Home Bisnis Opportunity Cost: Definisi & Kegunaannya Dalam Berbisnis

Opportunity Cost: Definisi & Kegunaannya Dalam Berbisnis

Opportunity Cost: Definisi & Kegunaannya Dalam Berbisnis – Dalam hidup, pernahkah kamu dihadapkan dengan situasi di mana kamu harus memilih satu dari dua pilihan yang ada?

Sebagai contoh, kamu hanya memiliki uang Rp25,000, namun kamu dihadapi oleh pilihan membeli boba drink atau nasi ayam bakar. Uang yang kamu miliki terbatas, sehingga kamu harus memilih salah satu.

Akhirnya, kamu memilih untuk membeli nasi ayam bakar, dan kehilangan kesempatan untuk meminum boba drink.

Itulah contoh dari biaya peluang atau Opportunity Cost yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

Tapi, bagaimana jika biaya ini diterapkan dalam berbisnis?

Memang, di dalam laporan keuangan bisnismu, kamu tidak akan menemukan biaya peluang. Namun, sebagai pebisnis tentu kamu sering dihadapi dengan banyak pilihan.

Nah, hal ini bisa membantumu mengambil keputusan yang lebih tepat dan bijak, sehingga kamu mampu meminimalisir risiko dan juga menentukan prioritas.


Apa itu Opportunity Cost?

opportunity cost adalah - biaya peluang

Opportunity Cost atau biaya peluang adalah biaya yang timbul akibat hilangnya kesempatan dari pemenuhan suatu kebutuhan lain. Secara konsep ekonomi, pelaku akan merelakan satu kesempatan untuk mengambil kesempatan lain, dengan menggunakan biaya tertentu.

Biasanya biaya ini muncul karena adanya sumber-sumber daya ekonomi yang terbatas, sehingga memaksa manusia untuk memilih hal sesuai kebutuhannya.

Baca Juga: Bisnis Semakin Efisien dengan Pareto Principle

Biaya di sini, tidak hanya berhubungan dengan uang atau materi yang riil. Tapi, bisa juga berupa waktu, kesenangan, keuntungan di masa depan dan faktor lainnya.


Cara Menghitung Biaya Peluang

Bagaimana KoinWorks Memperhitungkannya? - opportunity cost - biaya peluang

Biaya Peluang: FO – CO
FO: Nilai peluang yang tidak dipilih
CO: Nilai peluang yang dipilih

Cara untuk menghitung biaya peluang atau opportunity cost hanyalah selisih antara pengembalian yang kamu harapkan dari setiap opsi.

Katakanlah, kamu memiliki opsi A, untuk mendanai di KoinP2P melalui KoinWorks, Super Financial App, dengan harapan dapat menghasilkan hasil imbal.

Opsi B adalah menginvestasikan kembali uang milikmu ke dalam bisnis, untuk membeli peralatan baru dengan harapan bahwa alat tersebut akan meningkatkan efisiensi produk, yang mengarah pada biaya operasional lebih rendah serta keuntungan lebih tinggi.

Asumsikan, imbal hasil yang kamu harapkan dari KoinP2P adalah 18% per tahun. Sedangkan, dengan alat produksi baru kamu mengharapkan bisnismu menghasilkan pengembalian sebesar 12% pada periode yang sama.

Biaya peluang ketika kamu memilih untuk membeli peralatan baru daripada mendanai adalah (18% – 12%), yang sama dengan 6%.

Dengan kata lain, jika kamu memilih untuk menginvestasikan kembali uang di bisnis ini, kamu harus merelakan peluang untuk mendapatkan pengembalian yang lebih tinggi.


Biaya Peluang dan Struktur Modal

Butuh Dana Tambahan? Yuk, Buka Usaha Tanpa Modal! - opportunity cost - biaya peluang

Sebelum membahas lebih dalam, ketahui dulu apa itu struktur modal.

Dalam dunia bisnis, struktur modal bisa diartikan sebagai perbandingan antara modal yang didapatkan dari utang jangka panjang maupun pendek, dengan modal sendiri seperti laba ditahan serta saham kepemilikan perusahaan.

Struktur modal melibatkan adanya pertukaran antara risiko dan pengembalian.

Adanya risiko lebih tinggi tinggi (dari utang) bisa menyebabkan saham perusahaan turun, tetapi ekspektasi adanya tingkat pengembalian lebih tinggi (modal bertambah) juga menaikkannya.

Hal ini menjadi penting, karena berkaitan langsung dengan finansial perusahaan. Jadi, pastikan struktur modal optimal, dengan adanya keseimbangan antara risiko dan pengembalian.

Baca Juga: Sumber Modal yang Tepat Untuk Bisnis Kamu: Dana Pribadi atau Investor?

Di sinilah Opportunity Cost memainkan peran peran krusial dalam menentukan sebuah struktur modal bisnis.

