Home » Blog » Bisnis & UKM, Daily, Gaya Hidup » Perbedaan Skincare dan Make Up serta Strategi Penjualannya

Perbedaan Skincare dan Make Up serta Strategi Penjualannya

·
3 menit
Skin care dan make up berbeda meski sama-sama untuk kebutuhan kulit wajah.

Skincare dan make up merupakan dua bisnis yang masuk dalam kategori yang sama yaitu kategori kecantikan.

Akan tetapi, meski masuk dalam kategori yang sama, keduanya membutuhkan pendekatan marketing yang berbeda. 


Pentingnya pendekatan marketing dalam sebuah bisnis 

Pendekatan marketing merupakan salah satu aspek paling penting saat kamu ingin memasarkan dan memperkenalkan produk kamu pada konsumen.

Akan tetapi dalam penyusunannya, sebuah pendekatan marketing tidak boleh disusun secara sembarangan.

Mengenal target pasar dan produk yang akan dipasarkan sangat penting. 

Begitu juga jika kamu ingin memasarkan produk kecantikan kamu.

Kamu harus mengetahui seluk beluk produk kamu terlebih dahulu, termasuk perbedaan  produk kecantikan skincare dan make up. 

Mengetahui perbedaannya akan lebih memudahkan kamu dalam hal penyusunan pendekatan marketing produk kamu.

Lalu apa perbedaan antara kedua produk ini?

Berikut ini adalah ulasannya. 


  • Fokus manfaat

Produk skincare merupakan produk yang fokusnya untuk menjaga, merawat, ataupun memperbaiki kondisi kulit.

Artinya, jika kamu memiliki masalah kulit seperti kulit berjerawat, maka kamu harus menggunakan skin care untuk merawat kondisi kulitmu.

Ketika seseorang menggunakan skin care, lambat laun ia akan mendapatkan manfaat dari penggunaan produk skin care ini.

Misalnya kulit yang berjerawat jadi lebih sehat, kulit yang berminyak menjadi kulit normal dan masih banyak lagi yang lainnya. 

Beda dengan produk make up.

Produk make up adalah sebuah produk yang fokusnya adalah untuk menutupi kekurangan.

Jika kamu menggunakan produk make up, kamu tidak akan mendapatkan manfaat secara permanen. 

Mungkin kamu akan mendapatkan pori kulit yang lebih kecil saat menggunakan make up.

Sayangnya, setelah make up dihapus, kamu akan mendapati kulit kamu kembali seperti sedia kala.

Artinya, hasil skincare lebih permanen dibandingkan dengan hasil aplikasi make up.


 

  • Kecepatan efek penggunaan 

Seperti disebutkan sebelumnya, ketika kamu menggunakan produk skincare kamu mungkin akan membutuhkan waktu untuk mendapatkan hasilnya.

Hal ini disebabkan karena menggunakan skincare artinya kamu menggunakan produk untuk merawat kulit kamu. 

Perbaikan ini tidak mungkin terjadi dalam waktu yang singkat.

Hal ini adalah pembeda kedua antara produk make up dan juga produk skincare.

Saat kamu mengaplikasikan make up, konsumen bisa mendapatkan manfaat make up secara instan.

Ya, memang tidak butuh waktu lama bagi kamu untuk mendapatkan hasil kulit yang lebih mulus jika menggunakan make up. 

Oleh karena itu, pastikan kamu membuat iklan kamu berdasarkan efek penggunaan produk ini.

Hal ini akan membantu kamu menyampaikan manfaat dan hasil dari produk kamu dengan lebih mudah dan lebih tepat sasaran. 


  • Target pasar 

Sesungguhnya, kamu bisa menyasar siapa saja saat memasarkan produk.

Akan tetapi memasarkan produk dengan target yang tepat memang lebih menguntungkan. 

Ketika kamu akan membuat iklan untuk produk skincare kamu, kamu harus fokus pada kulit-kulit yang bermasalah.

