5 Cara Menggunakan Gestur Tangan Saat Sedang Presentasi, Ini Cara Memulainya! – Sebagai seorang pemimpin memberikan presentasi kepada anggota tim dan bawahan merupakan pekerjaan yang pasti Anda lakukan.

Saat sedang melakukan presentasi, Anda harus sadar dengan para audiens dan menilai tingkat ketertarikan mereka. Jika mereka terlihat bosan, maka inilah saatnya untuk menyesuaikan diri agar bisa menarik perhatian mereka kembali.

Hal di atas penting dilakukan agar membuat para audiens terlibat dan tetap tertarik dengan apa yang sedang dikatakan.

Gerakan tangan yang tepat adalah salah satu cara ampuh yang bisa Anda lakukan untuk menjaga perhatian para pendengar, yang mana isyarat yang efektif akan sangat membantu Anda menyampaikan ide-ide dengan lebih jelas.

Pada kesempatan kali ini, kami akan mencoba menjelaskan kepada Anda tentang 5 cara menggunakan gestur tangan saat sedang presentasi.

5 Cara Menggunakan Gestur Tangan Saat Sedang Presentasi

1Telapak Tangan yang Terbuka dan Berada di Depan Dada

Perhatikan jeda saat berbicara presentasi yang baik - Merasa Diri Istimewa adalah Hal yang Berbahaya! Jangan Pernah Berpikir Seperti Ini - 6 Tips Sebelum Memulai Pidato di Hadapan Banyak Orang - seminar

Gestur tangan seperti ini menunjukkan bahwa Anda adalah orang yang terbuka dan jujur dalam menyampaikan pesan dan ide.

Gerakan tangan seperti ini akan mengundang audiens dan membuat mereka merasa lebih nyaman.

Hal di atas sejalan dengan penelitian yang menemukan bahwa dosen yang menggunakan gerakan telapak tangan menerima 84% umpan balik yang positif dibandingkan mereka yang tidak menggunakan gerakan telapak tangan seperti ini.


2Menyatukan Ujung Jari Kedua Tangan Menjadi Satu

6 Tips Agar Anda Bisa Memberikan Presentasi Secara Profesional (5)

Gerakan tangan seperti ini seringkali digunakan oleh Steve Jobs saat ia sedang melakukan presentasi untuk menyampaikan keyakinan dan kebijaksanaan.

Baca juga: Sukses dalam Pekerjaan dengan 5 Hard Skills Ini

Gerakan tangan ini berbeda dengan memeras kedua tangan, dimana gerakan ini akan muncul saat seseorang merasa gelisah dan gugup.

Menyatukan ujung kedua jari tangan bisa dilakukan saat Anda sedang berpikir atau sedang beralih topik pembicaraan.


3Menggunakan Isyarat OK

perempuan-investasi-berhati-hati-risiko

Gerakan tangan ini dilakukan dengan mempertemukan ujung jari telunjuk dengan ujung jempol yang Anda miliki.

Sebuah survey pernah dilakukan kepada para audiens untuk mengetahui gerakan tangan yang disukai.

Mereka mengungkapkan bahwa seseorang yang menggunakan gerakan tangan OK terlihat seperti orang yang berpikir, memiliki orientasi pada tujuan, dan terfokus.

Di sisi lain, seseorang yang menggunakan gerakan tangan menunjuk ke arah penonton terlihat sebagai orang yang agresif, suka berperang, dan kasar.

Hal seperti ini tentu saja sangat mengganggu dan membuat mereka kurang memperhatikan pidato yang disampaikan.


4Jangan Pernah Meletakkan Tangan di Pinggul atau di Belakang Punggung

5 Cara Menggunakan Gestur Tangan Saat Sedang Presentasi, Ini Cara Memulainya! - 6 Kesalahan Saat Presentasi di Depan Pimpinan

Saat Anda meletakkan tangan di pinggul, maka para audiens akan melihat gerakan tersebut seperti orang yang akan memarahi.

Gerakan ini akan membuat Anda terlihat kurang profesional dan audiens merasa Anda mencoba untuk mendiktekan daripada memberikan mereka bimbingan.

Baca juga: Inilah 5 Alasan Mengapa Kamu Harus Terus Belajar lewat Pendidikan Formal mau pun Informal!

Begitu juga saat Anda menempatkan tangan di belakang punggung yang akan membuat Anda terlihat canggung dan serius.

Hal di atas menunjukkan bahwa gerakan tangan merupakan sebuah cara yang bisa Anda lakukan untuk mengkomunikasikan pesan agar lebih efektif dan membuat audiens terlibat dalam pembicaraan.


5Posisikan Tangan Seperti Akan Berjabat Tangan Saat Sedang Berbicara

4 Tips Membantu Anda Menjadi Pembicara Luar Biasa

Saat Anda menggunakan gerakan tangan ini, maka Anda akan benar-benar bisa menjangkau para audiens.

Hal ini bisa terjadi karena Anda memiliki perhatian penuh terhadap audiens dan membuat Anda jauh lebih mudah untuk membujuk mereka.

Gerakan tangan seperti ini bisa dilakukan untuk melibatkan audiens dan dengan sopan menunjukkan otoritas yang dimiliki.

Dari penjelasan di atas dapat dipahami bahwa pidato yang baik saja tidaklah cukup. Anda membutuhkan gerakan tangan yang efektif untuk menyampaikan maksud kepada orang lain yang mendengarkan.

Menerapkan 5 tips dan gerakan tangan di atas memungkinkan Anda untuk menjadi seorang pembicara yang jauh lebih baik dari sebelumnya.

Baca juga: 4 Cara Belajar Cerdas dan Menjadi Seorang Pembelajar Cepat, Mau Mencobanya?

Jika Anda merasa tips di atas masih kurang dan membutuhkan lebih banyak pengetahuan tentang ilmu public speaking, solusinya adalah bisa dengan mengikuti pelatihan atau pendidikan non-formal.

Pelatihan dan pendidikan public speaking memang membutuhkan biaya yang tidak sedikit dan bisa memberatkan keuangan jika Anda tidak mempersiapkannya dari awal.

Namun, Anda tidak perlu khawatir dengan masalah tersebut, sebab saat ini telah ada solusi pinjaman dana pendidikan yang ditawarkan oleh KoinPintar.

KoinPintar menawarkan solusi pinjaman dana pendidikan formal dan non-formal dengan suku bunga rendah yaitu mulai dari 0,75% per bulan atau sekitar 9% per tahun.

Suku bunga yang jauh lebih rendah daripada suku bunga yang ditawarkan oleh lembaga keuangan yang lainnya.

Tidak hanya itu saja, pinjaman yang telah Anda ambil bisa dicicil sampai dengan 12 bulan ke depan. Cara seperti ini tentu saja jauh lebih ringan daripada harus membayar biaya pendidikan secara langsung di muka.

Kemudahan di atas bisa terjadi karena tujuan utama dari KoinPintar adalah membantu seluruh masyarakat Indonesia mendapatkan pendidikan dan keterampilan yang berkualitas tanpa perlu khawatir dengan biaya pendidikan yang mahal dan memberatkan.


Simulasi Pinjaman Dana Pendidikan
Pendidikan Formal
Pendidikan Non-Formal

Tersedia di:  

Mulai perjalanan finansialmu, dengan caramu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.