Home » Strategi-bisnis » 7 Strategi Mengatur Stok Bahan Baku untuk Bisnis Kuliner

7 Strategi Mengatur Stok Bahan Baku untuk Bisnis Kuliner

7 Strategi Mengatur Stok Bahan Baku untuk Bisnis Kuliner

Mengatur stok bahan baku adalah bagian yang sangat penting dalam bisnis kuliner.

Pasalnya, dengan banyaknya variasi bahan baku dalam bisnis tersebut, seringkali membutuhkan cara dan juga masa penyimpanan yang berbeda.

Data dari Oracle Netsuite menyebutkan, bahwa 10% stok makanan kerap terbuang tanpa sampai ke tangan konsumen.

Hal seperti ini dapat mulai dikurangi dengan pengelolaan bahan baku yang tepat.

7 Strategi Mengatur Stok Bahan Baku untuk Bisnis Kuliner

Nah, berikut ini adalah 7 tahapan strategi dalam mengatur stok bahan baku bisnis kuliner, yang bisa kamu terapkan di bisnis kamu:

 

Manajemen inventori (inventory management)

Strategi yang pertama adalah membuat inventory management.

Pada tahap ini kamu perlu menyusun daftar bahan baku sesuai tujuan, cara penyimpanan, dan siklus perputarannya.

Berikut ulasannya:

1. Tujuan

Kamu perlu mendata dan memisahkan bahan baku berdasar tujuan, seperti berikut:

  • Barang yang langsung dijual, contohnya air mineral dan minuman kaleng.
  • Bahan penolong, contohnya kertas tisu dan peralatan makan.
  • Bahan penunjang proses produksi, misanya minyak goreng dan berbagai bumbu.

2. Cara penyimpanan

Selanjutnya, berdasarkan cara penyimpanan setidaknya terdapat 4 kategori.

  • Lemari pendingin, contohnya untuk buah dan sayuran.
  • Chiller, contohnya untuk bahan baku yang harus  dalam kondisi dingin tetapi tidak beku, seperti minuman, tahu, dan bumbu jadi.
  • Freezer, untuk bahan beku seperti daging, sosis, dan sejenisnya.
  • Lemari pendingin khusus, biasanya untuk makanan yang langsung disajikan, seperti dessert.

3. Siklus perputaran

Terakhir, kamu perlu membedakan penyimpanan bahan baku berdasarkan siklus perputarannya, yaitu:

  • Fast-moving, atau barang yang siklus perputarannya relatif pendek. Biasanya berkaitan dengan masa kadaluarsa. Contohnya seperti buah, sayur, dan daging.
  • Slow-moving, atau barang yang siklus perputarannya relatif lebih lama. Misalnya seperti peralatan makan, kertas tisu, dan kemasan makanan.

 

3-Way-Matching

Ini adalah metode yang digunakan dalam proses pembelian bahan baku.

3-way-matching adalah pencocokan 3 sumber data untuk memastikan keakuratan jumlah bahan baku yang dibeli.

Ketiga sumber data ini adalah purchase order (PO), yang harus sesuai dengan invoice dari supplier, serta harus sesuai juga dengan good receipt note (GRN), atau dokumen barang diterima.

Dalam metode ini, kamu perlu memperhatikan berbagai informasi penting, seperti tanggal pemesanan, penerimaan barang, pembayaran, serta siapa yang menerima & menghitung barang.

 

FEFO (first expired, first out)

Ini adalah aturan mendasar dalam manajemen stok bahan baku, yaitu barang dengan kedaluwarsa terdekat yang sebaiknya digunakan lebih dulu.

Sebagai contoh, bisnis kuliner milikmu membeli stok tepung dengan tanggal kedaluwarsa 20 Desember 2022. Maka stok tersebut harus dipakai lebih dahulu daripada stok sejenis dengan tanggal kedaluwarsa 24 Maret 2023.

Kamu dapat mengatur lemari penyimpanan, agar stok lama berada pada posisi yang lebih mudah dijangkau.

Selain itu, tulislah tanggal kedaluwarsa tiap stok pada kartu stock opname atau stock recording yang ada di setiap pintu penyimpanan.

Jadi, kamu dapat mengambil stok paling lama tanpa perlu melakukan pengecekan satu per satu.

 

Stock Opname

Pada bisnis kuliner, stock opname atau stock recording adalah agenda rutin setiap menjelang tutup gerai, atau akhir periode.

Melakukan stock opname berarti menghitung fisik stok semua jenis bahan baku.

Pencatatan stock opname ditulis pada kartu agar mudah dilihat, dan mudah untuk dilakukan pencocokan data.

