Tips Melakukan Proses Onboarding di Masa Pandemi

·
3 menit
proses onboarding adalah proses penting yang harus benar-benar diperhatikan setiap HRD atau pemilik perusahaan setiap kali merekrut karyawan baru

Fase terpenting bagi karyawan yang baru masuk perusahaan adalah proses onboarding.

Bahkan ya, menurut studi pada bidang Human Resources (HR), proses ini terbilang penting karena sekitar 20% karyawan biasanya memutuskan langsung keluar dari suatu perusahaan di proses onboarding.

Bisa dibilang, proses ini bisa menjadi first impression yang memberikan kesan baik kepada karyawan baru terhadap perusahaan.

Sayangnya, banyak perusahaan yang tak begitu memperdulikan proses ini.

Terlebih di keadaan pandemi seperti sekarang, yang menghambat adanya proses onboarding ini.

Tentu saja berbeda, proses onboarding sebelum dan sesudah pandemi.

Lalu, bagaimana proses onboarding yang bisa dilakukan perusahaan di masa pandemi seperti sekarang?

Yuk lihat caranya di bawah!


1. Bagaimana Seharusnya Proses Onboarding yang Tepat?

Proses ini bisa dibilang proses penyesuaian karyawan baru terhadap sebuah perusahaan.

Idealnya, proses ini bisa berlangsung selama kurang lebih dari 90 hari.

Nah, sekarang mari kita jabarkan dalam 90 hari tersebut sebaiknya apa saja yang harus dilakukan?

Hari 1-14

Masa ini adalah awal perkenalan karyawan dengan perusahaan.

Mulai dari kolega, pemimpin, hingga semua stakeholder perusahaan.

Di sini, kamu bisa memberikan kesempatan karyawan baru tersebut untuk menanyakan pertanyaan sebanyak-banyaknya.

Kenalkan juga mereka pada jobdesk atau tugasnya, dan berikan dahulu tugas-tugas yang relatif ringan untuk mereka terlebih dahulu.

Informasikan juga perihal fasilitas yang dimiliki perusahaan dan bisa dinikmati oleh karyawan.

Misalnya, fasilitas cuti, uang internet di masa pandemi hingga salary advance.

Fasilitas terakhir, yaitu salary advance bisa sangat menarik untuk karyawan, lho.

Apalagi di masa pandemi ini, terkadang ada saja keperluan mendadak yang memerlukan dana darurat.

Dengan Salary Advance, karyawan bisa mengambil gajinya terlebih dahulu sebelum hari gajian tiba.

Jika kamu khawatir, arus kas perusahaan tersendat karena adanya fasilitas ini, KoinGaji dari KoinWorks bisa menjadi solusi.

Hari 15

Waktu ini adalah masa untuk meninjau bagaimana performa karyawan baru tersebut.

Penilaian yang harus dilakukan, adalah apakah karyawan tersebut sudah baik atau masih ada yang perlu ditingkatkan lagi?

Selain itu, tanyakan juga kepada karyawan tersebut, apakah ada masalah yang ia alami?

Jika ada, lebih baik mencari cara untuk menyelesaikannya.

Hari 30

Setelah sebulan beradaptasi dengan perusahaan, karyawan bisa mulai mendapatkan kepercayaan untuk menangani proyek tertentu.

Hari 45

Setelah mereka mendapatkan kepercayaan untuk menangani suatu proyek, jangan lupa untuk meninjau proyek tersebut.

Di masa ini, adalah waktu perusahaan harus benar-benar memperkuat keterlibatan karyawan baru tersebut terhadap perusahaan.

Usut punya usut, biasanya karyawan baru memutuskan mengundurkan diri pada hari ke-45.

Hari 60

Jika karyawan tetap bertahan hingga masa ini, coba untuk memberika ia kesempatan dalam mengembangkan kemampuannya.

Perusahaan bisa memberikan sarana untuk mendukung karyawan meningkatkan kemampuannya seperti mengikut sertakan ia pada training tertentu.

Hari 90

Di masa ini, karyawan seharusnya sudah benar-benar mengenal perusahaan dan sudah seharusnya perusahaan menerima karyawan sepenuhnya.

Bila perlu, jika sebelumnya masih dalam masa percobaan, berikan kesempatan untuknya menjadi karyawan tetap.


2. Strategi Proses Onboarding Secara Online di Masa Pandemi

Kegiatan proses onboarding di masa sebelum atau setelah pandemi, tentu saja berbeda.

Berikut adalah strategi yang bisa kamu terapkan dalam melakuka proses onboarding di masa pandemi.

Melakukan Perkenalan Product Knowledge yang Sifatnya Personal Secara Online

Penting untuk memberikan pembelajaran terhadap karyawan baru tentang perusahaan, termasuk produk/layanan yang ada.

Usahakan pembelajaran ini dilakukan secara personal, supaya karyawan benar-benar paham dan mengerti sehingga ia merasakan adanya keterlibatan dengan perusahaan.

Menggunakan Sistem Absensi Online, dan Memantau Kehadiran Karyawan

Adaptasikan absensi online untuk perusahaan kamu.

Jangan lupa untuk memastikan karyawan mengisi absensi kehadiran setiap harinya.

Dengan begitu, kamu bisa memastikan bahwa karyawan baru tersebut benar-benar “ada”, walaupun kehadirannya tidak terlihat secara tatap muka.

Ciptakan Keterlibatan Karyawan dengan Melakukan Daily Meeting untuk Update Pekerjaan

Bukan menjadi rahasia kalau karyawan baru akan mengalami kebingungan saat pertama masuk ke lingkungan kerja baru.

Di masa pandemi, hal tersebut tentu akan sulit untuk diatasi karena tidak adanya pertemuan secara tatap muka langsung.

Walaupun begitu, ada baiknya untuk tetap membuat karyawan baru merasa terlibat dengan mengajaknya melakukan daily meeeting.

Di daily meeting ini, karyawan baru bisa memanfaatkannya untuk update kerjaan, atau bertanya jika tak ada yang mengerti.

Menjaga Koneksi dan Ikatan Antar Divisi dengan Melakukan Sesi Bonding

Jadwalkan juga sesi bonding bersama tim.

Dengan begitu, karyawan baru bisa merasakan ikatan dengan rekan satu tim lainnya dan tidak merasa sendiri.

Hal yang dilakukan bisa banyak, misalnya menjadwalkan sesi diksusi santai sambil melakukan virual lunch.

Selain itu, bisa juga melakukan hal lain seperti Netflix Party, yang penting dilakukan di luar pembicaraan tentang pekerjaan.


Proses onboarding memang hal penting yang harus dilakukan dengan tepat oleh sebuah perusahaan.

Di masa pendemi seperti sekarang, turnover karyawan tinggi terjadi.

Nah, dengan memiliki proses onboarding yang baik, bisa meminimalisir adanya turnover karyawan.

Seperti yang kita tahu, di masa pandemi tidak hanya sulit mencari kerja namun menemukan karyawan yang potensial juga tak mudah.

Semoga berhasil!

Firda
As Firda enters her twenties, financial things become exciting stuff for her. Born with no golden steps on her shoes, make her sticks a big goal in life: financial freedom. So here it is, she's digging more and more knowledge to reach her goal. Then, share it with you through something she loves: words. P.S: If you find her nodding head behind the laptop, don't be surprised. She's just following the beats of music.

Langganan via Email​

Dapatkan Tips dan Berita Keuangan Gratis di Inbox Anda​

Super Financial App yang
membawamu #MelangkahLebih