Home » Strategi Bisnis » Cara Efisien Mengatur Stok Bahan Baku dalam Bisnis Boba

Cara Efisien Mengatur Stok Bahan Baku dalam Bisnis Boba

Besarnya peminat akan minuman kekinian boba mendorong kehadiran berbagai gerai minumannya dalam berbagai rasa.

Bisnis minuman kekinian boba memanglah sangat menggiurkan, mengingat tingginya animo masyarakat terhadap jenis minuman ini yang akhirnya berdampak langsung pada tingginya penjualan.

Namun, para pengusaha boba dihadapi oleh masalah lain, yaitu banyaknya kompetitor minuman sejenis.

Sebut saja beberapa gerai boba terkenal yang memiliki jenis minuman yang mirip, tingginya persaingan ini pun berakibat pada naik turunnya penjualan.

Terlebih jika ada pesaing baru yang lebih terkenal, penjualan bisa menurun secara drastis.

Hal ini membuat pengusaha minuman boba harus memutar otak agar bisa memastikan stok bahan baku tetap aman dan efisien.

Boba sendiri adalah jenis minuman yang terdiri dari susu, gula, dan topping bubble yang terbuat dari tepung tapioka.

Bahan baku boba sendiri punya daya tahan yang tidak terlalu lama, terutama susunya.

Beberapa jenis susu, khususnya fresh milk memiliki daya tahan yang sangat rendah.

Oleh karena itu, pengusaha boba wajib memastikan stoknya tetap aman, tidak kekurangan ataupun kelebihan.

Apabila stok ini tidak terjaga, tentunya dapat membuat pengusaha boba menuju ambang kerugian.

Untuk itu, ada beberapa cara efisien untuk mengatur stok bahan baku boba yang bisa diterapkan.

Simak ulasannya di bawah ini.

Pahami Jenis-jenis Persediaan

Stok bahan baku boba sendiri terbagi ke dalam beberapa jenis.

Kamu bisa mengelompokkannya berdasarkan kategori, yaitu jenis persediaan, cara penyimpanan, dan perputaran siklusnya.

Berdasarkan Persediaan

Persediaan yang kamu siapkan dengan tujuan untuk dijual.

Beberapa pengusaha biasanya mengemas langsung minumannya agar setiap ada pembeli, ia hanya perlu mengambil barang tanpa perlu menunggu penjual membuatkannya lagi.

Misalnya, topping bubble.

Selain itu, ada pula barang pendukung.

Barang ini yang biasanya digunakan untuk melengkapi produk yang akan kamu jual, misalnya gelas, sedotan, dan tisu.

Jangan lupakan bahan untuk proses produksi.

Barang ini berperan penting dalam proses produksi, seperti air, gula, susu, dan lainnya.

Berdasarkan Cara Penyimpanan

Persediaan atau bahan yang harus disimpan dalam keadaan dingin di dalam chiller, tetapi tidak sampai beku.

Contohnya adalah susu.

Selanjutnya, ada juga barang-barang yang bisa disimpan dalam suhu ruang dan tidak cepat rusak.

Misalnya gelas, sedotan, plastik, dan lainnya. 

Ada pun bahan frozen, yaitu bahan yang biasanya disimpan di dalam freezer atau harus dalam keadaan beku, seperti es batu.

Berdasarkan Perputaran Siklus

Pertama adalah fast moving.

Barang ini biasanya memiliki periode permintaan yang relatif cepat, seperti kebutuhan kertas struk, gelas, sedotan, dan bahan baku minuman boba.

Juga ada slow moving, barang yang umumnya punya periode permintaan yang relatif lambat.

Contohnya,  peralatan untuk membuat boba, yaitu gelas, sendok, toples, atau blender.

Buat Data Persediaan

Jika kamu sudah membuat kategori persediaan untuk usaha gerai boba kamu, langkah selanjutnya adalah mengumpulkan data persediaan.

Buatlah data ini selengkap dan seakurat mungkin.

Cantumkan juga tanggal kadaluarsa dari masing-masing bahan.

Kelengkapan data ini berkaitan dengan jumlah persediaan selanjutnya.

Oleh karena itu, kamu harus memastikan jumlah barang yang tersedia di gudang sebagai persediaan sesuai dengan data yang sudah kamu buat. 

Kamu bisa mencatatnya secara manual menggunakan buku dan pena atau memanfaatkan sistem pencatatan bahan secara otomatis menggunakan software seperti Inventory Management, Ms Excel, Easy Catalogue, dan lain-lain.

Lakukan Forecasting

Forecasting adalah istilah yang dipakai untuk menentukan jumlah produksi produk pada kondisi pasar yang tidak menentu.

Pada pengaturan stok, forecasting dilakukan untuk menentukan berapa jumlah barang yang ingin ditambahkan ke dalam gudang.

Sebagai contoh, pada bulan Mei, kamu menghabiskan 50 karton susu untuk kebutuhan pembuatan boba.

Di bulan selanjutnya, kamu mungkin akan membutuhkan 50 karton susu. 

Namun, kamu juga perlu memperhatikan kondisi-kondisi lain, seperti musim hujan yang menyebabkan permintaan terhadap minuman dingin menurun.

Pisahkan Stok Lama dan Baru

Ketika melakukan pengecekan stok di gudang, kamu harus mengidentifikasi manakah stok barang lama dan stok barang baru.

Usahakan stok barang lama digunakan lebih dahulu agar tidak terlanjur basi, sehingga membuat kamu rugi.

Jika kamu punya gudang yang besar, kamu bisa memisahkan stok barang lama dan baru.

Buatkan label tanggal pembelian dan tanggal kadaluarsa dari masing-masing barang.

Tujuannya agar memudahkan kamu mengidentifikasi mana barang yang harus segera keluar dan mana yang bisa disimpan lebih lama.

Periksa Lagi Stok Barang Sebelum Disimpan

Sebelum menyimpan stok barang di dalam gudang, sangat penting untuk melakukan pengecekan barang.

Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada barang yang bocor atau kemasannya yang rusak.

Kerusakan pada kemasan barang tentu akan membuatmu rugi.

Selain itu, hal ini akan membuat gudangmu menjadi kotor, bau, dan tidak higienis lagi.

Ingatlah untuk selalu menjaga kebersihan gudang agar bisa memberikan minuman yang berkualitas dan bersih.

Itulah beberapa cara efisien untuk mengatur stok bahan baku dalam bisnis boba.

Sebagai seorang pebisnis boba, kamu harus melakukan pengecekan barang secara rutin untuk memastikan stok barang terjaga.

Jika terjadi kekurangan, kamu harus segera melakukan pembelian.

Namun, jika ada barang berlebih, pastikan kamu bisa membuat barang tersebut segera terpakai supaya lebih efisien.

Supaya lebih mudah lagi, kamu bisa menggunakan KoinWorks NEO untuk kebutuhan transaksimu.

Kamu dapat menikmati beragam kemudahan melalui satu aplikasi yang dirancang canggih hanya untukmu.

Mulai dari pembuatan invoice, pengiriman uang, hingga melakukan pinjaman, semuanya tanpa biaya tersembunyi.

Yuk, coba sekarang!

Download aplikasi KoinWorks dan mulai kembangkan asetmu sekarang!

Langganan via Email​

Dapatkan Tips dan Berita Keuangan Gratis di Inbox Anda​