Home » Strategi-bisnis » 7 Cara Jitu Mengembangkan Cabang Bisnis Katering

7 Cara Jitu Mengembangkan Cabang Bisnis Katering

7 Cara Jitu Mengembangkan Cabang Bisnis Katering

Sebagai seorang pemilik bisnis katering, kamu tentu memiliki keinginan untuk mengembangkan cabang bisnis tersebut.

Misalnya, bisnis kateringmu beroperasi di Jakarta. Kamu mungkin memiliki keinginan untuk melebarkan sayap bisnismu ke kota-kota lain di sekitarnya, atau bahkan sampai ke beda pulau?

Nah, urusan membuka cabang baru ini sedikit lebih mudah daripada ketika kamu merintis usaha katering dari nol.

Tapi, bukan berarti ini bisa disepelekan, lho.

Jika kamu tidak serius dalam mengembangkan cabang, bisa saja bisnismu malah salah strategi dan mengalami kerugian.

Lalu, bagaimana caranya mengembangkan cabang baru di bisnis katering?

7 Cara Mengembangkan Cabang Bisnis Katering

Dengan semakin banyaknya orang yang juga menjalani bisnis katering, tentu akan semakin banyak pula pebisnis yang menjadi kompetitormu.

Jika kurang cekatan, bisa-bisa bisnismu akan dikalahkan oleh persaingan yang ada.

Nah, membuka cabang baru dari bisnis kateringmu tentu saja menjadi salah satu cara yang efektif untuk menghadapi persaingan usaha.

Tapi, sebelumnya kamu harus simak dulu beberapa hal di bawah ini, sebelum memutuskan untuk mengeluarkan modal dan membuka cabang baru.

Yuk, disimak!


1. Alasan membuka cabang baru

Hal pertama yang perlu kamu ketahui adalah alasan membuka cabang baru.

Kenapa? Karena kejelasan alasan ini akan membantu kamu mengarahkan strategi bisnis selanjutnya.

Apa yang mendorongmu untuk membuka cabang baru? Apakah karena cabang utama sudah cukup stabil? Atau hanya karena mengikuti tren kompetitor yang rajin membuka cabang di banyak tempat?

Alasanmu harus cukup jelas dan dapat dipertanggungjawabkan dalam perspektif bisnis.

Hindari memutuskan untuk membuka cabang, hanya karena keinginan impulsif.

Ingat, semua keputusan bisnis harus didahului dengan pengumpulan data dan informasi di lapangan.

Jika memang kondisi bisnis sekarang sudah cukup stabil, dan diperlukan ekspansi untuk mengembangkan pendapatan bisnis, maka kamu harus segera mempersiapkan cabang bisnis katering yang baru.


2. Analisis kondisi cabang utama

Setelah mendapatkan justifikasi yang sahih, maka langkah berikutnya adalah melakukan analisis terhadap kondisi cabang utama bisnis kateringmu.

Bagaimana aktivitas bisnisnya sekarang? Apakah semua permintaan konsumen dapat dipenuhi? Apa ada proses pembayaran yang tertunda? Bagaimana dengan kewajiban kamu sebagai pebisnis, apakah semua sudah dipenuhi?

Kamu perlu mengetahui betul kondisi bisnis ini luar dan dalam, agar dapat menilai dengan akurat apakah kamu sudah siap untuk membuka cabang bisnis baru.

Jika cabang utama sudah berjalan dengan stabil, dan secara finansial bisnismu mampu untuk melakukan ekspansi, maka sudah waktunya kamu  membuka cabang baru.

Namun, jika masih terdapat banyak masalah yang perlu diselesaikan pada cabang utama, ada baiknya kamu dan manajemen menyelesaikan terlebih dahulu urusan-urusan tersebut.

Hal ini untuk menghindari kamu mendapat kesulitan saat membuka cabang baru.

Bayangkan saja, ketika kamu sedang sibuk mengurus pembukaan cabang bisnis katering yang baru, kamu masih harus membagi fokus untuk menyelesaikan masalah-masalah di cabang lama.

Pasti akan sangat menyulitkan, bukan?


3. Analisis potensi bisnis katering di luar cabang utama

Jika sudah melakukan analisis terhadap cabang lama, dan dinilai tidak ada masalah yang berat, kamu bisa berlanjut ke analisis potensi bisnis di luar cabang utama.

Di lokasi mana bisnismu sebaiknya dikembangkan?

Misalnya, bisnismu yang berlokasi di Jakarta, beberapa kali mendapatkan permintaan konsumen untuk menyediakan jasa katering di Bandung.

Jumlah permintaan pun konsisten tiap bulan. Maka, dapat dipastikan bahwa target konsumenmu juga banyak berada di kota tersebut.

Oleh karena itu, kamu bisa mulai memikirkan potensi adanya cabang baru bisnismu di kota Bandung.


4. Pemilihan lokasi

Langkah selanjutnya adalah memilih lokasi bisnis.

Pilihlah lokasi bisnis yang representatif, namun tidak memberatkan kemampuan finansialmu juga.

Untuk bisnis katering, mungkin kamu memerlukan sebuah kantor dan juga area gudang atau tempat penyimpanan yang cukup luas.

Kamu juga perlu mempertimbangkan tempat singgah, atau tempat tinggal untuk para pegawai yang bekerja.

