Home » Strategi Bisnis » Cara Menghitung HPP Produk Bisnis Kopi dengan Tepat

Cara Menghitung HPP Produk Bisnis Kopi dengan Tepat

Cara Menghitung HPP Produk Bisnis Kopi dengan Tepat

Bagaimana menghitung HPP (harga pokok penjualan) yang tepat pada sebuah bisnis kopi?

Bagi semua pemilik bisnis, kemampuan mengetahui dan menentukan harga pokok penjualan (HPP) adalah hal yang wajib dimiliki

Pasalnya, dengan mengetahui harga pokok penjualan, pemilik usaha dapat menjadikannya sebagai acuan dalam menentukan harga jual produk, memperkirakan keuntungan, dan juga mengendalikan biaya.

Lalu, bagaimana cara yang tepat dalam menghitung HPP dalam bisnis kopi?


4 Komponen Penyusun HPP Produk Bisnis Kopi

Dalam menjalankan bisnis kopi, kamu dapat mengetahui HPP setelah menghitung seluruh komponen yang dibutuhkan untuk membuat secangkir kopi.

Nah, berikut ini adalah beberapa komponen perhitungan HPP yang bisa kamu jadikan referensi:


1. Komponen bahan baku

Komponen bahan baku adalah semua bahan pokok yang digunakan untuk membuat secangkir kopi.

Maka, setiap menu dapat terdiri dari komponen bahan baku yang berbeda.

Sebagai contoh, berikut adalah ketika kamu menghitung unsur bahan baku es kopi pisang:

  • Kopi bubuk, harga Rp100.000,00/kg, digunakan 5 gr, maka harganya Rp500,00
  • Gula cair, harga Rp80.000,00/5kg, digunakan 20 gr, maka harganya Rp320,00
  • Sirup pisang, harga Rp70.000,00/650ml, digunakan 20 ml, maka harganya mendekati Rp2.200,00
  • Es batu, harga Rp20.000,00/10kg, digunakan 150 gr, maka harganya Rp300,00
  • Air minum, harga Rp20.000,00/19 liter, digunakan 250 ml, maka harganya mendekati Rp300,00

Maka, total harga komponen bahan baku untuk segelas es kopi pisang adalah Rp3.620,00.

Download dan Aktivasi KoinWorks NEO

Kembangkan bisnis kamu sekarang!

DOWNLOAD

2. Komponen bahan pelengkap

Berikutnya adalah komponen bahan pelengkap.

Komponen ini terdiri dari peralatan yang kamu gunakan untuk menyajikan kopi; seperti cup plastik atau kertas beserta tutupnya, sedotan, kantong belanja, hingga kertas roll pada kasir.

Contohnya sebagai berikut.:

  • Cup beserta tutupnya seharga Rp500,00
  • Sedotan seharga Rp100,00
  • Kantong plastik dan tisu seharga Rp200,00
  • Kertas rol dan tinta mesin kasir Rp300,00

Maka total dari biaya komponen bahan pelengkap yang dibutuhkan untuk melengkapi segelas es kopi pisang hingga ke keperluan transaksi akhir adalah Rp1.100,00.


2. Komponen gaji karyawan

Komponen berikutnya adalah komponen gaji karyawan.

Sebenarnya agak sulit untuk menghitung berapa upah jasa karyawan dalam proses pembuatan secangkir es kopi.

Oleh karena itu, kamu dapat menghitungnya berdasarkan target penjualan kopi per hari.

Misalnya, kamu memiliki target penjualan kopi per hari adalah 200 cup.

Dalam sehari terdapat 2 karyawan yang terbagi dalam 2 giliran kerja/shift.

Jika gaji karyawan yang kamu keluarkan per bulan adalah Rp6.000.000,00 untuk 2 orang.

Maka, gaji tersebut bisa dibagi dengan target penjualan bulanan; yaitu Rp6.000.000,00 dibagi 6.000 cup perbulan, hasilnya Rp1.000,00.


4. Komponen fasilitas penunjang

Komponen terakhir adalah komponen fasilitas penunjang.

Pengeluaran untuk komponen biasanya adalah sewa tempat, biaya listrik, biaya air, serta sewa/pembelian mesin pembuat kopi.

Perhitungan biaya fasilitas penunjang dapat dilakukan dengan cara serupa seperti menghitung komponen gaji pegawai, yaitu dibagi dengan target harian atau bulanan.

