Home » Strategi-bisnis » Menghapus Kekhawatiran Freelancer dengan Adanya Transaksi Terjadwal

Menghapus Kekhawatiran Freelancer dengan Adanya Transaksi Terjadwal

Pembayaran Terjadwal

Pandemi COVID-19 sudah berlangsung lebih dari 2 tahun lamanya. Meskipun belum sepenuhnya pulih, kita sudah bisa melihat perubahan ke arah positif untuk hidup ‘berdamai’ dengan pandemi ini. Kabarnya, pandemi global ini sudah mengarah menjadi endemi, sehingga seharusnya bisa ditangani di dalam negeri secara lokal.

Kehadiran pandemi mengubah banyak hal, serta membuat semua orang harus kembali beradaptasi dengan situasi dan kondisi yang baru, tanpa terkecuali. Biarpun ia seorang presiden, pejabat pemerintahan, direktur perusahaan ternama, tenaga kesehatan, hingga pemilik warteg, semua harus memutar otak untuk bertahan di tengah gempuran pandemi ini.

Ada satu kalangan yang juga pastinya terdampak efek negatif dari pandemi COVID-19 ini, yaitu gig economy, khususnya para freelancer. “Pekerja lepas” ini biasanya bekerja bergantung dari proyek yang datang. Ada kalanya freelancer mendapat beberapa proyek sekaligus dalam satu waktu, sehingga tidak perlu risau akan masalah keuangan. Namun, ketika dihempas pandemi COVID-19, carut marut pulalah cash flow yang mereka punyai. Ada masa-masa di mana freelancers akan sepi job, karena the world was at pause. 

Saat ini banyak orang yang memilih menjadi seorang freelancer karena dianggap dapat menciptakan suasana work life balance, jika dibandingkan dengan bekerja sebagai karyawan di kantoran. Freelancer juga bisa mengatur sendiri beban pekerjaan mereka, mulai dari jumlah proyek yang diterima, timeline pengerjaan yang lebih fleksibel, bahkan penyesuaian fee atau rate jasa yang mereka berikan. Jika tidak menemukan kecocokan, mereka juga lebih leluasa dalam menolak pekerjaan yang datang.

Salah satu masalah yang sangat berpotensi menimpa freelancers, terutama jika tidak memiliki proyek yang sustainable, adalah cash flow atau aliran pemasukan. Perbedaan yang cukup terlihat antara pekerja lepas dengan pekerja kantoran adalah arus penghasilan. Pekerja lepas tidak memiliki pemasukan rutin, beda halnya dengan karyawan kantoran yang mendapat gaji setiap bulannya, ditambah bonus atau insentif tahunan. Pekerja lepas akan mendapatkan penghasilan ketika proyek yang ia kerjakan selesai, sesuai banyaknya pekerjaan yang ia lakukan.

Jadi, jika saat itu ia mengerjakan banyak proyek, maka ia bisa mendapat banyak penghasilan. Sebaliknya, jika pekerja lepas tidak mengerjakan proyek apapun, maka ia juga tidak akan memiliki penghasilan.

Tak ada kata terlambat bagi freelancer untuk mulai mengatur keuangannya, agar bisa lebih siap dalam menghadapi segala kemungkinan yang terjadi di masa depan, terutama yang tidak terduga. 

Ada beberapa tips yang bisa dilakukan pekerja lepas jika ingin mengatur keuangannya, seperti:

Menyiapkan Tabungan Sebelum Memutuskan Menjadi Seorang Freelancer

Memiliki tabungan atau dana darurat memang bermanfaat bagi semua orang, tidak hanya freelancer, namun, hal ini akan memudahkan kamu jika ingin beralih pekerjaan dari karyawan. 

Selama menjadi karyawan, kamu memiliki penghasilan tetap, sehingga bisa saja kamu merasa tidak perlu memiliki dana darurat yang cukup besar. Namun, selama menjadi freelancer, belum tentu kamu bisa langsung memiliki penghasilan yang stabil. Mungkin, di beberapa bulan pertama, kamu hanya memiliki sedikit proyek, sekaligus membangun portofolio. Di sinilah kamu akan membutuhkan sokongan dana dari uang tabungan atau dana darurat yang telah kamu siapkan sebelumnya. Dana ini bisa digunakan baik untuk keperluan pribadi, atau keperluan operasional pekerjaan yang kamu lakukan.