Misalnya, ketika kamu memutuskan untuk melakukan ekspansi bisnis dari meminjam dana hingga 2 miliar dengan bunga rendah mulai 0,75% di KoinBisnis dari KoinWorks, atau mendapatkan suntikan ekuitas dari investor.

Gunakan analisa biaya peluang untuk mengetahui apakah pertambahan modal tersebut adalah keputusan yang tepat.

Ketika meminjam suatu modal usaha, tentu kamu harus melakukan pembayaran pinjaman yang mana di satu sisi, dana pembayaran tersebut bisa saja digunakan untuk investasi untuk mendapatkan imbal hasil.

Sebagai pemilik bisnis, kamu harus memutuskan apakah ekspansi yang berasal dari  pinjaman ini akan menghasilkan keuntungan lebih besar daripada yang dapat dihasilkan melalui investasi.

Memang, opportunity cost atau biaya peluang adalah perhitungan yang berpandangan ke depan, aktual tingkat pengembalian hanya bisa diasumsikan.

Katakanlah mengambil poin kedua sebagai contoh, di mana perusahaan kehilangan kesempatan untuk memiliki peralatan produksi baru dan berinvestasi.

Jika perusahaan tersebut, melakukan investasi di pasar saham, lalu instrumen yang dipilih menurun nilainya, maka perusahaan bisa berakhir kehilangan uang daripada menikmati pengembalian yang diharapkan.

Maka dari itu, penting juga untuk membandingkan opsi-opsi investasi yang sekiranya risikonya sesuai dengan keadaan kamu.


Opportunity Cost vs. Sunk Cost
(Biaya Peluang vs Biaya Tertanam)

5 Bisnis Sampingan yang Bisa Hasilkan Cuan di Musim Hujan - opportunity cost - biaya peluang

Sekarang, kamu bertemu dengan istilah lainnya yaitu Sunk Cost.

Sunk Cost yang dalam bahasa Indonesia berarti Biaya Tertanam adalah, biaya yang sudah dikeluarkan di masa lalu, atau biaya-biaya yang sudah dikeluarkan tetapi tidak mempengaruhi dasar pengambilan keputusan, karena biaya ini tak akan kembali.

Sebagai contoh, kamu membeli alat produksi baru sebagai investasi dalam berbisnis, ternyata setalah digunakan selama 2 tahun, alat tersebut rusak, padahal ekspektasinya bisa digunakan hingga 4 tahun.

Biaya yang dikeluarkan saat membeli alat tersebut dulu adalah sunk cost, tidak bisa kembali dan kamu harus memperbaiki atau membeli alat baru.

Kalau digabungkan dengan biaya peluang, perbedaan dari keduanya adalah uang yang sudah dipakai dan potensi pengembalian yang diperoleh.

Katakanlah, jika kamu membeli alat produksi baru, namun ternyata hasilnya tidak sesuai ekspektasi, kesulitan keuangan bisa saja terjadi.

Maka dari itu, opportunity cost diperlukan agar keputusan yang kamu ambil tidak membawamu pada kerugian atau hangusnya modal yang sudah dileluarkan. Dalam hal ini, meminimalisir adanya sunk cost berlebih.

Itulah hal-hal yang bisa kamu ketahui tentang opportunity cost dan bagaimana kegunaannya dalam dunia bisnis.

Semoga dengan informasi ini, kamu sebagai pebisnis bisa lebih bijak dalam mengambil keputusan, dan akhirnya mampu mencapai tujuan keuangan seperti yang diinginkan.

Tetap semangat karena #SiapapunBisa! Semoga berhasil.

Referensi: 
Opportunity Cost
Biaya Peluang


Agar kami dapat memahami kebutuhan informasi Anda dengan baik dan menyediakan konten yang berkualitas serta informatif kepada setiap pembaca, mohon luangkan waktu untuk mengisi survei singkat berikut:

Isi Survei
.

Tersedia di:  

Mulai perjalanan finansialmu, dengan caramu.

Avatar
Firda Nur Asmita
As Firda enters her twenties, financial things become exciting stuff for her. Born with no golden steps on her shoes, make her sticks a big goal in life: financial freedom. So here it is, she's digging more and more knowledge to reach her goal. Then, share it with you through something she loves: words. P.S: If you find her nodding head behind the laptop, don't be surprised. She's just following the beats of music.

Simulasi Investasi

Hitung Efek Compounding Investasi Anda

Investasi Awal:
Investasi Bulanan:
Suku Bunga per Tahun (%):
Jangka Waktu (Tahun):



Total Investasi:
Future Value:
Bunga Keuntungan:

Artikel LainnyaMENARIK
Rekomendasi Bacaan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Tersedia di:  

Mulai perjalanan finansialmu, dengan caramu.