Home » Strategi Bisnis » 5 Strategi Simpel untuk Membangun Bisnis Kuliner Kamu

5 Strategi Simpel untuk Membangun Bisnis Kuliner Kamu

Ketika memutuskan untuk memulai bisnis kuliner, kamu perlu menerapkan strategi yang tepat untuk membangun bisnis kamu.

Mengapa? Karena selain potensi bisnisnya besar, persaingan di bisnis kuliner juga lumayan ketat.

Kalau salah langkah, bisa-bisa bisnis kamu malah merugi.

Nah, berikut ini adalah beberapa cara mudah untuk mengembangkan bisnis kuliner, yang bisa segera kamu coba.

Yuk, disimak!

5 Strategi Simpel untuk Membangun Bisnis Kuliner Kamu

Berikut ini beberapa strategi untuk membangun bisnis kuliner, yang bisa kamu coba:

1. Pemilihan lokasi

Strategi yang pertama mengenai pemilihan lokasi.

Pada saat membangun bisnis kuliner, kamu perlu mempertimbangkan beberapa faktor untuk menentukan lokasi usaha, yaitu: kemudahan akses lokasi, jumlah kompetitor, keamanan, dan juga harga sewa.

Kemudahan akses menuju lokasi kamu merupakan satu hal yang penting.

Semakin mudah aksesnya, semakin besar pula kesempatan lokasi bisnis kuliner kamu didatangi konsumen.

Beberapa hal yang kamu perlu perhatikan adalah kondisi jalan di sekitar, dan juga jumlah rute kendaraan umum yang melintas.

Selanjutnya, kamu juga harus memperhatikan kompetitor yang juga berjualan di area tersebut.

Hindari memilih lokasi bisnis yang sudah terlalu ramai dengan bisnis lain yang juga berjualan produk serupa dengan bisnismu.

Berikutnya adalah kondisi lokasi itu sendiri.

Apakah berada di tengah-tengah aktivitas konsumen yang menjadi target pasarmu?

Biasanya bisnis kuliner akan ramai pengunjung jika berada di lingkungan padat penduduk, area sekolah atau kampus, kawasan perkantoran, dan pusat perbelanjaan.

Perlu diingat, semakin ramai dan potensial kawasan yang kamu incar, maka biasanya semakin tinggi juga biaya sewa per bulannya.

Sesuaikanlah anggaran untuk lokasi bisnis dengan modal yang kamu miliki.

2. Menu andalan

Tentukan ciri khas dari bisnis kulinermu. Apa menu andalannya?

Apakah kamu akan fokus ke makanan yang berat, atau hanya sekadar camilan?

Apakah kamu ingin menjual menu nasi rames, atau lebih mengikuti tren dengan menjual menu katering sehat?

Ini penting untuk ditentukan di awal, agar kamu bisa segera membangun brand awareness untuk bisnis kulinermu.

Jika calon konsumen sudah mengenali brand bisnis kulinermu, dan mengasosiasikannya dengan beberapa menu andalan, langkah kamu ke depannya untuk memajukan bisnis tersebut akan lebih mudah.

3. Digital marketing

Jika dulu suatu bisnis akan lebih banyak menggunakan media massa untuk berpromosi & beriklan, maka kini adalahnya masanya digital marketing & media sosial.

Sebaiknya kamu mulai mempelajari juga ilmu-ilmu dasar mengenai media sosial yang bisa kamu gunakan untuk mengembangkan bisnis kuliner kamu.

Contoh media sosial yang bisa kamu gunakan adalah seperti TikTok, Instagram, Facebook, Twitter, dan YouTube.

Masing-masing media sosial tersebut memiliki keunggulan dan kelemahannya sendiri.

Selain berinteraksi dengan konsumen melalui media sosial tersebut, kamu juga bisa mencoba untuk beriklan di sana.

Platform seperti Google, Instagram, Facebook, dan TikTok memiliki fitur untuk memasang iklan dengan biayanya masing-masing.

