Home » Strategi Bisnis » Cara Memulai Bisnis Hijab, Tepat untuk Para Pemula

Cara Memulai Bisnis Hijab, Tepat untuk Para Pemula

Di negara yang mayoritas muslim, bisnis hijab terbilang populer.

Bisa dibilang, hijab saat ini bukan hanya sekedar penutup aurat wanita muslim di dunia melainkan sudah menjadi salah satu tren fashion yang mendunia. 

Bahkan, banyak desainer yang telah berlomba-lomba menciptakan hijab dengan model-model yang bagus dan cantik. 

Di Indonesia sendiri, hijab sudah digunakan banyak wanita, mulai dari anak kecil hingga dewasa. Oleh karena itu, kebutuhan akan hijab secara otomatis semakin meningkat. 


Peluang bisnis hijab

Dengan tingginya kebutuhan akan hijab, hal ini bisa menjadi peluang bisnis yang menggiurkan. 

Ditambah, penggunanya umum untuk memiliki lebih dari satu hijab. Mereka pasti membutuhkan banyak hijab untuk disesuaikan dengan warna dan model baju yang akan dikenakan.

Namun, memulai bisnis hijab tidak bisa dilakukan secara sembarangan karena akan ada banyak kompetitor yang akan kamu temui di pasar. 

Oleh karena itu, ada beberapa cara yang harus kamu lakukan agar bisnismu menjadi lebih matang dan siap bersaing dengan kompetitor. 

Lalu apa saja cara untuk membuat bisnis hijab? Berikut cara untuk membuat bisnis hijab.


Persiapkan Modal untuk Bisnis Hijab

Saat memulai bisnis hijab, kamu perlu menghitung beberapa kebutuhan, seperti menyewa tempat produksi dan membeli bahan baku hijab. 

Karena masih tahap awal kamu bisa mulai dari tempat sewa yang tidak terlalu besar, misalnya berukuran 3×6 m2

Kisaran sewa tempat berukuran 3×6 m2 berada di kisaran Rp 1,5 sampai Rp 2 juta perbulan. 

Jika dikalikan dalam setahun, berarti kamu butuh modal sekitar Rp 24 juta hanya untuk sewa tempat. 

Lalu persiapkan juga modal untuk membeli bahan baku hijab. 

Kamu dapat memulai produksi hijab dengan stok bahan awal 25 meter saja, dimana harga untuk setiap bahan berbeda sekitar Rp 60 ribu per meter. 

Jadi, untuk pembelian bahan kamu butuh modal maksimal Rp 1,5 juta. 

Nah, dari rincian tersebut, maka kamu perlu menyiapkan modal sekitar Rp 25, 5 juta. 

Namun, sebaiknya siapkan modal lebih untuk mengantisipasi adanya biaya yang tak terduga.  


Menjual Bahan Hijab yang Bagus

Pastikan kamu menjual hijab dengan bahan yang bagus dan memang sedang populer di pasar seperti bahan Plisket, Voal, Paris atau Ceruti. 

Ada beberapa hal yang harus kamu pertimbangkan saat memilih bahan hijab untuk dijual. Berikut yang harus kamu pertimbangkan saat memilih bahan hijab untuk dijual:

Bahan Sejuk 

Indonesia adalah negara tropis dimana cuaca sehari-hari umumnya panas. 

Sementara, hijab digunakan pada kepala sehingga akan sangat tidak nyaman juga kamu memilih bahan yang panas.

Jadi, kamu harus memilih bahan hijab yang sejuk karena akan mempermudah pemakainya untuk melakukan aktivitas.

Perhatikan Serat Kain

Hijab yang baik harus terbuat dari serat kain yang kecil karena mudah diatur. 

Untuk itu, penting mencari bahan hijab yang teksturnya tidak terlalu licin namun tetap lembut saat dipakai. 

Pilih bahan premium

Tidak bisa dipungkiri kalau hijab adalah salah satu penunjang penampilan pemakainya. 

Oleh karena itu, kamu harus memilih bahan hijab yang premium agar bisa menarik perhatian pembeli. 

Bahan premium akan membantu memberikan penampilan lebih maksimal pada pemakainya. 

Selain itu, hijab dengan bahan premium juga tidak mudah berubah tekstur jika dipakai dalam jangka waktu yang lama.

Memiliki Beragam Model Hijab

Direkomendasikan untuk menjual model hijab yang umum hingga kekinian sehingga pilihan semakin banyak. 

Misalnya seperti model hijab pashmina, hijab segi empat, bergo hingga sport hijab.

Sebelum menentukan model hijab yang akan diproduksi, kamu juga harus melakukan riset pasar dan tren yang sedang berlaku saat ini. 

Tujuannya agar kamu bisa memilih model sesuai tren dan usia yang akan dijadikan target audiens. 

Kamu bisa memantau media sosial, televisi, majalah fashion. 

Atau, terjun langsung ke pasar untuk mengetahui model hijab yang sedang diminati pasar. 

Dengan memproduksi hijab yang sesuai tren, konsumen pasti terus tertarik untuk membeli produkmu.


Investasi Alat Jahit 

Di awal membangun bisnis hijab, investasi alat jahit merupakan hal penting. 

Kamu bisa menggunakan mesin jahit portable yang memfasilitasi 12 pola jahitan.

Contohnya, SINGER 1408 PROMISE yang terkenal berkualitas supaya lebih efektif dan tidak perlu memiliki beragam jenis mesin jahit. 

Kamu juga bisa berinvestasi dengan membeli mesin jahit high speed.

Jenis mesin jahit ini memiliki kecepatan jahit 4000 jpm sampai 5500 jpm sehingga kamu bisa memiliki tingkat produksi yang tinggi dan efisien. 

Mesin jahit model ini juga bisa menghemat biaya produksi, mulai dari listrik hingga tenaga kerja.


Tentukan harga

Karena usahamu baru saja dimulai, jangan langsung memberikan harga yang tinggi pada produksi. 

Kamu bisa menyesuaikan harga produk yang kamu jual dengan kualitas dan ongkos produksi. 

Di awal usaha, jangan terlalu memikirkan keuntungan yang banyak. 

Hal yang perlu kamu lakukan adalah membuat usaha hijabmu dikenal banyak orang terlebih dahulu. 

Jika sudah dikenal dan banyak order, kamu bisa menaikkan harga secara bertahap.


Lakukan Promosi Yang Menarik

Promosi adalah hal yang penting dalam bisnis, apalagi untuk bisnis yang baru berdiri. 

Jadi, lakukan promosi yang menarik untuk meningkatkan penjualan dan brand awareness ke calon konsumen. 

Kamu bisa melakukan promosi di media sosial dengan membuat konten menarik, memberikan hadiah, atau diskon pada produk.

Itulah cara-cara yang bisa dilakukan untuk membuat bisnis hijab yang sukses dan menguntungkan. 

Bisnis hijab memang sangat menggiurkan di Indonesia karena banyak peminatnya. Namun, kamu tetap harus melakukan strategi tertentu agar bisnismu bisa bertahan lama.


Itulah beberapa hal yang bisa kamu perhatikan ketika ingin memulai bisnis hijab.

Selamat mencoba!

Gina Valerina

Beware of little expenses, a small leak will sink a great ship
- Benjamin Franklin

Download aplikasi KoinWorks dan mulai kembangkan asetmu sekarang!

Langganan via Email​

Dapatkan Tips dan Berita Keuangan Gratis di Inbox Anda​