Contohnya sebagai berikut:

Biaya sewa tempat per tahun adalah Rp6.000.000,00, maka biaya sewa tempat per cangkir kopi apabila penjualan per hari mencapai target adalah Rp6.000.000,00.

Kemudian, kamu bagi 365 hari dalam setahun, dan dibagi 200 cangkir kopi per hari. Hasilnya adalah Rp85,00.

Untuk perhitungan pemakaian biaya listrik per bulan adalah Rp300.000,00, dibagi rata-rata 30 hari perbulan, dibagi 200 cangkir kopi per hari. Hasilnya sejumlah Rp50,00.

Biaya air per bulan adalah Rp150.000,00, dibagi rata-rata 30 hari per bulan, dibagi 200 cangkir kopi per hari, hasilnya Rp25.00.

Biaya sewa mesin kopi adalah Rp6.000.000,00 per tahun, maka biaya per cangkir kopi adalah Rp6.000.000,00 dibagi 365 hari setahun. Kemudian, jumlah tersebut dibagi 200 cangkir kopi per hari, hasilnya Rp85,00.

Nah, total pengeluaran komponen fasilitas penunjang untuk secangkir kopi adalah Rp245,00.

Selanjutnya kamu dapat menghitung HPP dengan menghitung jumlah dari keempat komponen yang telah dijelaskan. Dari komponen-komponen tersebut, totalnya adalah Rp5.965,00.


Cara Menentukan Harga Jual

Hasil perhitungan HPP adalah acuan untuk menentukan harga jual.

Namun, setidaknya ada 2 hal lain yang perlu kamu pertimbangkan juga sebelum kamu menentukan harga jual, seperti berikut ini:


1. Menentukan keuntungan

Setelah kamu mendapatkan HPP, kamu juga perlu menentukan berapa besar keuntungan yang ingin kamu dapatkan.

Rata-rata bisnis minuman setidaknya mengambil laba 50% dari HPP.

Sebagai pemilik bisnis, kamu bisa menentukan sendiri berapa besar keuntungan, tidak harus selalu mengikuti standar 50%.

Apabila menghitung dari contoh HPP dari es kopi pisang di atas, maka Rp5.965,00 ditambah 50% adalah Rp8.947,00. Kamu bisa bulatkan menjadi Rp9.000,00.


2. Membandingkan harga jual dengan kompetitor

Dalam menentukan keuntungan di atas, kamu juga perlu memperhatikan berapa harga jual yang dipasang oleh para kompetitor.

Apakah harga Rp9.000,00 masih masuk termasuk harga normal, atau malah di atas harga pasaran?

Jangan sampai kamu menentukan keuntungan yang terlalu tinggi, hingga melebihi harga jual kompetitor.

Jika seperti itu, hampir dapat dipastikan konsumenmu malah akan menghindari membeli kopi dari bisnismu.

Sebaiknya, kamu hitung kembali berapa keuntungan yang kamu inginkan dan besarnya tidak melebihi rata-rata harga jual yang dipasang oleh kompetitor.


Sudah Paham Cara Menghitung HPP untuk Bisnis Kopi?

Itulah beberapa komponen yang perlu kamu perhatikan dalam membuat perhitungan HPP untuk bisnis kopi yang kamu jalankan.

Contoh perhitungan HPP produk bisnis kopi di atas bukanlah sebuah angka final dan mutlak, ya.

Setiap menu kopi yang terdiri dari bahan baku yang berbeda, sehingga HPP-nya juga mungkin berbeda.

Selain itu, jika misalnya target penjualan per hari kamu tidak mencapai 200 cangkir, seperti pada contoh di atas, maka kamu juga perlu mengubah perhitungan terutama ketika menghitung komponen gaji pegawai dan fasilitas penunjang.

Semoga bermanfaat!

. . .

Kalau kamu termasuk salah satu pelaku usaha kecil, online sellers, atau freelancers, KoinWorks punya satu solusi nih untuk semua kebutuhan keuangan kamu.

Mulai dari transfer antar bank tanpa biaya admin, pembuatan invoice & laporan keuangan, hingga ke akses yang fleksibel untuk mendapatkan pinjaman– semua ini khusus untuk mendukung usaha & bisnis kamu, dan bisa kamu dapatkan di KoinWorks NEO.

Yuk, cari tahu lebih banyak tentang KoinWorks NEO di sini!

Download aplikasi KoinWorks dan mulai kembangkan asetmu sekarang!

Langganan via Email​

Dapatkan Tips dan Berita Keuangan Gratis di Inbox Anda​