Jika target pasarmu adalah para pegawai kantoran hingga ke pelajar dan mahasiswa, menggunakan media sosial untuk memasarkan bisnis kulinermu adalah langkah yang sangat tepat.

Nantinya, saat bisnismu sudah semakin maju, mungkin kamu perlu mempekerjakan seorang Digital Marketer atau Social Media Specialist untuk mengurus akun-akun media sosial tersebut.

4. Kualitas pelayanan

Satu hal yang tidak berubah dari masa lalu dan masa sekarang adalah, para konsumen selalu menyukai bisnis yang memiliki pelayanan terbaik.

Kualitas pelayanan yang baik & konsisten, dapat menciptakan kepuasan yang memorable bagi para konsumen.

Untuk meningkatkan kualitas pelayanan, kamu bisa melakukan training secara berkala kepada para pegawai, menyiapkan tempat duduk dan meja yang bersih dan nyaman untuk konsumen, sistem pembayaran dan pemesanan yang anti lemot, dan masih banyak lagi.

Hal ini berlaku tidak hanya untuk konsumen yang makan di bisnis kuliner kamu, tapi juga untuk konsumen yang memesan secara online, lho.

Kepuasan konsumen akan membuat mereka untuk kembali membeli di bisnis kamu, dan juga membuat mereka bercerita ke orang-orang terdekatnya bagaimana bagusnya pelayanan di bisnis kuliner kamu.

Dengan begitu, pelayanan yang baik dan tulus akan menjadi media promosi gratis bagi bisnis kuliner kamu.

Sebaliknya, jika rasa makanan di bisnis kuliner milikmu enak, tetapi konsumen merasa tidak dilayani dengan baik, mereka malah akan berhenti datang ke tempatmu.

Bahkan, bukan tidak mungkin mereka malah menyarankan orang-orang terdekat untuk tidak membeli makanan dari bisnis kulinermu.

5. Evaluasi rutin

Setelah semua strategi dilakukan secara konsisten, lakukanlah evaluasi terhadap masing-masing parameter.

Bagaimana hasil penjualan bulan ini?

Apa menu yang paling sering dibeli?

Dari mana penjualan paling banyak berasal, dine-in atau online delivery?

Bagaimana kinerja para supplier?

Apakah ada keluhan dari konsumen?

Bagaimana kinerja perlengkapan di dapur, apa ada yang rusak?

Bagaimana dengan kinerja para pegawai?

Informasi-informasi ini harus selalu kamu dapatkan, baik dalam rentang mingguan maupun bulanan, dan diproses untuk dilihat hasilnya. Apa yang bisa diperbaiki untuk periode berikutnya?

Dengan begitu, kamu akan selalu memperbaiki diri dan siap memberikan pelayanan terbaik setiap saat.

. . .

Apa Ada Strategi Membangun Bisnis Kuliner yang Sudah Kamu Terapkan?

Itulah beberapa strategi dan cara simpel yang bisa kamu segera coba, untuk mengembangkan bisnis kuliner.

Perlu kamu ingat, tidak ada aturan khusus mengenai cara terbaik menjalani suatu bisnis. Karena setiap bisnis memiliki konsepnya masing-masing.

Hal yang bisa kamu lakukan untuk terus berkembang adalah dengan terus belajar dan bereksperimen.

Selamat mencoba, dan semoga bisnis kulinermu bisa berkembang pesat!


Kalau kamu termasuk salah satu pelaku usaha kecil, online sellers, atau freelancers, KoinWorks punya satu solusi nih untuk semua kebutuhan keuangan kamu.

Mulai dari transfer antar bank tanpa biaya admin, pembuatan invoice & laporan keuangan, hingga ke akses yang fleksibel untuk mendapatkan pinjaman– semua ini khusus untuk mendukung usaha & bisnis kamu, dan bisa kamu dapatkan di KoinWorks NEO.

Yuk cari tahu lebih banyak tentang KoinWorks NEO di sini!

Download aplikasi KoinWorks dan mulai kembangkan asetmu sekarang!

Langganan via Email​

Dapatkan Tips dan Berita Keuangan Gratis di Inbox Anda​