Home » Strategi Bisnis » 7 Cara Mengatur Stok Bahan Baku Bisnis Ayam Goreng

7 Cara Mengatur Stok Bahan Baku Bisnis Ayam Goreng

Kemampuan mengatur stok bahan baku pada bisnis ayam goreng, atau pada bisnis kuliner lainnya, sangatlah penting.

Bahan baku untuk memasak, bumbu masak, perlengkapan makan, dan barang-barang lainnya yang diperlukan operasional bisnis ayam goreng harus bisa dikelola secara baik & teratur.

Salah sedikit perhitungan, kamu bisa saja mengalami kehabisan stok saat konsumen ramai, atau kelebihan stok di saat tidak ada lagi tempat penyimpanan.

Kedua hal tersebut jelas bisa merugikan bisnismu.

Lalu, bagaimana caranya agar stok bahan baku bisa dikelola secara tepat?

7 Cara Mengatur Stok Bahan Baku Bisnis Ayam Goreng

Berikut adalah beberapa cara yang bisa kamu lakukan dalam mengatur stok bahan baku bisnis ayam goreng.

Silakan disimak!


1. Mengetahui umur simpan beragam bahan baku

Setiap bahan baku mentah tentu memiliki umur simpan atau masa kedaluwarsa yang berbeda.

Hal ini sama dengan bahan baku pada bisnis ayam goreng.

Daging ayam mentah harus disimpan dalam lemari pendingin dengan suhu di bawah 5 °C.

Pada suhu ini biasanya bakteri pada ayam akan berkembang lebih lambat, sehingga bahan utama bisnis kamu tidak akan mudah rusak.

Daging ayam yang sudah masuk ke dalam lemari pendingin harus segera diolah dalam kurun waktu 48 jam, agar kesegarannya masih terjaga.

Namun, kamu juga bisa menyimpan daging ayam dalam freezer dengan suhu di bawah 20 °C.

Untuk ayam potong, umur simpannya bisa mencapai 9 bulan, sementara ayam utuh bisa mencapai 1 tahun.


2. Menggunakan metode first in, first out (FIFO)

Supaya bisnis ayam goreng kamu tetap terjaga kualitasnya, kamu bisa menerapkan metode FIFO.

Metode FIFO mengatur agar bahan baku yang lebih dulu disimpan, harus digunakan secepatnya juga.

Jika stok bahan baku menipis dan kamu baru belanja kembali, maka jangan langsung gunakan bahan baku yang baru kamu beli. Gunakanlah bahan yang sudah lebih lama berada di tempat penyimpanan.

Ini dilakukan agar kamu bisa mengurangi bahan baku yang terbuang karena kondisinya sudah tidak segar lagi.

Sebaiknya, kamu juga bisa memberi label tanggal, pada tiap bahan yang masuk ke dalam tempat penyimpanan.

Dengan begitu, kamu dan para pegawai akan lebih mudah mengetahui barang mana yang harus digunakan terlebih dahulu.


3. Menghitung perkiraan penggunaan bahan baku

Setelah kamu mengetahui umur simpan bahan baku, dan bagaimana cara penggunaannya yang baik, kamu bisa mulai hitung berapa jumlah bahan baku yang kamu perlukan.

Sebagai contoh, untuk daging ayam: kamu ingin menjual 50 porsi dari ayam yang sudah dipotong menjadi 8 bagian, maka bisa disimpulkan kamu akan membutuhkan sekitar 6-7 ekor ayam untuk dipotong setiap harinya.


4. Merencanakan pembelian bahan baku

Setelah mengetahui perkiraan jumlah bahan baku yang dibutuhkan, dan cara penyimpanannya, maka selanjutnya kamu perlu merencanakan pembelian bahan baku dengan baik.

Jika kamu berjualan setiap hari, ada baiknya kamu belanja bahan baku setiap hari juga, atau setiap dua hari sekali.

Untuk bahan baku yang bisa disimpan lama, seperti tepung dan sambal, kamu bisa membelinya dalam jumlah agak banyak.


5. Menghitung pemakaian bahan baku

Setiap harinya, kamu secara rutin perlu membandingkan jumlah bahan baku yang tersedia sebelum membuka toko, dengan jumlah bahan baku yang terpakai saat toko tutup.

Tentu kamu tidak membutuhkan jumlah bahan baku yang sama setiap harinya.

Nah, kamu bisa menuliskannya dalam catatan, dan mengamati pergerakannya.

Dari data tersebut, kamu bisa mulai memperkirakan jumlah minimal dan maksimal dari tiap bahan baku, yang harus selalu tersedia di bisnis ayam gorengmu.


6. Memonitor aktivitas penjualan

Tak hanya memantau jumlah bahan makanan, kamu juga harus memperhatikan jumlah penjualan.

Hal ini dilakukan agar kamu bisa mengetahui kebutuhan bahan baku secara lebih akurat.

Dari riwayat penjualan, kamu bisa mendapat ide kasar mengenai mana menu yang paling laris & tidak terlalu laris, sehingga kamu mampu memutuskan pembelian bahan baku secara lebih terukur.


7. Menjaga kebersihan tempat penyimpanan atau gudang

Terakhir, cara yang termasuk penting untuk mengatur stok bahan baku adalah dengan menjaga kebersihan tempat penyimpanan bahan baku itu sendiri.

Ingat, tempat penyimpanan yang bersih akan memengaruhi umur simpan bahan baku.

Perhatikan lokasi simpan dari tiap bahan baku, apakah sudah sesuai karakteristik bahan baku tersebut?

Apakah bahan yang harus berada di dalam lemari pendingin sudah berada pada tempatnya?

Bagaimana dengan bahan yang harus berada di freezer?

Apa bahan yang berada di lemari atau rak malah terkena sinar matahari langsung?

Atau ada yang mengalami kebocoran dan mengotori area gudang?

Itulah pentingnya memonitor kondisi tempat penyimpanan dan menjaga kebersihannya.


Mengatur Stok Bahan Baku Bisnis Ayam Goreng dengan Baik Itu Penting!

Itulah beberapa poin penting dalam mengatur stok bahan baku pada bisnis ayam goreng milikmu.

Mulai dari mengetahui umur simpan tiap bahan, menerapkan metode FIFO, memperkirakan penggunaan bahan baku, hingga menjaga kebersihan tempat penyimpanan.

Ingat, bahan baku yang baik dan berkualitas akan menghasilkan masakan ayam goreng yang baik juga.

Masakan yang berkualitas dan lezat, akan menarik banyak konsumen untuk datang.

Konsumen yang datang berulang kali, tentu akan menguntungkan bisnismu.

Semoga bermanfaat!

. . .

Kalau kamu termasuk salah satu pelaku usaha kecil, online sellers, atau freelancers, KoinWorks punya satu solusi nih untuk semua kebutuhan keuangan kamu.

Mulai dari transfer antar bank tanpa biaya admin, pembuatan invoice & laporan keuangan, hingga ke akses yang fleksibel untuk mendapatkan pinjaman– semua ini khusus untuk mendukung usaha & bisnis kamu, dan bisa kamu dapatkan di KoinWorks NEO.

Yuk, cari tahu lebih banyak tentang KoinWorks NEO di sini!

Akbar Rachman

Download aplikasi KoinWorks dan mulai kembangkan asetmu sekarang!

Langganan via Email​

Dapatkan Tips dan Berita Keuangan Gratis di Inbox Anda​