Home » Strategi-bisnis » Cara Mengatur Stok Barang di Bisnis Alat Rumah Tangga

Cara Mengatur Stok Barang di Bisnis Alat Rumah Tangga

Cara Mengatur Stok Barang di Bisnis Alat Rumah Tangga

Bisnis alat rumah tangga merupakan bisnis yang melibatkan banyak sekali jenis barang, sehingga tentu diperlukan keakuratan dalam mengatur stok semua barang tersebut.

Jika kurang teliti, bukan tidak mungkin bisnis perabot rumah tangga kamu malah merugi.

Nah, supaya kamu tidak menemukan kendala dalam pengaturan stok barang, ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan.

Cara Mengatur Stok Barang di Bisnis Alat Rumah Tangga

Berikut beberapa cara mengatur stok barang dalam bisnis alat rumah tangga:

Menentukan batas minimum stok barang

Kamu perlu menentukan berapa banyak jumlah minimum stok barang yang harus selalu standby berada di tokomu.

Untuk menentukan jumlah batas minimum ini, kamu bisa memulainya dari memonitor secepat apa sebuah barang terjual, dan berapa lama durasi untuk mendapatkannya kembali.

Sebagai contoh, kamu memiliki stok sapu ijuk sebanyak 20 buah dan keset 10 buah. Setelah barang tersebut dipajang, sapu sudah terjual habis dalam waktu tiga hari, sementara keset baru terjual 5 buah.

Di kasus ini, prioritas kamu adalah menyiapkan stok minimum sapu ijuk sebanyak 30 buah, dan mempertahankan jumlah stok keset.

Membuat informasi produk yang lengkap

Langkah berikutnya yang perlu kamu lakukan dalam mengatur stok adalah mencatat informasi produk selengkap mungkin.

Mulai dari kode batang (barcode), identitas pemasok, asal barang, hingga penentuan nomor SKU (Stock Keeping Unit).

Apabila kamu membuat informasi produk dengan lengkap, kamu bisa lebih mudah mengetahui berapa jumlah modal yang perlu kamu alokasikan untuk produk tertentu.

Melakukan metode first in, first out (FIFO)

Sama seperti bisnis serupa yang memiliki banyak jenis barang, bisnis alat rumah tangga juga bisa menerapkan metode FIFO.

Apa itu metode FIFO? Metode ini memberi prioritas kepada barang yang sudah masuk penyimpanan terlebih dahulu, harus diutamakan untuk segera terjual.

Memang dalam bisnis alat rumah tangga tidak ada masa kedaluwarsa. Namun apabila sebuah barang terlalu lama disimpan, ada kemungkinan barang tersebut menjadi rusak atau malah hilang.

Maka dari itu, sebaiknya barang-barang yang sudah datang terlebih dahulu, dipindahkan ke bagian luar atau yang paling dekat dengan akses masuk gudang/toko, agar lebih mudah terlihat dan terjual.

Mengatur stok barang dengan metode analisis ABC

Cara alternatif untuk mengatur pergerakan barang di bisnis alat rumah tangga adalah dengan menggunakan metode analisis ABC.

Semua jenis barang dalam bisnis kamu dapat dikategorikan menjadi 3 jenis:

  • Kategori-A: produk dengan nilai tinggi, penjualan rendah
  • Kategori-B: produk dengan nilai normal, penjualan normal
  • Kategori-C: produk dengan nilai rendah, penjualan tinggi

Perhatikan bahwa produk dalam kategori-A dapat membebani keuangan bisnis kamu karena penjualannya kurang bisa diharapkan, sementara modal yang perlu dikeluarkan terhitung besar.

Dari informasi ini bisa kamu simpulkan bahwa produk kategori-A bisa difokuskan untuk promosi, sementara produk kategori-C harus dijaga ketersediaan stoknya.

Jaga kestabilan rantai pasokan

Agar bisnis alat rumah tangga kamu terus mendapatkan stok yang cukup, pastikan rantai pasokan kamu aman.

Buatlah jadwal untuk mendapatkan stok kembali secara rutin.

Ukuran penjadwalan ini bisa berupa bulanan, mingguan, tahunan, atau bahkan harian apabila diperlukan.

Catat pergerakan dan penjualan produk, serta bandingkan dengan kemampuan pemasok (supplier).

Hindari terjadinya ketimpangan antara laju pergerakan dan penjualan barang, dengan kecepatan pemasok memenuhi kebutuhan bisnismu, ya.

Kelola penyusunan barang di dalam tempat penyimpanan

Kamu juga perlu mengatur dan mengawasi penyusunan produk-produk alat rumah tangga yang ada di dalam gudangmu.