Jadi target utama pasar dari bisnis skincare adalah orang-orang yang memiliki masalah pada kulit mereka.

Mulai dari masalah kulit berminyak, kering, jerawat hingga masalah penuaan.

Inilah yang harus kamu gunakan sebagai acuan saat membuat iklan untuk pemasaran.

Lalu bagaimana dengan target pasar untuk make up?

Perlu kamu tahu, bahwa pangsa pasar make up memang lebih luas jika dibandingkan dengan skin care.

Ketika kamu membuat produk make up, kamu bisa menyasar siapa saja sebagai pangsa pasar kamu. 

Make up umumnya bisa digunakan untuk semua jenis kulit.

Akan tetapi jika kamu memang ingin membuat produk make up yang khusus, kamu juga bisa fokus pada pangsa pasar tersebut.

Jika kamu ingin menjual produk make up, akan lebih baik jika kamu menyasar usia produktif.

Usia ini adalah usia yang royal karena mereka masih menghasilkan uang untuk kebutuhan mereka.

Selain itu, usia ini pada umumnya belum memiliki beban sehingga mengincar pasar ini akan sangat menguntungkan untuk bisnis kamu. 


  • Hal yang diunggulkan dalam sebuah produk 

Satu lagi perbedaan antara skincare dan juga make up adalah mengenai hal yang diunggulkan dalam sebuah produk.

Sebuah skincare lebih mengutamakan hasil yang lebih signifikan.

Misalnya, skin care A dapat melembabkan, skincare B dapat mencerahkan kulit, dan lainnya. 

Beda halnya dengan produk make up.

Produk make up pada umumnya adalah produk yang mengutamakan hasil tahan lama atau tidak luntur ketika dikenakan di wajah.

Ya! Salah satu hal yang menjadi penilaian make up dari para influencer make up adalah mengenai daya tahannya. 

Sebuah make up yang memiliki daya tahan yang lama akan lebih banyak direkomendasikan dan juga dijadikan referensi saat pembelian make up.


  • Fokus marketing

Hal terakhir yang harus diperhatikan mengenai perbedaan skincare dan make up adalah mengenai kegiatan marketing yang dilakukan.

Umumnya, pemasaran skincare lebih banyak dilakukan dengan menilai bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan produk.

Misalnya, bakuchiol yang menggantikan retinol untuk mendapatkan hasil yang lebih sempurna pada kulit kamu. 

Lalu bagaimana dengan kegiatan marketing make up?

Seperti disebutkan sebelumnya, pemasaran produk make up lebih fokus pada daya tahan yang dimilikinya. 

Selain daya tahan, tren warna juga sangat berpengaruh pada pemasaran sebuah make up.

Meski ada banyak fokus marketing-nya, tapi nilai utama dari sebuah produk make up adalah daya tahannya.

Percuma bukan punya lipstik dengan warna yang cantik tapi akan hilang hanya karena kamu menggunakan masker? 


Hal-hal di atas hanya sedikit dari banyak perbedaan antara produk skin care dan juga make up.

Setelah tahu beberapa perbedaan di atas, pastikan kamu melakukan perencanaan pembuatan iklan dengan lebih baik lagi, ya!

Pastikan kamu tidak membuat pengiklanan yang salah untuk produk kamu.

Ini adalah sebuah modal kesuksesan untuk bisnis kamu.

Jangan lupa juga untuk selalu riset!

Karena riset adalah senjata dari sebuah bisnis dan marketing.

Reina
Menulis merupakan hobi yang sudah saya sukai sejak SMA, bergabung dengan berbagai komunitas penulis sejak 2015. Menjadikan tulisan sebagai media untuk berbagi informasi terhadap pembaca merupakan karya bagi saya, karena bisa memberikan kontribusi dalam pengembangan pribadi dan bisnis mereka.

Langganan via Email​

Dapatkan Tips dan Berita Keuangan Gratis di Inbox Anda​

Pinjaman bisnis sd 2M dapat CASHBACK GOPAY s/d Rp 9,9 Juta, Sikaaat