6 Kiat Sukses & Pelajaran dari Pemilik Bisnis Toko Buku

Apa saja kiat sukses serta pelajaran yang bisa kamu dapatkan dari brand atau pemilik bisnis toko buku ternama?

Pernahkah kamu penasaran bagaimana cara brand dan pemilik usaha yang sudah sukses dalam bisnis toko buku? Ya, memang sepatutnya penasaran bagaimana kinerjanya.

Apalagi di tengah gempuran e-book di masa sekarang, jelas saja toko buku harus banyak memikirkan strategi, agar laku di pasaran.

Misalnya saja, Gramedia yang sampai saat ini menjadi brand kuat pelopor toko buku di Indonesia.

Ada banyak sekali pelajaran yang bisa kamu contek dari brand yang satu ini. Berikut rangkuman cara Gramedia bisa bertahan membangun bisnis toko bukunya.


6 Kiat Sukses & Pelajaran dari Pemilik Bisnis Toko Buku

Kisah ini bermula pada 1970 silam; dua orang sahabat yaitu Jacob Oetama dan Petrus Kanisius Ojong ini mengembangkan kemampuan jurnalistik di media massa, hingga pada akhirnya merambah ke bisnis toko buku.

Berdasarkan cerita, Jakob Oetama melakukan hal-hal berikut agar tetap bisa survive di bisnis ini.

Apalagi semenjak Ojong meninggal dan membuatnya harus tertatih sendiri mengembangkan PT Gramedia. 

Berikut pelajaran yang bisa diambil dari brand bisnis toko buku Gramedia. Silakan disimak!


1. Tidak berhenti belajar

Sebagai pemilik toko buku, sekalipun sudah berkembang, Jakob mengaku tidak berhenti belajar untuk berwirausaha.

Ia yang memiliki background jurnalis harus banting setir mempelajari bisnis dan manajemen perusahaan.

Segala hal mengenai perkembangan toko buku dan cara mengatur usaha sudah ia pelajari.

Setiap ada materi baru, Jakob akan mempertimbangkannya untuk pengelolaan Gramedia. Hasilnya, toko buku yang satu ini sekarang sudah berkembang cukup pesat.

Hal ini pun menular ke karyawannya.

Saat sedang marak penjualan online, Gramedia tetap bisa eksis, sebab Jakob juga mempelajarinya dan mengembangkan toko buku versi online.

Nah, kamu juga bisa mencontoh cara-cara ini. Supaya kamu bisa survive saat menghadapi banyak kondisi sekaligus.


2. Mulai dari hal kecil

Toko pertama milik Gramedia berdiri pada 2 Februari 1970, ukuran toko buku yang satu ini hanya 25 m² saja.

Perjalanan untuk membuka hingga 50 cabang toko buku pun cukup panjang. Gramedia berproses sedikit demi sedikit sebelum memperluas cabangnya.

Maka dari itu, kamu tidak perlu memaksakan diri untuk membangun toko buku besar sekaligus, apalagi jika modal yang kamu miliki sangat terbatas.

Sebaiknya buka toko buku yang kecil dulu, kemudian mengembangkannya ketika prospek bisnis semakin baik.

Apalagi di zaman sekarang, kamu bisa dengan mudah memulai bisnis toko buku online, caranya dengan menjadi reseller dari toko buku lain.

Lalu, ketika modal mulai terkumpul, barulah menyusun strategi untuk membangung toko offline-mu sendiri.


3. Berusaha mencukupi permintaan

Meskipun berukuran kecil, Gramedia berusaha untuk mencukupi permintaan buku pelanggan atau konsumen, caranya dengan memperbanyak judul buku.

Namun, tentu dengan melakukan seleksi terlebih dahulu terhadap buku yang akan masuk ke gerai Gramedia.

Langkah ini Gramedia lakukan untuk memanjakan pelanggan.

Pengunjung toko buku kamu akan suka jika menemukan tempatnya lengkap, sehingga tidak perlu mencari ke banyak tempat sekaligus untuk menemukan buku.


4. Tidak ragu untuk memperluas cabang

Asalkan perencanaan sudah matang, Gramedia berani bertaruh untuk melebarkan sayap bisnis toko buku.

Maka dari itu, brand Gramedia berani untuk menambah lini bisnis lain, seperti alat tulis, hingga perlengkapan sekolah dan olahraga.

Kamu bisa melihatnya saat berkunjung ke Gramedia di kotamu, pasti kamu akan menemukan lini bisnis selain buku di sana.

Bahkan di beberapa lokasi, lini bisnis ini terletak di bagian bawah toko, sementara buku berada di bagian atas toko.

Itu artinya, Gramedia tidak hanya menonjolkan buku saja, melainkan pernak-pernik lain yang bisa membawanya sampai ke titik ini.


