Home » Blog » Bisnis & UKM, Tips & Trik » Cara Memahami Karakter dan Perilaku Konsumen untuk Meningkatkan Penjualan

Cara Memahami Karakter dan Perilaku Konsumen untuk Meningkatkan Penjualan

·
5 menit
Karakter Konsumen

Sebagai pebisnis, melakukan pendekatan dengan  memahami karakter konsumen adalah hal yang penting untuk dilakukan.

Mengapa demikian? Hal ini biasanya disebabkan karena setiap konsumen memiliki keunikannya masing-masing, sehingga perlu dilakukan pendekatan dengan metode yang berbeda.

Jika kamu adalah seorang penjual dan kemudian kamu berusaha menyamaratakan seluruh calon konsumen, maka kamu melakukan sebuah kesalahan besar.

Untuk mendapatkan hasil yang terbaik, seorang penjual harus memiliki metode pendekatan yang berbeda-beda bergantung kepada siapa calon konsumennya.

Dengan mempelajari karakter konsumen yang ada, kamu akan dapat memaksimalkan hasil akhir yang ingin didapatkan dari calon konsumen.

Hasil akhir berupa keputusan pembelian yang dibuat oleh calon konsumen tersebut.


Karakter Konsumen dari Sudut Pandang Penjual

Konsumen Potensial

Tipe konsumen potensial ini harus menjadi prioritas dari target pasar kamu. Secara teknis, konsumen potensial belum menjadi konsumen kamu, akan tetapi sangat berpotensi untuk menjadi konsumen.

Pastikan kamu memberikan pelayanan dan informasi yang lengkap dan terbaik kepada tipe konsumen potensial.

Tipe-tipe ini biasanya telah menunjukan ketertarikannya terhadap produk atau jasa yang kamu jual, baik melalui pengisian form contact, pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada marketing channel yang kamu miliki, atau setidaknya telah mengunjungi website kamu dan melakukan subscribe.

Untuk konsumen potensial ini, kamu dapat melakukan sedikit pancingan untuk sesegera mungkin membuatnya mengambil keputusan untuk membeli.

Salah satu caranya adalah dengan memberikan diskon kepada mereka.

Tentunya, memberikan diskon kepada konsumen potensial akan menjadi metode yang sangat efektif.

Akan tetapi, pastikan kamu juga telah menunjukan nilai dari produk atau servis yang kamu jual secara jelas kepada para konsumen potensial sebelum memberikan diskon.

Kamu harus lebih menekankan kepada hal-hal yang menarik perhatian mereka, dan pastikan bahwa apa yang mereka cari bisa didapatkan melalui produk kamu.


Konsumen Baru

Kali ini, kamu akan berhadapan dengan orang-orang yang baru saja membeli produk kamu.

Konsumen baru biasanya akan memasuki fase beradaptasi saat mencoba melakukan pembelian pertamanya, sehingga kamu perlu memastikan bahwa fase beradaptasi ini berjalan dengan lancar.

Meskipun kamu telah berhasil membuat mereka membeli produk kamu, akan tetapi kamu tidak dapat meninggalkan mereka begitu saja.

Kamu harus memastikan setiap konsumen baru merasa nyaman dan merasa senang dalam menggunakan produk atau jasa yang kamu jual.

Untuk memastikan konsumen baru merasa nyaman dan senang, kamu perlu memberikan arahan kepada konsumen baru tersebut.

Biasanya proses memberi arahan dilakukan dengan memberikan penjelasan lengkap mengenai produk dan cara penggunaannya ataupun sistem kerjanya.

Disamping itu, setelah memberikan penjelasan yang jelas maka kamu juga perlu untuk memberikan kontak yang dapat dihubungi.

Nomor kontak yang kamu berikan akan memudahkan konsumen baru saat mereka mengalami masalah dengan produk yang baru dibeli.


Konsumen Impulsif

Tipe dari konsumen ini adalah tipe konsumen yang dapat membuat keputusan dengan cepat, bergantung apabila kondisi yang terjadi sangat tepat.

Kamu tidak perlu melakukan hal persuasif berlebihan dalam meyakinkan tipe konsumen yang bersifat impulsif.

Apa yang dibutuhkan konsumen yang bertipe impulsif adalah kemudahan yang diberikan.

