Home » Strategi Bisnis » Cara Tepat Menerapkan Mitigasi Risiko dalam Bisnis Kue

Cara Tepat Menerapkan Mitigasi Risiko dalam Bisnis Kue

Salah satu bisnis yang tidak pernah mati dan selalu memberi keuntungan adalah bisnis dari makanan dan minuman. Begitu pula dengan bisnis kue yang menyajikan berbagai macam kue, mulai dari kue kering hingga kue basah. Namun, tahukah kamu bagaimana cara menerapkan mitigasi risiko pada bisnis kue?

Karena setiap bisnis bisa terancam bangkrut apabila tidak dikelola dengan baik? Oleh sebab itu, setiap bisnis kue harus tahu cara menerapkan mitigasi risiko yang dengan tepat. 

4 Cara Menerapkan Mitigasi Risiko Bisnis Kue

Adapun 4 cara yang bisa kamu terapkan untuk menerapkan mitigasi risiko bisnis kue, antara lain: 

1. Adanya Manajemen Risiko

Manajemen risiko adalah sebuah metode yang digunakan untuk melaksanakan evaluasi dasar dan mencari tahu solusi paling efektif yang bisa dilakukan untuk memperbaiki sebuah masalah. Manajemen risiko dibagi menjadi dua, yaitu tradisional dan keuangan. 

Manajemen risiko tradisional berhubungan dengan segala sesuatu yang bisa terjadi secara alami dan legal, seperti musibah, kematian, dan adanya tuntutan dari pihak kejaksaan. 

Di dalam bisnis kue, kamu bisa saja terkena musibah seperti kebakaran yang berasal dari dapur. Pada saat ini terjadi, maka kamu harus segera menyelamatkan para karyawan dan pelanggan yang berada di toko. 

Lalu, segera telepon pemadam kebakaran di 113 melalui gawai. Oleh sebab itu, pastikan kamu memiliki SOP yang jelas dan tepat. 

Kemudian, ada manajemen risiko keuangan yang berhubungan dengan arus keuangan yang terjadi di dalam bisnis milikmu. Jangan sampai keuangan perusahaan jadi minus dan tidak untung. 

Kamu bisa menggunakan jasa konsultan agar terhindar dari risiko keuangan. Misalnya, kamu menggunakan jasa keuangan pada FR Consultan Indonesia dengan biaya jasa sekitar Rp 5 juta per bulan untuk mereview pembukuan keuangan bisnis kamu.   

2. Pengelolaan Bahan Baku 

Bahan baku merupakan faktor penting dalam bisnis makanan dan minuman. Semua bahan baku yang kamu miliki akan dimanfaatkan untuk berbagai menu. Terapkanlah sistem First In First Out yang berarti menggunakan bahan baku yang datangnya terlebih dahulu hingga stoknya habis.

Belilah lemari tempat menyimpan bahan baku yang kokoh dan sebisa mungkin transparan. Sehingga kamu bisa melihat dan menata dengan baik barang yang harus digunakan sebelum waktu expired tiba. Umumnya, lemari makanan transparan dibanderol dengan harga sekitar Rp 3.2 juta.  

Tidak hanya menyiapkan lemari makanan, kamu juga harus punya lemari pendingin khusus untuk menyimpan makanan yang bisa dibekukan. Seperti daging, sayur, dan buah. Belilah lemari pendingin khusus dengan kualitas yang bagus. Kamu akan merogoh kocek sekitar Rp 2.5 juta. 

3. Pelayanan Terhadap Pelanggan

Pelanggan merupakan orang penting dalam setiap bisnis. Tanpa mereka yang membeli, maka kamu tidak akan bisa untung. Namun, sayangnya semua pelanggan memiliki sifat yang berbeda-beda. Disinilah tantangan itu datang.

Demi mengurangi risiko, kamu harus menerapkan pelayanan yang terbaik terhadap pelanggan. Utamakan mereka dengan cara yang teratur. Kamu bisa melakukannya dengan memberikan produk yang berkualitas, bersikap ramah tanpa membeda-bedakan, dan mengapresiasi apa yang dilakukan pelanggan.

Sebagai contoh, beberapa pelanggan akan mengunggah foto atau video yang berisi konten dari brand milikmu. Biasanya mereka juga akan menandai brand di media sosial tersebut. Kamu bisa mengapresiasi mereka dengan cara mengunggah ulang dan mengucapkan terimakasih atas kedatangan mereka.

Selain itu, kamu juga bisa memberikan reward bagi para pelanggan yang loyal. Manfaatkanlah tanggal kembar untuk memberikan promo tertentu, seperti Beli 1 Gratis 1. Semakin kamu memperbaiki pelayanan, semakin banyak pelanggan yang akan menjadi loyal. 

4. Referensi Brand Besar

Setelah menerapkan tips pertama hingga ketiga, kamu juga bisa melakukan riset mendalam tentang bisnis kue di Indonesia. Pelajarilah brand besar yang sudah sukses dan berhasil punya pelanggan setia. Contohnya adalah Dapur Cokelat yang menjadi pioner dalam memproduksi kue berbahan dasar cokelat.

Brand ini telah ada sejak lama, tahun ini saja Dapur Cokelat sudah berulang tahun ke-21. Brand ini menyiapkan berbagai macam produk, mulai dari kue regular, makanan ringan, minuman, hingga kue yang bisa di custom sesuai keinginan pelanggan. 

Kini Dapur Cokelat sukses besar dan jadi produk andalan, sebab selalu berinovasi dan menawarkan produk berkualitas tinggi. Selain itu, Dapur Cokelat juga memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan. Sebagai contoh, Dapur Cokelat tidak pernah bosan memberikan promo dan diskon produk di hari-hari besar. 

Karena kegigihannya, brand ini berhasil menerapkan mitigasi risiko dan jadi kesayangan banyak orang. Dapur Cokelat juga memiliki cabang yang beredar luas di seluruh Indonesia. Jadi, lakukan riset khusus yang menjelaskan bagaimana brand bisnis kue bisa bertahan dan menguntungkan banyak uang tanpa lupa pelanggan. 

Yuk, Terapkan Mitigasi Risiko dalam Bisnis Kue Secara Tepat!

Menjajakan makanan manis dengan berbagai rasa akan selalu bisa menarik banyak pelanggan. Aromanya yang harum dan rasa yang lezat tidak akan bisa mati, sebab semua orang pasti tergoda untuk mencicipinya. Sayangnya, tidak semua orang tahu bagaimana cara untuk bertahan saat berbisnis kue.

Risiko bisnis akan selalu ada dan bisa muncul kapan saja. Namun, kamu juga pasti bisa mengatasinya dengan baik asal tahu cara menerapkan mitigasi risiko bisnis kue yang tepat. Mulai dari mengetahui akar permasalahan dan menerapkan solusi paling efektif untuk mengatasi masalah tersebut.


Bank digital hadir untuk pelaku UKM, freelancers, dan online sellers di Indonesia. 

Urus segala keperluan bisnis dan keuangan pakai KoinWorks NEO. Kemudahan berbagai layanan seperti bebas biaya transfer antar bank dan pinjaman modal tanpa agunan untuk bisnismu hanya dengan satu aplikasi! 

Download aplikasi KoinWorks dan mulai kembangkan asetmu sekarang!

Langganan via Email​

Dapatkan Tips dan Berita Keuangan Gratis di Inbox Anda​