Home » Blog » Investasi & Keuangan Pribadi » Biar Tidak Bingung, Apa Sebenarnya Pengaruh Peningkatan Inflasi Terhadap Uang?

Biar Tidak Bingung, Apa Sebenarnya Pengaruh Peningkatan Inflasi Terhadap Uang?

·
3 menit
Pengaruh Inflasi

Inflasi menjadi salah satu topik yang paling sering dibicarakan akhir-akhir ini.

Laju ekonomi Indonesia memang sempat mengalami keterpurukan akibat pandemi Covid-19, dan meskipun Indonesia sedang dalam upaya untuk bangkit namun nyatanya ketakutan terkait kondisi ekonomi masih menghantui.

Dilansir dari BBC News, Indonesia telah mengalami inflasi tertinggi selama periode 7 tahun terakhir, dan hal ini tentunya mendatangkan kekhawatiran terhadap pandangan ekonomi ke depan.

Sebagai sebuah indikator untuk melihat tingkat perubahan, inflasi terjadi jika proses kenaikan harga berlangsung secara terus-menerus dan saling memengaruhi.

Angka inflasi mencoba untuk mencerminkan pola pengeluaran kehidupan nyata dan meningkat atau menurunnya biaya.

Angka inflasi yang meningkat berarti biaya hidup semakin mahal. Namun inflasi yang lebih tinggi diharapkan bisa diimbangi oleh kenaikan upah, artinya nilai uang kita juga harus meninggi semakin jauh dari sebelumnya.


Pengaruh Peningkatan Inflasi Terhadap Uang

Hanya saja, ada satu hal yang sangat terpengaruh oleh kenaikan angka inflasi, yakni tabungan.

Bila suku bunga di tabungan kita lebih rendah ketimbang tingkat inflasi, maka nilai uang kita mengalami penurunan.

Itu sama saja artinya dengan kehilangan uang. Tingkat inflasi yang meninggi seturut waktu akan menguras nilai uang yang kamu miliki.

Dan saat ini sangat jarang ada lembaga perbankan tradisional yang menawarkan suku bunga yang mampu mengalahkan tingkat inflasi.

Jadi, bila tidak ingin nilai uang kamu lama-kelamaan menyusut, kamu harus mencari solusinya, dan itu artinya kamu juga harus bisa mencari tingkat pengembalian yang lebih baik.

Apakah kenaikan inflasi memperkuat argumen untuk berinvestasi dalam platform peer-to-peer lending? Tentu saja! Dan kenaikan tingkat inflasi juga memperkuat argumen bahwa lebih baik berinvestasi di pasar saham karena tingkat pengembaliannya bahkan bisa lebih tinggi lagi.

Hanya saja, investasi saham bukan untuk semua orang. Belum lagi menyoal timing. Bila salah sedikit saja, investor bisa saja menanggung kerugian yang sangat besar.

Intinya bisa disimpulkan seperti ini: meski inflasi merupakan kekhawatiran bagi mereka yang menabung, rasa takut akan kerugian tentu jauh lebih besar.

Tentu tidak masuk akal untuk mengalihkan semua tabungan kamu ke lembaga keuangan dengan bunga rendah atau pun menginvestasikannya ke instrumen dengan tingkat risiko yang tinggi.

Kuncinya adalah dengan membuatnya seimbang, maka harus dicari bagaimana ia bisa menjadi seimbang.


Menyeimbangkan Keuangan Demi Meredam Pengaruh Inflasi Terhadap Keuangan

Salah satu metode yang bisa kamu implementasikan untuk menyeimbangkannya sekaligus meredam pengaruh peningkatan inflasi terhadap uang kamu adalah seperti ini:

  1. Pertahankan tabungan, dalam artian tetaplah menabung. Hanya saja, cobalah cari lembaga keuangan yang menawarkan bunga rata-rata yang lebih tinggi dari yang lain.
  2. Depositokan sejumlah uang dalam jangka waktu tertentu. Upayakan agar uang tersebut tidak dibutuhkan dalam kurun waktu sesuai jangka deposito karena tidak bisa ditarik hingga jangka waktunya terpenuhi.
  3. Kumpulkan dana darurat dan simpan di bank agar sewaktu-waktu bisa digunakan.
  4. Jadikan peer to peer lending sebagai sasaran lain di mana kamu bisa mengalokasikan sejumlah uang yang belum kamu perlukan dalam waktu dekat dan membuat nilainya berpotensi tumbuh lebih tinggi lagi.
  5. Dan bila kamu siap untuk risiko yang lebih tinggi, investasikanlah sejumlah uang ke pasar saham, paling tidak dalam kurun waktu 5 tahun. Meski saham umumnya mengandung tingkat risiko yang tinggi, keuntungan yang mampu dihasilkannya bahka bisa lebih tinggi dari kebanyakan instrumen investasi.

Dengan begitu, keuangan kamu bisa menjadi lebih seimbang dan bisa lebih tahan banting terhadap peningkatan inflasi.

Jika kamu belum pernah melakukan investasi, maka kamu bisa mulai dari melakukan pendanaan di peer-to-peer lending dari KoinWorks yang juga disebut sebagai KoinP2P.

Tidak perlu langsung dengan nominal besar, karena hanya dengan Rp.100 ribu kamu sudah bisa mulai mendanai di KoinP2P.

Jangan simpan uang kamu begitu saja dan cobalah untuk membuat uang tersebut berkembang melalui instrumen investasi yang kamu percayai.

Mulai Jadi Pendana KoinP2P

Simulasi Pendanaan KoinWorks
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
Ketahui profil risiko investasi Anda
Profil Risiko

Berdasarkan hasil profiling kami, maka risiko investasi yang cocok untuk Anda adalah dengan imbal hasil hingga .

Jumlah dan Jangka Waktu Investasi

Masukkan jumlah dan jangka waktu pendanaan untuk mensimulasikan diversifikasi dan imbal hasil yang akan kamu dapat.

Rp ,00
Rp ,00
Perkenalkan diri Anda

Kami akan memberikan informasi mengenai promo KoinWorks setiap bulannya ke email Anda.

+62
Rekomendasi Diversifikasi

Dengan modal awal Rp dan tambahan Rp tiap bulan, maka rekomendasi diversifikasimu adalah sebagai berikut:

Dana awal:
Tiap bulan:
Dana awal:
Tiap bulan:
Dana awal:
Tiap bulan:
Dana awal:
Tiap bulan:
Dana awal:
Tiap bulan:
Dana awal:
Tiap bulan:
Dana awal:
Tiap bulan:
Dana awal:
Tiap bulan:

Dengan imbal hasil sebesar per tahun, setelah tahun maka perkiraan pengembalian uangmu adalah sebagai berikut

Rp,-

Mulai Mendanai

Mulai lakukan pendanaan di aplikasi KoinWorks sekarang dan dapatkan gratis KOIN (dana percobaan) sebesar Rp350.000,- untuk Anda gunakan di KoinP2P

Install Aplikasi KoinWorks
Gina Valerina
Beware of little expenses, a small leak will sink a great ship - Benjamin Franklin

Langganan via Email​

Dapatkan Tips dan Berita Keuangan Gratis di Inbox Anda​