Semakin mudah langkah-langkah yang diberikan untuk dapat membeli produk atau servis kamu, maka semakin besar kesempatan konsumen impulsif akan memutuskan untuk membeli.

Contoh: Jika kamu menawarkan jasa pengiriman barang, maka kemudahan yang kamu tawarkan seperti kemudahan melakukan tracking barang yang dikirim, atau kemudahan dalam pick-up barang akan menjadi salah satu hal penting yang akan mendorong konsumen impulsif untuk memutuskan pembelian.

Jadi, untuk mendapatkan konnsumen impulsif ini kamu harus memastikan bahwa semua proses yang terjad sudah bersifat automatis dan mudah untuk digunakan.

Hal ini akan membuat kamu satu langkah lebih maju diantara para kompetitor.

Ditambah lagi, jika kamu mendapatkan pertanyaan dari para konsumen yang bersifat impulsif maka berikan respond yang cepat dan singkat namun jelas.


Konsumen Diskon

Konsumen tipe ini adalah seorang konsumen yang telah meliat nilai yang kamu tawarkan dari produk atau servis, akan tetapi tetap enggan untuk membelinya pada harga yang ada.

Untuk mengatasi konsumen tipe ini, usaha mempersuasif mereka mungkin akan menjadi sia-sia.

Hal yang dapat kamu lakukan adalah dengan memberikan beberapa diskon atau penawaran kepada mereka.

Namun, disaat diskon yang kamu berikan telah habis, kamu mungkin akan kesulitan untuk menjaganya menjadi pelanggan.

Konsumen jenis ini biasanya akan pergi begitu diskon yang diberikan suda habis dan tidak berlaku.

Maka dari itu,  untuk meningkatkan peluang kamu dalam menjaga konsumen tipe ini sebagai pelanggan, kamu perlu menunjukkan kepadanya bahwa dia tidak hanya mendapatkan produk dengan harga diskon, namun juga mendapat customer service yang luar biasa dengan pembeliannya.

Pastikan untuk memberikan nilai tambah pada produk yang akan membuat konsumen berpikir dua kali sebelum beralih ke perusahaan lain.


Konsumen Loyal

Kamu pastinya berharap bahwa semua konsumen yang dimiliki memiliki sifat loyal kepada produk atau servis kamu.

Konsumen loyal biasanya akan tetap kembali kepada kamu, dan bahkan dapat mejadi brand ambassador bagi kamu dengan kemungkinan word of mouth marketing yang terjadi.

Konsumen loyal akan merekomendasikan produk atau servis kamu kepada teman maupu keluarganya.

Sebab itu, konsumen tipe ini memiliki pengaruh yang luar biasa kepada bisnis Anda.

Selalu berikan semua yang terbaik bagi mereka secara produk maupun after sales service, dan lihat hasil yang akan diberikan.


Memahami Perilaku Konsumen

Kenali Siapa dan Bagaimana Karakter Konsumen Kamu

Di zaman serba digital seperti sekarang, membuat konsumen menjadi lebih beragam.

Tak hanya itu, segmen konsumen pun bisa mulai menjadi lebih spesifik.

Jadi sebenarnya, untuk mengetahui siapa konsumen kamu secara tepat sehingga nantinya bisa memahami dengan jelas perilaku pelanggan.

Kamu bisa mengenal konsumen melalui demografis dan psikografis mereka.

Misalnya, dengan membangun profil pelanggan.

Tanyakan pada diri sendiri sebanyak mungkin pertanyaan yang relevan tentang pelangganmu.

Misalnya,

  1. Apakah mereka wanita atau pria?
  2. Apakah mereka punya rumah sendiri?
  3. Seberapa sering mereka berlibur?

Berikut adalah beberapa contohnya:

  • Seorang wanita lajang, berusia 35 yang tinggal di apartemen kota Jakarta dan menghasilkan lebih dari 120 juta per tahun.
  • Pasangan di usia tiga puluhan tanpa anak, tinggal di Bandung.
  • Ibu muda dengan dua anak di kota Surabaya dan memiliki penghasilan keluarga total kurang dari 80 Juta per tahun.
  • Pasangan pensiun berusia 70 tahunan di kota Yogyakarta, memiliki 6 cucu dan memiliki pendapatan pensiun tetap dari pemerintah.

