Home » Blog » Bisnis & UKM, Daily » Pengalaman Pebisnis Tas yang Bisa Jadi Pelajaran Berharga

Pengalaman Pebisnis Tas yang Bisa Jadi Pelajaran Berharga

·
4 menit
Pebisnis tas dan tas produksinya

Berbisnis tas kian hari kian menjanjikan.

Omzetnya tiap bulan bisa mencapai jutaan rupiah bahkan ratusan juta rupiah.

Tentu saja, membangun bisnis butuh modal secara finansial.

Tapi memiliki modal finansial saja tidak cukup.

Mempunyai pengalaman pebisnis tas sebelumnya juga mempengaruhi usaha yang akan dibangun tersebut.

Pengalaman dalam bisnis tas sebelum membangun bisnis tas sendiri menjadi sangat penting.

Tanpa hal itu, kamu akan merasa berat menjalankannya.

Seorang pebisnis tas perlu memiliki beberapa pengalaman dan mulai belajar kisah tokoh-tokoh pebisnis tas yang telah sukses di bidang ini.


Pentingya Memiliki Pengalaman Pebisnis Tas 

Memiliki pengalaman dalam sektor bisnis tas akan memudahkan kamu membangun bisnis mandiri.

Berikut ini adalah beberapa pengalaman yang akan berguna untuk usahamu:

1. Pengalaman Menjadi Reseller 

Jika kamu ingin memulai menjadi pengusaha tas yang baik, tetapi masih bingung dengan sistem dan juga pasar untuk menjualnya, cobalah untuk bekerja pada orang lain.

Kamu bisa mengikutkan diri sebagai reseller dari toko resmi.

Bergabung menjadi seorang reseller di toko resmi menjadi langkah awal yang baik dalam mempelajari cara berbisnis tas dan mengerti pangsa dari penjualan tas.

Kamu tidak akan merugi saat menjadi reseller tas.

Karena dengan menjadi reseller, kamu hanya perlu berusaha bermain promosi dan meningkatkan penjualan tas milik toko mitramu tersebut.

Otomatis tidak akan muncul kerugian di pihakmu.

Pengalaman untuk menjadi reseller toko resmi akan membuatmu mengerti kendala di lapangan.

Kamu juga bisa semakin mengenal jenis-jenis pembeli atau karakteristiknya

Melatih kepercayaan diri akan sangat cocok jika menggunakan jalan menjadi reseller.

Nantinya, kepercayaan diri dalam memulai dan menjalankan usaha tas secara mandiri bermula dari pembelajaran menjadi reseller toko tas resmi.

Yang penting dari pengalaman menjadi reseller adalah kamu bisa mendapatkan jaringan konsumen tas serta jaringan orang-orang yang mau menjual tas. Nantinya jaringan ini akan berguna untuk memperlancar usahamu.

2. Mengenal Seluk Beluk Tas

Jika ingin menjual suatu barang, tentunya kamu harus mengetahui seluk beluk dari barang tersebut.

Hal ini juga berlaku dalam bisnis tas.

Kebanyakan pebisnis tas yang sukses bermula dari seorang yang suka mengoleksi tas-tas itu sendiri.

Ada kisah dari seorang pebisnis tas branded bernama Maya, melansir Kompas.com.

Semua berawal dari dari kegeramannya  membeli tas-tas branded impor dari luar negeri.

Saat merasa bahwa semakin banyak kalangan yang suka membeli tas branded, dia banting setir dari bekerja kantoran menjadi wirausahawan.

Dia mampu mengembangkan uang modal senilai 50 juta hingga kini omzet usaha tasnya bisa mencapai 3 miliar rupiah dalam setahun.

Karena punya pengalaman suka terhadap tas tersebut, pastinya kamu bisa jadi lebih tahu luar dan dalam mengenai tas, termasuk model tas mana yang bisa potensial untuk dijual ke pasaran. Kamu juga bisa mengenal sasaran tas tersebut jika berkaca pada diri sendiri yang sudah menyukai tas sebelumnya.

3. Pengalaman Manajemen Bisnis

Membangun bisnis tas meski kecil sekali pun memerlukan manajemen yang baik dan benar.

Manajemen yang dimaksud adalah seputar mengelola pendapatan pengeluaran, pengaturan karyawan, dan juga profesionalitas diri dalam bekerja.

Pembelajaran manajemen bisnis bisa didapatkan dari mana saja.

Sekarang ini, mencari pengalaman belajar manajemen bisnis bisa dari pelatihan-pelatihan.

Kamu bisa mendapatkannya dari bangku kuliah, juga bisa mendapatkannya dari webinar atau bahkan channel Youtube secara gratis.

Banyak juga buku-buku manajemen yang dijual bebas.