Jangan lupa untuk memastikan bahwa lokasi yang dipilih berada di lingkungan yang kondusif dan aman, ya.


5. Ketersediaan stok bahan baku

Sebelum memutuskan untuk memilih lokasi bisnis, ada baiknya juga kamu mempertimbangkan tentang akses stok bahan baku.

Apakah di lokasi bisnis katering yang baru kamu akan mudah mendapatkan stok bahan baku?

Atau apakah lokasi bisnismu mudah ditemukan oleh konsumen dan pemasok (supplier)?

Bagaimana dengan alur keluar masuk stok bahan baku tersebut, apakah lokasi pilihanmu terlalu sempit?

Apa ada bisnis katering serupa yang juga beroperasi di dekat lokasi bisnismu?

Kamu sebaiknya mempertimbangkan hal-hal di atas, sebelum memutuskan untuk menyewa atau membeli sebuah lokasi bisnis.


6. Ketersediaan tenaga kerja

Setelah melakukan riset tentang ketersediaan bahan baku, kamu juga perlu melakukan analisis tentang ketersediaan tenaga kerja di wilayah sekitar cabang bisnis yang baru.

Apakah ada warga lokal yang bisa kamu pekerjakan?

Atau kamu malah perlu membawa beberapa pegawai dari cabang utama, untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja?

Jika kamu mempekerjakan pegawai-pegawai baru, ada baiknya kamu membawa satu atau dua orang pegawai lama, dan jadikanlah mereka sebagai pengawas & instruktur untuk para pegawai baru.

Dengan begitu, pegawai lama dapat memberikan pengetahuan dan keahlian yang sama untuk para pegawai baru.

Bisnis katering di cabang baru milikmu pun akan terjaga kualitas pelayanannya.


7. Strategi pemasaran

Hal terakhir yang perlu dilakukan adalah melakukan pemasaran.

Bagaimana dengan strategi pemasaran di cabang utama, apakah bisa dilaksanakan di cabang yang baru? Bisa saja iya, namun bisa juga tidak.

Ini tergantung dari siapa target konsumenmu.

Kamu perlu melakukan segmentasi pasar lagi di cabang bisnis yang baru. Hal ini perlu dilakukan agar strategi pemasaranmu bisa berjalan mulus, dan tepat sasaran.

Secara teknis, kamu dapat memulai dengan memasang plang nama bisnis, dan tidak lupa menuliskan nomor kontak di sana.

Kemudian, kamu bisa mulai mengaktifkan layanan chat melalui WhatsApp dan Telegram, serta layanan surat elektronik (e-mail), untuk berinteraksi dengan konsumen di cabang baru.

Kamu bisa mengoptimalkan penggunaan media sosial seperti Instagram, Facebook, TikTok, dan YouTube, untuk mengumumkan bahwa kamu sudah memiliki cabang bisnis baru.

Jangan lupa juga untuk mendaftarkan lokasi dan profil cabang baru bisnismu di Google Business Profile, agar lebih memudahan siapa pun untuk menemukan lokasi cabang bisnis kateringmu yang baru.


Sudah Siap Mengembangkan Cabang Baru untuk Bisnis Katering Milikmu?

Itulah beberapa hal yang bisa kamu coba terapkan sebelum memutuskan untuk membuka cabang bisnis baru.

Mulai dari mencari justifikasi yang tepat, melakukan analisis di cabang utama, memilih lokasi, melakukan riset tentang ketersediaan stok bahan baku dan tenaga kerja, hingga ke penentuan metode pemasaran yang akan dilakukan.

Selamat mencoba!

. . .

Kalau kamu termasuk salah satu pelaku usaha kecil, online sellers, atau freelancers, KoinWorks punya satu solusi nih untuk semua kebutuhan keuangan kamu.

Mulai dari transfer antar bank tanpa biaya admin, pembuatan invoice & laporan keuangan, hingga ke akses yang fleksibel untuk mendapatkan pinjaman– semua ini khusus untuk mendukung usaha & bisnis kamu, dan bisa kamu dapatkan di KoinWorks NEO.

Yuk, cari tahu lebih banyak tentang KoinWorks NEO di sini!

[E-Book GRATIS] Dapatkan konten ekslusif seputar strategi bisnis di sini
DAFTAR SEKARANG!
Pilih E-book untuk kamu download.
Dalam Ebook ini mengulas:Cara mudah untuk pebisnis melakukan iklan Google Display Network berupa banner atau visual yang ampuh untuk meningkatkan penjualan.
Dalam Ebook ini mengulas:Membantu pebisnis mengetahui lebih banyak tentang performa promosi yang dilakukan di dunia digital terutamanya platform Facebook untuk menentukan audiens.
Dalam Ebook ini mengulas:Penggunaan Business Metrics/KPI yang tepat untuk melacak sejauh mana bisnis kita sudah berjalan dan seberapa banyak target dari usaha kita yang sudah tercapai.
Ingin tahu lebih lanjut, KoinWorks NEO mau kenalan sama kamu lebih dekat.
7 Cara Jitu Mengembangkan Cabang Bisnis Katering

Langganan via Email​

Dapatkan Tips dan Berita Keuangan Gratis di Inbox Anda​