Kenali Apa yang Diinginkan Konsumen

Selain karakter konsumen, hal penting untuk bisa memahami perilaku konsumen adalah mengetahui need dan want mereka.

Konsumen kamu memiliki keinginan dan kebutuhan.

Mereka akan senang hati mau menerima informasi apapun yang bisa membantu masalah mereka.

Mulai dari mencari bagaimana bisnis sendiri hingga, menjalani gaya hidup sehat, mereka bisa saja mencari hal-hal tersebut.

Dengan kamu mengetahui dan paham apa yang dipedulikan oleh konsumen, kamu bisa membuat konten untuk kebutuhan mereka.

Nah, ketika mereka sudah mulai terlibat dengan informasi konten yang kamu berikan, kamu bisa masuk dan membuat pemahanan bagaimana produk kamu bisa menyelesaikan masalah mereka.


Cari Tahu Bagaimana Persepsi Konsumen Terhadap Produkmu

Salah satu cara yang bisa kamu lakukan untuk mengetahui persepsi konsumen adalah dengan melakukan survei.

Dengan begitu, kamu akan mendapatkan insight serta feedback yang berguna untuk dianalisa.

Dengan mengetahui informasi di atas, akan sangat berguna bagi para pebisnis untuk menutupi kesalahan dari produk yang dimiliki.

Kamu pun bisa menggunakan hasil yang didapatkan dari hal ini untuk menyesuaikan cara berkomunikasi dengan konsumen.

Kamu juga mengetahui bagaimana pengalaman konsumen terhadap produk, dan apa saja keluhannya.

Apa alasan mereka konsumen beralih ke kompetitor?

Dan apa yang menjadikan mereka loyal terhadap sebuah produk?

Gunakan alat-alat survei seperti Surveymonkey, Salesforce Markeitng, Google Form bahkan polling media sosial.


Pahami Jenis Konten yang Konsumen Sukai 

Selanjutnya mari kita bermain di bidang pemasaran, khususnya content marketing.

Content marketing bisa berguna untuk mengonversi pelanggan tersebut menggunakan produkmu dan meningkatan penjualan bisnis.

Buatlah konten-konten yang sekiranya berguna untuk mereka.

Konsumen akan menyukai konten tersebut, karena dapat membantu mereka mengetahui informasi yang dibutuhkan.

Setelah mereka merasa bahwa kamu dapat dipercaya dalam memberikan informasi yang relevan terhadap mereka.

Kamu bisa menyisipkan informasi bahwa produk kamu dapat membantu mereka menyelesaikan permasalahnnya.

Itulah bagaimana cara sebuah Content Marketing berkonversi menjadi penjualan.


Analisa Proses Pembelian Konsumen Terhadap Produkmu

Cara terakhir untuk memahami bagaimana perilaku konsumen adalah menjadikan dirimu selayaknya konsumen.

Kamu bisa melihat bagaimana perjalanan konsumen hingga akhirnya membeli produk yang kamu jual.

Hal tersebut termasuk bagaimana konsumen terpapar informasi dari produk kamu dari awal.

Apakah transaksi konsumen berjalan dengan mulus?

Bagaimana pengalaman mereka setiap kali mengakses produk jualan kamu?

Meninjau dan menganalisa bagaimana perjalanan konsumen baiknya dilakukan setahun sekali.


Untuk memberikan pelayanan kepada konsumen, mungkin akan mengharuskan kamu untuk mengeluarkan beberapa budget ekstra untuk itu sehingga arus kas harus diatur dengan baik dalam hal ini.

Dalam hal ini, mungkin dalam posisi ini kamu akan membutuhkan lebih banyak modal guna pengembangan bisnis menjadi lebih berkembang.


Simulasi Pinjaman KoinWorks
Ketahui maksimum pinjaman dan cicilan per bulan
+62
Estimasi jumlah maksimum pinjaman

Rp

Estimasi cicilan bulanan
  • Tenor 6 bulan: Rp
  • Tenor 12 bulan: Rp
  • Tenor 24 bulan: Rp

Install aplikasi KoinWorks dan mulai ajukan pinjaman di KoinBisnis!

Ajukan Pinjaman Sekarang

Gina Valerina
Beware of little expenses, a small leak will sink a great ship - Benjamin Franklin

Langganan via Email​

Dapatkan Tips dan Berita Keuangan Gratis di Inbox Anda​