Biasanya, besarnya dana darurat ini berkisar antara 4-6x biaya bulanan yang kamu keluarkan jika masih single, atau 6-12x jika kamu sudah berkeluarga. Akan lebih baik jika kamu sudah menentukan range dana tabungan yang ingin kamu siapkan saat memulai menjadi pekerja lepas. 

Biaya operasional pekerjaan yang bisa masuk ke dalam pertimbangan kamu di antaranya: meeting budget, communication budget, working equipment, akomodasi atau transportasi jika diperlukan, kursus pengembangan kompetensi, dan lain-lain.


Membuat Anggaran dan Melakukan Pencatatan Keuangan

Setelah menentukan jumlah tabungan yang akan kamu punyai, selanjutnya kamu bisa mulai membuat anggaran, lalu melakukan pencatatan keuangan.

Menentukan anggaran merupakan hal penting, sebab ini bisa membantu kamu memperkirakan berapa besar pengeluaran dan pendapatan kamu. Buat pos-pos terpisah untuk kebutuhan yang berbeda-beda, misalnya antara kebutuhan pribadi dan kebutuhan bisnis atau profesional. Selanjutnya, buatlah catatan keuangan yang rapi, baik untuk pendapatan maupun pengeluaran kamu. Fungsinya adalah:

  • Memberikan informasi ada-tidaknya anggaran kamu untuk suatu hal
  • Memudahkan tracking keuangan kamu, mulai dari sumber dana, alokasi dana, hingga pos pengeluaran
  • Membantu kamu menentukan strategi investasi di masa depan

Budayakan Menabung Secara Rutin

Memulai karir baru sebagai seorang pekerja lepas tidak boleh menghambat kamu dalam menabung. kamu bisa membuat pos terpisah untuk mulai menabung kembali dengan sumber dana berasal dari penghasilan baru kamu sebagai seorang freelancer. Menabung untuk freelancer bukan sesuatu yang tidak mungkin, lho!

kamu bisa mulai menabung sebesar 20 persen dari penghasilan kamu, atau setidaknya 10 persen, jika memang kamu belum bisa menata keuangan secara stabil. Angka yang dianjurkan untuk ditabung sebenarnya sebesar 30 persen dari penghasilan, namun kamu bisa start slowly. Jika kamu bisa menabung sebesar 30-40 persen, kamu akan bisa lebih leluasa mempersiapkan dana pensiun dan investasi untuk masa yang akan datang.

Besaran persentase ini bisa kamu tentukan dengan mempertimbangkan tiga hal:

  • Besarnya tabungan yang kamu miliki saat ini
  • Jumlah cicilan yang masih harus ditanggung
  • Rencana jangka panjang kamu selama 5-25 tahun ke depan

Hindari Jeratan Utang Konsumtif

Memiliki utang memang bukan hal yang tabu untuk dibicarakan, apalagi dilakukan. Memiliki utang bukan suatu hal yang salah, namun perhatikan juga kebutuhan kamu.

Hindari utang yang bersifat konsumtif dan tidak memberi nilai tambah, terutama untuk pekerjaan kamu, di kala kondisi keuangan kamu belum begitu stabil. Selain tidak menambah aset, hal ini akan memberatkan dan menyusahkan kamu di kemudian hari.


Bersiap Untuk Kondisi Darurat

Bagi seorang pekerja lepas, memiliki dana darurat merupakan hal yang amat penting. kamu tidak akan tahu hal-hal luar biasa apa yang akan terjadi di kemudian hari, seperti pandemi COVID-19 ini. Tidak ada salahnya jika kamu memberi perhatian pada keadaan darurat.

Dana darurat ini juga bisa kamu gunakan ketika proyek sedang sepi, sehingga kamu tidak mendapatkan pemasukan sama sekali. Sehingga, kamu bisa menggunakan dana ini untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

kamu juga bisa membuka asuransi. Umumnya, freelancer tidak ditunjang dengan benefit kesehatan yang sama dengan karyawan kantoran. Padahal, tidak jarang pekerja lepas memiliki timeline pekerjaan yang cukup padat, hingga rentan terkena penyakit yang dipengaruhi oleh aktivitas yang tidak sesuai porsinya. Dengan memiliki asuransi tambahan, kamu akan merasa lebih tenang dalam bekerja. Tentu saja, you should take care of your health and lifestyle in the very first place. 