Jangan sampai produk-produk tersebut ditempatkan di tempat yang kurang aman, sehingga bisa jatuh atau tertindih barang lain, dan akhirnya rusak dan tidak bisa dijual.

Jika terjadi seperti itu, sudah jelas bisnis kamu akan merugi.

Oleh karena itu kamu harus menetapkan standar atau peraturan internal tentang bagaimana memperlakukan setiap jenis barang di dalam gudang.

Contohnya mulai dari berapa maksimal ketinggian sebuah produk ketika ditumpuk, bagaimana cara penyimpanan berbagai produk yang berbeda, apakah barang-barang tersebut akan bereaksi jika terkena sinar matahari langsung, dan lain sebagainya.

Beragam produk tersebut tentu memiliki bahan dasar yang berbeda pula, jadi jelas perlakuan satu barang dengan barang yang lain pasti ada yang berbeda.

Atur penyusunan bagian display

Penyusunan barang di dalam toko juga harus memperhatikan penyusunan barang di bagian display.

Kebanyakan pemilik bisnis alat rumah tangga biasanya memajang produk-produk mereka hingga ke bagian luar toko, untuk menarik perhatian calon konsumen.

Kamu juga bisa mengikuti gaya berjualan seperti ini.

Tampilkan produk-produk yang menarik perhatian, terutama yang memiliki promosi potongan harga, di bagian depan toko milikmu. Biasanya produk-produk ini memiliki ukuran yang besar.

Dengan begitu barang-barang tersebut tidak terlalu banyak yang memenuhi tempat penyimpanan atau gudang, sekaligus lebih menggoda calon konsumen untuk membeli.

Melakukan audit secara rutin

Agar ketersediaan barang selalu terjaga, kamu perlu melakukan audit dengan rutin.

Lakukan secara harian, mingguan, bulanan, dan tahunan. Semakin rutin dan sering kamu melakukan audit, risiko kesalahan dalam pengaturan stok barang dapat diminimalisasi.

Jika kamu sudah menggunakan aplikasi komputer untuk memonitor inventaris dan logistik, ada baiknya kamu juga rutin melakukan cek fisik ke tempat penyimpanan.

Hal ini untuk memastikan secara random bahwa jumlah dan kondisi barang yang tertera pada sistem, ternyata sama dengan hasil pemeriksaan fisiknya.

. . .

Pentingnya Mengatur Stok Barang dalam Bisnis Alat Rumah Tangga dengan Baik

Itulah beberapa cara mengatur stok barang dalam bisnis alat rumah tangga yang bisa kamu terapkan.

Hal ini penting dilakukan dengan akurat, karena bisnis alat rumah tangga melibatkan beragam jenis barang dalam jumlah yang tidak sedikit.

Maka dari itu, pengaturan stok barang yang diikuti dengan pemeriksaan dan evaluasi merupakan hal yang penting bagi keberlangsungan bisnis alat rumah tangga.

Semoga bermanfaat!


Kalau kamu termasuk salah satu pelaku usaha kecil, online sellers, atau freelancers, KoinWorks punya satu solusi nih untuk semua kebutuhan keuangan kamu.

Mulai dari transfer antar bank tanpa biaya admin, pembuatan invoice & laporan keuangan, hingga ke akses yang fleksibel untuk mendapatkan pinjaman– semua ini khusus untuk mendukung usaha & bisnis kamu, dan bisa kamu dapatkan di KoinWorks NEO.

Yuk cari tahu lebih banyak tentang KoinWorks NEO di sini!

[E-Book GRATIS] Dapatkan konten ekslusif seputar strategi bisnis di sini
DAFTAR SEKARANG!
Pilih E-book untuk kamu download.
Dalam Ebook ini mengulas:Cara mudah untuk pebisnis melakukan iklan Google Display Network berupa banner atau visual yang ampuh untuk meningkatkan penjualan.
Dalam Ebook ini mengulas:Membantu pebisnis mengetahui lebih banyak tentang performa promosi yang dilakukan di dunia digital terutamanya platform Facebook untuk menentukan audiens.
Dalam Ebook ini mengulas:Penggunaan Business Metrics/KPI yang tepat untuk melacak sejauh mana bisnis kita sudah berjalan dan seberapa banyak target dari usaha kita yang sudah tercapai.
Ingin tahu lebih lanjut, KoinWorks NEO mau kenalan sama kamu lebih dekat.
Cara Mengatur Stok Barang di Bisnis Alat Rumah Tangga

Langganan via Email​

Dapatkan Tips dan Berita Keuangan Gratis di Inbox Anda​