5. Berjalan dengan strategi

Seluruh pencapaian yang dilakukan Gramedia, tidak lepas dari strategi yang matang.

Salah satu strategi yang diambil adalah dengan merencanakan harga produk secara detail, supaya bisa memberikan diskon di berbagai event buku.

Selain itu, toko buku yang satu ini juga sering kali menggelar event untuk kemajuan usahanya.

Kamu bisa mencontohnya dengan membuat bedah buku, bazar buku murah dan event lain yang bisa mengangkat brand dari bisnis toko buku kamu.

Dalam hal pelayanan, brand bisnis toko buku seperti Gramedia memiliki contoh nyata penerapan strategi.

Misalnya dengan penempatan buku sesuai dengan tema, kemudian mengelompokkan buku yang sedang trending dengan penjualan terbanyak.

Meskipun terkesan kecil, namun strategi ini bakal memudahkan pelanggan dalam pencarian buku.

Sehingga, mereka tidak perlu bingung menanyakan kepada karyawan terkait keberadaan buku tertentu.


6. Berkolaborasi

Agaknya hal ini memang sangat penting pebisnis miliki.

Kolaborasi memang akan kamu perlukan untuk menciptakan sesuatu yang istimewa. Gramedia misalnya, yang berkolaborasi dengan berbagai platform untuk memperbaiki layanannya.

Misalnya saja mau bekerja sama membangun toko di mall atau pusat perbelanjaan lain, kemudian bekerja sama dengan perbankan untuk mempermudah pembayaran buku.

Hal lain yaitu bekerja sama dengan platform baca untuk mencari penulis baru.

Semua bisa kamu lakukan dengan kolaborasi yang baik. Maka dari itu, bangunlah jejaring dengan banyak orang.

Kemudian mulai tawarkan untuk berkolaborasi antara toko buku kamu dengan brand lain, supaya bisa menciptakan sesuatu yang baru, atau mempermudah pelanggan melirik toko buku kamu.


Pelajaran Bisnis Mana yang Menjadi Inspirasi Bisnis Toko Buku Milikmu?

Tidak ada salahnya belajar dari brand bisnis toko buku yang sudah sukses seperti Gramedia, supaya kamu bisa mengembangkan toko buku menjadi lebih baik lagi.

Hal yang perlu kamu ingat juga adalah bahwa kesuksesan tersebut sifatnya tidak datang secara instan, kamu membutuhkan proses dan pondasi yang kuat, agar bisnismu bisa berkembang secara konsisten dan kuat menghadapi tantangan bisnis.

Semoga bermanfaat!

. . .

Kalau kamu termasuk salah satu pelaku usaha kecil, online sellers, atau freelancers, KoinWorks punya satu solusi nih untuk semua kebutuhan keuangan kamu.

Mulai dari transfer antar bank tanpa biaya admin, pembuatan invoice & laporan keuangan, hingga ke akses yang fleksibel untuk mendapatkan pinjaman– semua ini khusus untuk mendukung usaha & bisnis kamu, dan bisa kamu dapatkan di KoinWorks NEO.

Yuk, cari tahu lebih banyak tentang KoinWorks NEO di sini!


KoinWorks NEO Lead Gen Form
Kelola Bisnis Lebih Cepat dan Mudah.
Yuk, Daftar Menjadi Bagian dari KoinWorks NEO Sekarang!
Apakah Bentuk Usahamu Saat Ini?

Dapatkan berbagai informasi seputar lainnya hanya di KoinWorks.

Tentang Penulis
Gina Valerina

Gina Valerina

Gina began her professional journey within the realm of finance, accumulating a wealth of invaluable insights and hands-on experiences. Building upon this extensive background, she uses her expertise to carefully create informative articles. Each article is born from in-depth research and her unwavering dedication to providing her audience with well-verified insights.
Kalkulator finansial untuk hitung kebutuhan kamu

Hitung semua keperluan finansial kamu cukup di satu tempat

Panduan Bisnis untuk Usahamu
[Download Ebook] 7 Tanda Bisnis Kamu Butuh Pinjaman Usaha
[Download Ebook] 7 Tanda Bisnis Kamu Butuh Pinjaman Usaha
Strategi Bisnis Untuk Raih Untung Maksimal di Ramadan 2022
[Download Ebook] Strategi Bisnis untuk Raih Untung Maksimal di Ramadan 2022
[Download Ebook] Strategi Bisnis untuk Raih Untung Maksimal di Ramadan 2022
Kiat Cerdas Mencapai Kebebasan Finansial ebook cover
[Download Ebook] Kiat Cerdas Mencapai Kebebasan Finansial
[Download Ebook] Kiat Cerdas Mencapai Kebebasan Finansial
E-Book Gratis

Bacaan pilihan untuk kamu, para pejuang mimpi

Punya uang Rp.100 Ribu? Mulai pendanaan sekarang dan dapatkan keuntungan hingga 14,5%.