Home » Strategi Bisnis » Langkah Membangun Bisnis Pakaian yang Sukses

Langkah Membangun Bisnis Pakaian yang Sukses

Pakaian adalah kebutuhan pokok manusia. Oleh karenanya, bisnis di bidang ini tidak akan pernah kehabisan konsumen. Walau demikian, luasnya pasar serta banyaknya pemain membuat industri ini menjadi cukup menantang. Maka dari itu, jika kamu ingin membangun bisnis pakaian yang sukses, kamu membutuhkan 6 langkah di bawah ini!

Tips Membangun Bisnis Pakaian

Apabila kamu berniat untuk menekuni bisnis pakaian dengan membuat dan membangun brand mu sendiri, berikut ini 6 langkah yang tak boleh terlewat:

Perencanaan Visi dan Misi

Ini adalah hal yang paling mendasar, intinya adalah bagaimana kamu akan menjalankan bisnis pakaian ini. Tak sedikit pelaku bisnis pakaian yang memulai dengan kerjasama antara dua atau lebih orang untuk mengumpulkan modal lebih.

Apabila kamu berniat melakukannya, setidaknya kamu dan partner harus sepakat tentang visi dan misi, jika tidak ingin kerjasama putus di tengah jalan.

Misalnya, bisnis mengusung visi ingin menguasai pasar pakaian wanita muda pekerja. Maka salah satu contoh misi yang harus berjalan adalah pemotretan model hingga endorsement yang sesuai.

Di dalam hal pemotretan dan membangun brand image, kamu dapat mencontoh ATS The Label. Brand lokal ini juga menyasar wanita muda yang modern dan aktif.

Biaya pemotretan profesional berkisar Rp 6.000.000 per 6 jam. Namun, ada juga penyedia jasa yang mematok harga dengan cara berbeda, yaitu Rp 100.000 per foto. Kamu dan partner harus sepakat dengan biaya ekstra yang timbul.

Menentukan Pasar

Pakaian dipakai oleh semua orang. Oleh karena luasnya pasar kamu harus menentukan target yang spesifik. Memilih pasar yang paling familiar dengan dirimu sendiri dapat menjadi pilihan bijak, agar kedepannya lebih mudah bagimu untuk mengikuti trend.

Sebagai gambaran, segmentasi dalam bisnis pakaian merujuk pada beberapa hal berikut ini:

  • Demografi: Terdiri dari usia, jenis kelamin, dan lokasi tempat tinggal.
  • Psikografi: Aktivitas sehari-hari serta nilai-nilai yang dianut. Misalnya, pakaian pekerja kantoran tentu berbeda dengan pekerja lapangan.
  • Alasan Pembelian: Pakaian memang termasuk kategori kebutuhan pokok. Namun, dalam pemenuhannya pakaian tertentu dapat tergolong sebagai barang mewah.
  • Sumber Informasi: Hal ini berkaitan dengan dari mana konsumen memperoleh informasi tentang produk pakaian. Contohnya, dari selebgram, e-commerce, majalah fesyen, atau yang lainnya.
  • Minat: Minat konsumen berpengaruh pada tipe pakaian yang dipakainya. Misalnya, pakaian dengan banyak detail aksesoris atau yang sederhana.

Kelima kategori segmentasi ini akan membantumu memilih jenis pakaian yang akan kamu buat serta bagaimana strategi dalam pemasarannya nanti.

Contohnya, kamu akan membangun bisnis pakaian kerja pria dan wanita usia produktif dengan sasaran pasar ekonomi menengah di kota besar, kamu dapat berkiblat pada The Executive.

Mencari Bahan Baku

Sebagai pelaku bisnis pakaian, kamu harus paham bahan baku apa saja yang harus kamu siapkan. Hal ini bergantung pada jenis pakaian yang akan kamu buat. Berikut ini kategori bahan baku bisnis pakaian sebagai gambaran untukmu:

Kain

Kain adalah bahan baku utama dalam bisnis pakaian. Terdapat berbagai jenis kain dengan tujuan penggunaan yang berbeda. Misalnya katun combed cocok untuk kaos. Sedangkan untuk kemeja kamu dapat menggunakan kain acrylic yang lembut dan ringan.

Kain biasanya dijual per gulung dengan harga Rp 2.000.000 – Rp 3.000.000 per 100 yard. Apabila kamu perlu melakukan uji coba bahan, sebaiknya membeli secara ecer terlebih dahulu.

Aksesoris

Aksesoris utama yang harus kamu sediakan, antara lain kancing dan resleting. Bahan ini umumnya dijual grosir. Contohnya, kancing berisi 144 pieces dijual dengan harga Rp 36.500 di Shopee.

Aksesoris Custom

Sedangkan aksesoris custom adalah yang harus kamu buat secara khusus. Misalnya label merek, label harga, dan kancing khusus.

Bekerjasama dengan Penjahit

Pada langkah ini, kamu harus lebih dahulu menentukan berapa banyak pakaian yang akan kamu produksi. Apabila kamu membuat pakaian secara exclusive, yaitu 1 model hanya ada 1 atau beberapa pieces, maka kamu perlu bekerjasama dengan penjahit.

Sedangkan jika kamu akan memproduksi pakaian secara massal, maka kamu perlu membuat kontrak dengan konveksi.

Perbandingan biaya antara penjahit dan konveksi memang cukup jauh. Kisarannya, biaya jahit 1 kemeja di penjahit adalah Rp 250.000, sedangkan di konveksi adalah Rp 150.000 untuk 20 kemeja.

Membuat Desain dan Prototype

Bisnis pakaian adalah bisnis yang juga menjual ide, yaitu desain model pakaian.  Maka tidak ada salahnya jika kamu memulainya dengan membuat desain dan prototype terlebih dahulu sebelum melakukannya dalam skala besar.

Kemudian kamu dapat menunjukkan prototype kepada teman dan kerabat untuk meminta pendapat mereka. Pada tahap ini kamu juga sekaligus melakukan uji coba bahan baku dan penjahit.

Strategi Pemasaran

Pada langkah ini, kamu perlu menentukan dimana saja kamu akan menjual produk pakaianmu. Kamu dapat menjual secara exclusive, misalnya hanya melalui official store dan website brand. Hal ini dilakukan oleh H&M.

Namun, apabila kamu ingin menjangkau konsumen yang lebih luas, kamu dapat menggunakan metode reseller dan dropship. Misalnya, melalui website brand atau e-commerce seperti Shopee, Tokopedia, Lazada, Blibli, dan lain-lain.

Siap Membuka Bisnis Pakaian Sekarang Juga?

Semoga kamu memperoleh informasi yang bermanfaat untuk membangun bisnis pakaian artikel ini. Selamat membangun brand pakaian mu sendiri!


Lihat berbagai strategi tepat dan efisien untuk bisnis pakaian kamu.

Bank digital khusus UKM pertama di Indonesia hadir untuk bantu segala keperluan bisnis dan keuangan kamu.

Kemudahan berbagai layanan seperti bebas biaya transfer antar bank dan pinjaman modal tanpa agunan untuk bisnismu hanya dengan KoinWorks NEO!

Lukito Wijaya

Download aplikasi KoinWorks dan mulai kembangkan asetmu sekarang!

Langganan via Email​

Dapatkan Tips dan Berita Keuangan Gratis di Inbox Anda​