Home » Strategi Bisnis » Anti Rumit, Begini Cara Mengatur Stok Barang pada Bisnis Pakaian Anak!

Anti Rumit, Begini Cara Mengatur Stok Barang pada Bisnis Pakaian Anak!

Menjaga atau mengatur stok pakaian anak yang dijual adalah kegiatan rutin yang harus dilakukan oleh pemilik bisnis pakaian anak. Mengapa? Karena stok pakaian anak yang dikelola dengan baik bisa meminimalisir terjadinya kendala bisnis, seperti produksi dan penjualan yang terhambat.

Karena sifatnya penting, maka kamu harus mulai mengatur stok barang atau produk pakaian anak pada bisnis yang kamu jalankan. Bagaimana caranya? Simak jawabannya hanya di artikel ini, ya!

Cara Mengatur Stok Barang untuk Bisnis Pakaian Anak

Stok pakaian anak yang dikelola dengan cara tidak tepat bisa menimbulkan masalah hingga menyebabkan kerugian. Demi menjaga keberlangsungan bisnis pakaian anak milikmu, berikut cara tepat mengatur stok pakaian anak yang bisa kamu coba langsung:

Mencatat Stok Barang

Cara pertama yang harus kamu lakukan saat mengatur stok pakaian anak adalah membuat daftar catatan stok produk pakaian. Pastikan daftar pencatatan ini dilakukan dengan teliti dan akurat, karena berfungsi sebagai proses pengelolaan stok pakaian anak nantinya.

Sebelum melakukan pencatatan, ada beberapa hal yang perlu kamu siapkan terlebih dahulu. Mulai dari buku khusus untuk mencatat daftar stok pakaian anak, pulpen, penggaris, hingga kalkulator agar saat penjumlahan jumlah stok lebih akurat.

Catatlah stok pakaian anak yang sudah kamu kemas dan simpan di dalam rak-rak gudang penyimpanan dengan teliti.

Proses pencatatan ini meliputi jumlah stok pakaian anak yang masuk ke dalam gudang penyimpanan dan jumlah pakaian anak yang keluar untuk dijual kepada pelanggan. Pada tahap ini, kamu dituntut untuk teliti dan akurat agar tidak terjadi kesalahan atau selisih penjumlahan.

Nantinya daftar stok pakaian anak ini menjadi acuan kamu untuk mengelola stok barang lebih efektif dan efisien. Selain itu, juga bisa menjadi acuan kamu untuk mengambil keputusan yang tepat, khususnya berapa jumlah pakaian yang harus diproduksi dan lain sebagainya.

Memperkirakan Persediaan Stok Barang yang Dibutuhkan

Cara berikutnya adalah membuat perkiraan persediaan stok pakaian anak yang akan dibutuhkan. Tentukanlah jumlah pakaian anak yang kamu produksi berdasarkan model dan ukurannya.

Contoh, untuk pakaian anak dengan model atau jenis pakaian tidur tersisa 30 buah. Berisi 10 pcs pakaian tidur size 6, 8 pcs pakaian tidur size 4, dan 12 pcs pakaian tidur size 8.

Sedangkan dalam daftar pencatatan stok pakaian sebelumnya menunjukkan bahwa pakaian tidur ini termasuk jenis pakaian anak yang paling laris terjual. Bahkan mencapai 200 pcs setiap bulannya dengan rincian kurang lebih 80 pcs pakaian ukuran 6, 70 pcs pakaian ukuran 4, dan 50 pcs pakaian ukuran 8.

Sementara, sisa pakaian tidur di toko yang belum terjual ada sekitar 20 pcs yang berisi 5 pcs ukuran 6, 5 pcs ukuran 4, dan 10 pcs ukuran 8. 

Maka, untuk memenuhi kebutuhan 200 pcs penjualan pakaian anak, kamu harus memproduksi sekitar 150 pcs. Terdiri dari 65 pcs pakaian tidur ukuran 6, 57 pcs untuk ukuran 4, dan 28 pcs pakaian tidur untuk ukuran 8.

Demi mengurangi terjadinya human error, kamu bisa menggunakan bantuan software untuk mencatat stok pakaian anak milikmu. Contoh, software yang bisa kamu gunakan adalah stock buffer.

Software ini memiliki fitur yang akurat dan real time, sehingga memudahkan kamu dalam meninjau dan melakukan pemesanan atau produksi pakaian anak yang dibutuhkan. Sehingga, risiko terjadinya pemesanan atau produksi secara double atau lebih pun bisa dihindari.

Menyimpan Stok dengan Benar

Menyimpan stok pakaian dengan benar juga termasuk bagian dari mengatur stok barang yang tujuannya bersifat penting, yaitu menjaga kualitas pakaian anak agar tidak rusak.

Sebelum menyimpan pakaian anak yang sudah selesai diproduksi, jangan melewatkan proses quality control. Hal-hal yang perlu kamu perhatikan adalah ukurannya sesuai, warna tidak pudar, jahitan rapi, sablonnya bagus, dan lain sebagainya.

Setelah produk pakaian anak lulus quality control, selanjutnya simpan produk pada rak-rak di dalam gudang sesuai dengan jenis atau kodenya. Misalnya, untuk pakaian tidur berada di rak berwarna putih. Di bagian paling atas untuk pakaian tidur ukuran 6, di bagian kedua untuk ukuran 4, dan rak putih terakhir untuk pakaian ukuran 8.

Memisahkan stok pakaian anak bertujuan untuk memudahkan kamu dalam pencatatan sisa stok dan pencarian stok yang akan dijual. Jadi, pastikan di dalam gudang kamu memiliki beberapa rak sesuai dengan jumlah jenis pakaian anak yang diproduksi.

Kamu bisa memesan rak pakaian secara online yang dijual mulai dari Rp 750 ribu sampai Rp 2 juta sesuai dengan bahan dan jumlah susunan rak tersebut.

Selain memisahkan berdasarkan jenis dan ukuran, kamu juga perlu menyimpan stok pakaian sesuai dengan tanggal produksinya. Misalnya, di dalam rak pakaian tidur tersisa 30 pcs, kemudian produksi bulan ini ada 150 pcs, maka pisahkan keduanya tapi masih berada dalam rak yang sama.

Memisahkan stok barang bertujuan agar stok pakaian yang lama lebih dulu dijual. Jika kamu mendahulukan stok baru ketimbang stok lama, maka kualitas pakaian dari stok lama pun akan berkurang karena terlalu lama disimpan di dalam rak.

Yuk, Atur Stok Pada Bisnis Pakaian Anak dengan Tepat!

Itulah tiga cara mengatur stok pada bisnis pakaian anak yang bisa kamu coba. Bagaimana? Cukup mudah, bukan? Selamat mencoba, ya!


Bank digital hadir untuk pelaku UKM, freelancers, dan online sellers di Indonesia. 

Urus segala keperluan bisnis dan keuangan pakai KoinWorks NEO. Kemudahan berbagai layanan seperti bebas biaya transfer antar bank dan pinjaman modal tanpa agunan untuk bisnismu hanya dengan satu aplikasi! 

Lihat juga berbagai panduan dan informasi bisnis hanya di KoinWorks.

Download aplikasi KoinWorks dan mulai kembangkan asetmu sekarang!

Langganan via Email​

Dapatkan Tips dan Berita Keuangan Gratis di Inbox Anda​