Dari buku itu kamu bisa mendapatkan pengetahuan dan teori mengenai manajemen bisnis tas yang baik.

Termasuk juga mendapatkannya dari metode learning by doing atau belajar dari melakukannya langsung.

Kamu yang punya pengalaman ikut mengelola bisnis tas dari saudara, orang tua, atau dari kawan bisa cenderung banyak mengetahui cara manajemen bisnis tas.


Pengalaman Pebisnis Tas Inspiratif

Selain memiliki pengalaman pribadi dalam bisnis tas, kamu juga perlu bercermin dari pengalaman orang lain yang telah sukses.

Dengan mempelajari kisah-kisah mereka, kamu bisa tahu caranya melangkah di bisnis tas.

Wahyu Adji Setiawan, Menjadi Pebisnis Tas Sukses Setelah Gagal Mendapatkan Kerja

Kisah pertama datang dari Wahyu Adji Setiawan atau lebih akrab dipanggil Wahyu.

Saat kuliah, dia ingin sekali memiliki uang tambahan.

Ketika mencoba melamar kerja sambilan ke beberapa tempat, ia tidak diterima.

Akhirnya, dia memulai sebuah usaha tas dengan modal Rp5 juta.

Saat berkuliah, ditantang oleh dosennya untuk membuat 400 buah tas seminar dan berhasil.

Setelah lulus kuliah, dia mulai menekuni bisnis tas ini.

Membangun bisnis tas bagi Wahyu tidak sepenuhnya berjalan mulus.

Dia pernah didera kerugian besar saat mencoba mengimpor tas hasil buatannya ke Singapura. 

Namun, dia digugat oleh perusahaan tas asal Spanyol yang ternyata memiliki nama brand yang sama.

Akhirnya, dia harus membayarkan sejumlah denda dan menarik barangnya dari konsumen.

Kini dengan merk “Evrawood” Wahyu bisa menjadi pebisnis tas sukses yang bisa menghasilkan omzet hingga miliaran rupiah.  

Stefi, Pemilik Jims Honey

Kisah Stefi pemilik dari brand tas Jims Honey menjadi salah satu cerita yang patut kamu teladani.

Bermula dari sakitnya sang ayah, Stefi bertekad untuk bisa membantu perekonomian keluarga.

Setelah mencoba beberapa bentuk barang, seperti baju akhirnya Stefi memilih untuk menjual tas.

Salah satu pertimbangannya karena tas tidak perlu memikirkan ukurannya.

Pertama kali memulai bisnis tas, dia menjual barang-barang dari China yang tidak ber-brand.

Pada awal penjualan, semua barang sangat susah untuk laku.

Stefi memutar otak untuk merambah pasar teman-teman sesama mahasiswa dan memakai jasa artis-artis kecil, hingga akhirnya mulai berkembang.

Baru pada tahun 2015 dia memberanikan diri membuat brand Jims Honey.

Kini omset perbulan yang dapat dia peroleh sekitar Rp1 miliar.

Dia juga telah bisa membiayai kuliahnya di jenjang S2.

Stefi kini menampung banyak reseller dari seluruh Indonesia.

Reseller yang bergabung dengannya mencapai 500 orang.  

Ia mengaku bahwa modal pertama yang dimilikinya hanya uang senilai Rp2,5 juta.

Dia mengatakan, semua karena nekad atau “the power of kepepet”.


Siap Menjelajah Pengalaman Pebisnis Tas Lebih Dalam?

Setelah membaca penjelasan di atas, sepertinya kamu telah lebih mengetahui beberapa hal mengenai modal pengalaman yang perlu dimiliki oleh seorang pebisnis tas. 

Jika dua tokoh yang telah diceritakan disini bermulai dari keinginan kuat untuk menjadi sukses karena kondisi ekonomi yang buruk, maka kamu tidak perlu menunggu kondisi itu untuk memulainya.

Kamu bisa mulai ketika memang kondisi ekonomi sedang baik.

Pengalaman pebisnis tas yang ada di dalam sini bisa jadi acuan untuk langkah awal yang bisa kamu ikuti. 

Kenali terlebih dahulu prospek dan medan dari bisnis tas, kebutuhan konsumen, dan kamu bisa memadukannya dengan daya kreativitas yang dimiliki.

Selamat mencoba dan menciptakan pengalaman barumu sendiri!

Friska
Ketika banyak orang membutuhkan panduan dalam menyelesaikan masalah keuangan yang mereka hadapi, mereka sering mengalami kesulitan dalam mencari sumber/ saran terbaik. Karena itulah tulisan melalui artikel adalah hal yang menjadi passion bagiku karena akan membantu banyak orang yang mengalami kesulitan-kesulitan tersebut.

Langganan via Email​

Dapatkan Tips dan Berita Keuangan Gratis di Inbox Anda​