Cara Mudah Mengatur Stok Bahan Baku dalam Bisnis Hijab

Stok bahan baku hijab harus diatur sebaik mungkin agar proses produksi hijab berjalan dengan lancar. Jika tidak, maka produksi dan penjualan pun akan mengalami kendala hingga menimbulkan kerugian yang tidak diinginkan. 

Sebagai pemilik bisnis hijab, kamu harus bijak mengatur stok bahan baku hijab seperti penjelasan di artikel ini.

Cara Mudah Mengatur Stok Bahan Baku Hijab

Demi menjaga aktivitas bisnis hijab di tengah tingginya penjualan dan adanya kelangkaan produk hijab serupa yang dialami oleh kompetitor, maka kamu perlu melakukan pengelolaan bahan baku hijab dengan benar. Tidak perlu khawatir, berikut cara mudah mengatur stok bahan hijab yang bisa kamu lakukan:

1. Melakukan Stock Opname

Stock opname merupakan kegiatan menyesuaikan catatan dalam bisnis dengan jumlah stok bahan atau persediaan barang. Sederhananya stock opname ini adalah menghitung persediaan stok barang atau bahan sebelum dijual, baik itu yang tersedia di gudang atau di toko.

Supaya menghindari kekeliruan saat melakukan stock opname, kamu harus memeriksa satu per satu stok bahan hijab yang tersedia di gudang atau di toko, kemudian mencatatnya.

Untuk mempermudah pencatatan stok bahan baku hijab, kamu bisa membuat daftar stok barang menggunakan excel. Kelompokkan kain sesuai jenis dan kegunaannya. Misalnya kain voal dengan kain voal, begitu juga dengan kain jenis rayon digabungkan dengan jenis rayon.

Setelah itu, kumpulkan semua bukti transaksi mulai dari nota pembelian hingga nota penjualan. Hal ini bertujuan agar pencatatan yang kamu lakukan tidak ada yang salah.

Cara membuat stok bahan baku tergolong mudah. Buatlah 7 kolom yang berisi nomor, kode bahan baku, nama bahan baku, stok awal, bahan baku masuk-keluar, stok akhir, dan keterangan.

Selain excel, kamu juga bisa menggunakan aplikasi agar lebih mudah. Beberapa aplikasi yang bisa kamu gunakan antara lain, Inventory Management, Smart Inventory System, Stok and Inventory Simple, Easy Catalogue, dan Mekari Jurnal. Pilihlah aplikasi sesuai dengan kebutuhan stok bahan baku hijab milikmu.

2. Membuat Rencana Belanja Bahan Baku Hijab

Data-data yang kamu peroleh dari pencatatan stock opname tersebut akan digunakan untuk melakukan stock forecasting atau perkiraan untuk mengetahui jumlah bahan baku hijab yang harus dibeli.

Misalnya, stok bahan baku hijab di gudang tersisa 2 meter. Sedangkan peminat hijab pashmina meningkat dan harus memproduksi 50 pashmina yang membutuhkan kain sepanjang 200 x 75 cm atau kurang lebih 3 meter. Otomatis sisa kain yang berada di gudang tidak bisa memproduksi 50 pashmina yang dibutuhkan.

Agar tetap bisa memproduksi 50 hijab pashmina, maka kamu harus membeli kain berukuran 1 meter. Namun, untuk berjaga-jaga jika adanya lonjakan peminat pashmina, kamu bisa membeli kain berukuran 6-10 meter untuk membuat hijab pashmina sebanyak 150.

3. Mengelompokkan Bahan Baku

Cara mengatur stok bahan baku hijab berikutnya adalah mengelompokkan bahan baku sesuai dengan waktu kedatangannya. Kamu bisa menerapkan prinsip first in first out, yaitu bahan baku hijab pertama yang masuk harus dihabiskan terlebih dahulu agar kualitas kain tidak rusak.

Tidak hanya itu, prinsip first in first out ini juga akan membantu kamu memastikan tidak ada bahan baku hijab yang menumpuk dan terbuang sia-sia, karena kualitasnya sudah tidak layak.

Karena bahan baku utama membuat hijab adalah kain, maka kamu juga harus memperhatikan tempat penyimpanannya, misalnya di dalam lemari khusus stok bahan baku agar kualitas kain tetap terjaga dengan baik.

Selain itu, kamu juga harus membedakan tempat penyimpanan untuk setiap jenis kainnya. Misalnya, jangan mencampur kain voal dengan kain rayon. 

Selain bahannya yang berbeda, kedua kain ini juga digunakan untuk model hijab yang berbeda pula. Umumnya kain voal adalah bahan utama untuk hijab segi empat, sedangkan rayon untuk hijab pashmina.

4. Membuat Catatan Inventaris Bahan Baku Hijab

Berikutnya adalah membuat catatan inventaris bahan baku hijab dengan baik. Sebagai tambahan informasi, catatan inventaris adalah bagian paling krusial dalam mengelola bisnis.

Catatan ini berisi apa saja dan berapa jumlah bahan baku hijab yang tersedia. Kamu juga harus memperbarui catatan ini jika ada tambahan bahan baku yang sudah dibeli.

5. Melakukan Reorder Bahan Baku Secara Efektif

Cara terakhir mengelola stok bahan baku hijab yang tidak boleh kamu lewatkan adalah melakukan reorder bahan baku secara berkala atau efektif agar re-order yang kamu lakukan tepat dan sesuai, maka ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan antara lain:

  • Mengetahui berapa jumlah bahan baku hijab yang masih tersedia di gudang.
  • Mencari tahu berapa ukuran bahan baku yang dibutuhkan untuk menghasilkan satu produk hijab.
  • Mencari tahu berapa banyak bahan baku yang tersisa setiap selesai memproduksi hijab.

Berbekal tiga data di atas, kamu akan lebih mudah menyusun prioritas reorder bahan baku untuk kepentingan produksi hijab nantinya.

Yuk, Atur Stok Bahan Baku Hijab dengan Tepat!

Jika menerapkan cara sederhana di atas secara tepat, maka stok bahan baku hijab pun akan terjaga. Sehingga, proses produksi dan penjualan tidak akan mengalami kendala. Tunggu apalagi? Selamat mencoba pada bisnis kamu, ya!


Lihat berbagai strategi tepat dan efisien untuk bisnis hijab kamu.

Bank digital khusus UKM pertama di Indonesia hadir untuk bantu segala keperluan bisnis dan keuanganmu.

Kemudahan berbagai layanan seperti bebas biaya transfer antar bank dan pinjaman modal tanpa agunan untuk bisnismu hanya dengan satu aplikasi! Pakai KoinWorks NEO sekarang!

Lukito Wijaya

Download aplikasi KoinWorks dan mulai kembangkan asetmu sekarang!

Artikel Terkait

Langganan via Email​

Dapatkan Tips dan Berita Keuangan Gratis di Inbox Anda​