KoinWorks NEO Hadir untuk Kesejahteraan Freelancer

Risiko kondisi keuangan freelancer ini juga berpotensi dipengaruhi oleh hal lainnya, yaitu jadwal pembayaran invoice pekerjaan. Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, pandemi COVID-19 memberi dampak ke semua industri dan kalangan, tanpa terkecuali. Perusahaan-perusahaan yang menggunakan jasa freelancer, tentu terkena juga. 

Cash flow perusahaan yang terganggu, akan berpengaruh kepada pembayaran jasa pekerja lepas, sehingga ada potensi pembayaran tertunda. Belum lagi jika perusahaan belum menggunakan teknologi finansial dalam melakukan pembayaran jasa, dan masih menggunakan metode transfer manual. Akan banyak potensi masalah terjadi, dan akan berpengaruh ke banyak orang.

Jika perusahaan mengalami keterlambatan dalam pembayaran invoice, hal ini juga bisa menurunkan tingkat kepercayaan pekerja lepas terhadap perusahaan sebagai pemberi pekerjaan, juga menurunkan kredibilitas. Lalu, apa yang bisa dilakukan perusahaan untuk mengatasi hal ini?

Sebagai pebisnis yang juga menggunakan jasa beberapa pekerja lepas, tentu saya tidak mau freelancer saya mengalami trust issue kepada perusahaan. Sehingga, saya pun mencoba beradaptasi dengan teknologi finansial terkini. Saya memutuskan mencoba salah satu financial app yaitu KoinWorks NEO

Setelah saya mencari tahu lebih dalam, ternyata KoinWorks NEO ini memiliki fitur yang saya butuhkan, yaitu Payment Link. Melalui fitur ini, saya bisa membuat pengingat untuk pembayaran yang belum lunas, sehingga saya tidak perlu khawatir melewatkan pembayaran yang sudah jatuh tempo. Saya juga tidak perlu khawatir akan besarnya biaya administrasi, karena KoinWorks NEO membebaskan penggunanya dari biaya administrasi.

Selain penjadwalan pembayaran, KoinWorks NEO juga memiliki fitur Send Money yang mencakup monitor status transaksi dan menjadwalkan pembayaran, sehingga saya tidak perlu melakukan transfer secara manual. Limit transaksi yang diberikan KoinWorks NEO juga cukup besar, yaitu hingga Rp250 juta, sehingga saya tidak perlu membagi-bagi pembayaran hanya karena batas transfernya sudah melampaui.

Saya melihat KoinWorks NEO ini sebagai financial app yang cocok bagi pebisnis, maupun pekerja-pekerja kreatif, termasuk freelancer, online shop, hingga influencers. Sangat membantu penggiat gig economy yang semakin hari semakin berkembang, terutama setelah dikatalisasi oleh pandemi COVID-19.

Gina Valerina
Beware of little expenses, a small leak will sink a great ship - Benjamin Franklin
[E-Book GRATIS] Dapatkan konten ekslusif seputar strategi bisnis di sini
DAFTAR SEKARANG!
Pilih E-book untuk kamu download.
Dalam Ebook ini mengulas:Cara mudah untuk pebisnis melakukan iklan Google Display Network berupa banner atau visual yang ampuh untuk meningkatkan penjualan.
Dalam Ebook ini mengulas:Membantu pebisnis mengetahui lebih banyak tentang performa promosi yang dilakukan di dunia digital terutamanya platform Facebook untuk menentukan audiens.
Dalam Ebook ini mengulas:Penggunaan Business Metrics/KPI yang tepat untuk melacak sejauh mana bisnis kita sudah berjalan dan seberapa banyak target dari usaha kita yang sudah tercapai.
Ingin tahu lebih lanjut, KoinWorks NEO mau kenalan sama kamu lebih dekat.
Menghapus Kekhawatiran Freelancer dengan Adanya Transaksi Terjadwal

Langganan via Email​

Dapatkan Tips dan Berita Keuangan Gratis di Inbox Anda​