


Siapkan Dana Darurat

Memiliki Dana Darurat

Pastikan Anda menyiapkan dana untuk kebutuhan darurat di masa mendatang. Mulai dari keperluan anak (jika Anda masih memiliki tanggungan anak), hingga keperluan tidak terduga lainnya.

Mengikuti aturan 50-30-20, Anda perlu menyisihkan 50% dari pendapatan bersih Anda untuk memenuhi segala kebutuhan Anda, baik itu kebutuhan pribadi maupun rumah tangga Anda.

Sisihkan setidaknya 10% untuk simpanan dana darurat Anda setiap bulannya dan 40% sisanya bisa Anda gunakan untuk membayar berbagai keperluan rumah tangga sesuai jumlah tanggungan yang ada.

Anda juga perlu mengurus berbagai asuransi seperti asuransi jiwa, asuransi kesehatan, asuransi kendaraan, dan jenis asuransi lainnya yang kira-kira akan Anda butuhkan selama Anda hidup.

Pengurusan asuransi jiwa dan asuransi kesehatan seperti BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan) dari Pemerintah biasanya ditangani oleh perusahaan tempat Anda bekerja, di mana cicilannya akan dipotong dari penghasilan Anda setiap bulan.

Untuk jenis asuransi tambahan lainnya, Anda bisa mulai mempertimbangkan beberapa hal sebelum memilikinya. Sesuaikan saja dengan kebutuhan dan anggaran yang pas untuk Anda, jangan sampai malah memperburuk situasi dan kondisi finansial Anda.

Lalu, kenapa harus memiliki asuransi? Apa tidak cukup menggunakan dana darurat saja?

Dengan adanya asuransi-asuransi tersebut, Anda bisa meminimalisir dampak finansial dan meringankan beban finansial Anda. Sehingga Anda tidak perlu khawatir akan kekurangan dana saat Anda benar-benar membutuhkannya.

Anda bisa menggunakan dana darurat yang telah Anda simpan untuk keperluan yang benar-benar mendesak di hidup Anda.


Lunasi Utang dan Cicilan

Lunasi Utang dan Cicilan

Anda pasti tidak ingin merasakan beban utang di masa pensiun ‘kan? Oleh karena itu, mulai saat ini, hitung sisa cicilan dan utang yang harus Anda bayarkan di sisa waktu Anda menuju pensiun yaitu di usia 40 tahun.

Entah itu cicilan rumah atau mobil, hendaknya Anda sesuaikan persentasenya dengan pendapatan dan sisa waktu Anda sebelum pensiun.

Kembali pada aturan finansial 50-30-20. Anda bisa menyisihkan 5% sampai 10% persen dari 50% biaya kebutuhan Anda dalam sebulan untuk membayar utang dan cicilan.

Atau jika memungkinkan, kurangi dan batasi pengeluaran untuk memenuhi keinginan (wants) Anda, lalu alokasikan sebagian dana dari 30% biaya keinginan Anda untuk membayar utang.

Tipsnya, agar Anda tidak lupa membayar kewajiban Anda membayar cicilan dan utang, hendaknya Anda menyisihkannya di awal yaitu tepat setelah Anda menerima gaji bulanan. Dengan begitu, beban utang Anda tidak telalu berat Anda rasakan.

Sebisa mungkin, selesaikan sebelum Anda berada di masa pensiun agar Anda bisa lebih santai menikmati pensiun dini Anda.


Mulai Investasi Jangka Panjang

Mulai Investasi Jangka Panjang

Jika Anda masih merasa khawatir tabungan Anda tidak dapat mencukupi untuk kebutuhan pensiun, Anda bisa coba mendirikan bisnis untuk berinvestasi. Jenis investasi jangka panjang ini sangat cocok bagi Anda yang ingin pensiun dini di usia 40 tahun.

Bisnis merupakan peluang mumpuni untuk menambah tabungan pensiun Anda. Bahkan keuntungan Anda akan berlipat apabila bisnis yang Anda jalani bisa berkembang dengan baik.

Mulai sekarang, coba pikirkan bisnis apa yang ingin Anda jalani. Tidak masalah jika itu usaha di bidang kuliner, atau di bidang jasa transportasi.

Pada intinya, jika Anda menekuninya dengan baik maka bisnis Anda mampu bertahan dalam jangka waktu yang sangat lama.

Selain investasi lewat bisnis, Anda juga bisa investasi melalui perusahaan fintech, seperti peer-to-peer lending. Investasi ini juga bisa menghasilkan banyak keuntungan bila Anda menekuninya dengan serius.

Sudah banyak media pendanaan yang bisa Anda pilih, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Bahkan di antaranya ada yang mengizinkan Anda berinvestasi Rp100.000 dengan tingkat risiko yang bervariasi.

Semakin tinggi risiko yang Anda ambil, maka semakin besar imbal hasil yang akan Anda dapatkan. Jumlah nominal juga akan mempengaruhi keuntungan investasi Anda.

Selain mampu menjamin hari tua di masa pensiun, Anda juga turut berkontribusi untuk meningkatkan perekonomian nasional. Jadi, tidak hanya Anda yang untung, negara Indonesia juga menerima manfaat dari investasi yang Anda lakukan.

Memang, menabung memberikan dampak positif dan membantu mencapai tujuan keuangan Anda. Tetapi investasi bisa lebih menguntungkan, tergantung instrumen investasi yang Anda pilih.

Mengapa investasi bisa memberikan keuntungan lebih? rata-rata bunga tabungan sekitar 4-5% per tahun, Namun jika berinvestasi, Anda bisa mendapatkan bunga lebih dari tabungan.

Seperti contoh:

Future Value: Rp 10.697.590.246

Total Dana yang Diinvestasikan: Rp 1.083.000.000

Total Bunga yang Didapat: Rp 9.614.590.246

Hasil yang besar, bukan?

Setelah melihat penjelasan mengenai beberapa jenis dana pensiun, apakah Anda sudah menemukan instrument yang tepat?

Kemudian, sampai kapan Anda harus mempersiapkannya? Jawabannya adalah sampai mendekati masa pensiun Anda.

Karena semakin banyak dana yang Anda kumpulkan akan semakin baik.

Itulah beberapa langkah tepat yang dapat dilakukan agar finansial Anda berjalan dengan baik saat Anda pensiun dini di usia 40 tahun.

Semoga bermanfaat! Selamat mencoba!


Nimas Des Aristanti
Take a chance and never stop swimming. I'm here with my goals.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar

Langganan via Email​

Dapatkan Tips dan Berita Keuangan Gratis di Inbox Anda​

Super Financial App yang
membawamu #MelangkahLebih