Pencocokan dilakukan dengan melihat perbandingan jumlah stok sebelumnya, jumlah penjualan, dan jumlah stok saat ini.

Misalnya, stok kemasan makanan hari sebelumnya adalah 450 buah, hari ini makanan terjual sejumlah 135 buah, artinya stok kemasan ketika tutup gerai hari ini seharusnya berjumlah 315 buah.

Stock opname dilakukan tidak hanya untuk memastikan ketersediaan stok dan memenuhi permintaan konsumen, tetapi juga untuk mencegah financial loss, seperti kehilangan barang.

 

Forecasting

Ini adalah tahap dimana kamu akan menggunakan informasi dari inventory management dan stock opname, sebagai rujukan untuk memprediksi jumlah bahan baku yang perlu ditambahkan ke penyimpanan.

Ketika melakukan forecasting, pemilik bisnis kuliner harus jeli dalam melakukan estimasi, berapa banyak jumlah bahan baku yang harus dibeli untuk periode penjualan berikutnya.

Misalnya, mendekati liburan panjang natal dan tahun baru biasanya banyak bisnis kuliner yang kebanjiran konsumen, sehingga menghabiskan stok bahan baku lebih banyak dari biasanya.

Kamu tentu tidak ingin bisnismu kehabisan barang di saat konsumen sedang ramai berkunjung, bukan?

Nah, forecasting dapat mencegah terjadinya hal tersebut.

 

Penggunaan software 

Banyaknya informasi serta data yang harus kamu proses untuk bisa mengambil keputusan yang tepat dapat membuat pemilik bisnis kewalahan.

Namun, kamu tak perlu terlalu khawatir, sudah banyak tersedia program software yang dapat membantum pekerjaanmu.

Kamu dapat memilih software untuk stock management, yang terintegrasi dengan bagian keuangan bisnis.

Hal ini penting, karena selain dapat membantu kamu mengawasi & mengatur stok, tapi bisa juga membantu mengawasi pemasukan & pengeluaran dari bisnis kuliner milikmu.

 

Peer-to-peer relationship

Terakhir adalah strategi dalam menjaga relasi baik dengan supplier bahan baku.

Ini adalah strategi yang telah menuntun McDonald’s menjadi restoran dengan supply chain management yang sukses.

Alih-alih fokus pada harga per item bahan baku, McDonald’s fokus untuk membangun relasi jangka panjang dengan tiap supplier dengan cara menjalin komunikasi secara formal maupun informal.

Tujuannya, tentu saja untuk menjaga kestabilan & kualitas pasokan bahan baku.

McDonald’s memperlakukan supplier sebagai partner yang akan mendukungnya mencapai target.

. . .

Kamu Sudah Siap Mengatur Stok Bahan Baku di Bisnis Kuliner Milikmu?

Itulah beberapa strategi jitu untuk membantu kamu mengatur stok bahan baku di bisnis kuliner.

Ingat ya, mengoptimalkan strategi dalam mengatur stok bahan baku itu tidak hanya akan mencegah kerugian, tetapi juga membantu bisnismu untuk berkembang dengan cepat.

Selamat mencoba!


Kalau kamu termasuk salah satu pelaku usaha kecil, online sellers, atau freelancers, KoinWorks punya satu solusi nih untuk semua kebutuhan keuangan kamu.

Mulai dari transfer antar bank tanpa biaya admin, pembuatan invoice & laporan keuangan, hingga ke akses yang fleksibel untuk mendapatkan pinjaman– semua ini khusus untuk mendukung usaha & bisnis kamu, dan bisa kamu dapatkan di KoinWorks NEO.

Yuk cari tahu lebih banyak tentang KoinWorks NEO di sini!

[E-Book GRATIS] Dapatkan konten ekslusif seputar strategi bisnis di sini
DAFTAR SEKARANG!
Pilih E-book untuk kamu download.
Dalam Ebook ini mengulas:Cara mudah untuk pebisnis melakukan iklan Google Display Network berupa banner atau visual yang ampuh untuk meningkatkan penjualan.
Dalam Ebook ini mengulas:Membantu pebisnis mengetahui lebih banyak tentang performa promosi yang dilakukan di dunia digital terutamanya platform Facebook untuk menentukan audiens.
Dalam Ebook ini mengulas:Penggunaan Business Metrics/KPI yang tepat untuk melacak sejauh mana bisnis kita sudah berjalan dan seberapa banyak target dari usaha kita yang sudah tercapai.
Ingin tahu lebih lanjut, KoinWorks NEO mau kenalan sama kamu lebih dekat.
7 Strategi Mengatur Stok Bahan Baku untuk Bisnis Kuliner

Langganan via Email​

Dapatkan Tips dan Berita Keuangan Gratis di Inbox Anda​