Home » Strategi Bisnis » Tips Mitigasi Risiko Inventory Bisnis Pakaian

Tips Mitigasi Risiko Inventory Bisnis Pakaian

Pasca pandemi, usaha tekstil terus diprediksi akan mengalami pertumbuhan atau setidaknya stabil. Apakah kamu jadi tertarik untuk terjun ke bisnis tekstil, khususnya pakaian? Namun, kamu harus paham mitigasi dan risiko inventory saat berbisnis pakaian.

Risiko Inventory Sangat Penting dalam Bisnis Pakaian

Mitigasi utama yang harus kamu pikirkan pada bisnis pakaian adalah terkait risiko inventory. Pasalnya, pada bisnis pakaian terdapat jenis, warna, hingga ukuran pakaian yang berbeda. Hal ini membuat bagian inventory bisnis pakaian sangat rentan terkena masalah. Simak cara mengantisipasinya berikut ini:

1. Manajemen Data yang Baik

Langkah pertama, tentu saja melakukan manajemen data dengan baik. Sekarang ini sudah ada banyak aplikasi manajemen data yang sangat mudah digunakan. Seperti misalnya aplikasi “Barang dan Persediaan” yang bisa kamu unduh di Google Play Store.

Melalui aplikasi ini, kamu bisa memanfaatkan berbagai fitur dasar secara gratis. Jika menginginkan fitur lengkap, kamu akan dikenai biaya sebesar Rp 19.990 per bulan atau Rp 199.000 per tahun.

Apabila berlangganan, kamu akan menikmati beragam fitur. Seperti input harga produk, memasukkan data konsumen dan supplier, bahkan data yang diatur bisa untuk lebih dari satu toko.

Aplikasi ini akan memudahkan kamu mendapatkan laporan aktivitas bisnis. Beberapa diantaranya adalah laporan daftar transaksi, laporan penjualan berdasarkan item, pembelian berdasarkan pemasok, dan masih banyak lainnya.

2. Gudang dan Toko yang Terorganisasi dengan Baik

Salah satu kesulitan memiliki bisnis pakaian adalah banyaknya jenis dari ukuran hingga warna. Mengorganisasi pakaian baik di toko maupun di gudang akan menghindarkanmu dari stok yang hilang.

Sebagai contoh, berikan satu tempat khusus untuk setiap kelompok pakaian dengan jenis yang sama. Letakkan pakaian sejenis, namun berbeda ukuran di sebelahnya. 

Di ruang penjualan, pastikan karyawan kamu segera mengembalikan pakaian yang tidak pada tempatnya. Begitu juga dengan di gudang, selalu tempatkan pakaian di rak yang sesuai. 

3. Menggunakan Sistem Point-of-Sale

Ketika bisnis pakaianmu sudah semakin besar, saatnya kamu mempertimbangkan untuk menggunakan sistem point-of-sale (POS) yang terintegrasi. POS adalah sistem pembayaran yang terkomputerisasi seperti mesin EDC.

Menggunakan POS akan memudahkan bagian kasir untuk melakukan penghitungan barang yang terjual setiap berakhirnya shift kerja mereka. 

Bila ingin menggunakan sistem ini, kamu harus memiliki barcode untuk setiap produk. Cara membuat barcode adalah sebagai berikut:

  • Kamu harus mendaftar terlebih dahulu ke GS1 cabang Indonesia. Klik di sini untuk mendapatkan formulirnya. Setelah mengisi lengkap, silahkan kirimkan formulirnya ke info@gs1id.org. Proses verifikasi akan membutuhkan waktu maksimal dua hari.
  • Setelah itu, kamu akan mendapatkan invoice untuk membayar biaya keanggotaan di GS1. Biaya disesuaikan dengan besar kecilnya bisnismu. Apabila modal bisnismu di bawah 250 juta, maka biaya hanya sekitar 1 juta rupiah. Jika menjadi anggota GS1, kamu akan mendapatkan 1000 nomor barcode nantinya.
  • Nantinya, sekitar 7 hari kerja, kamu akan mendapatkan surel berisi username dan password. Sekarang ini, kamu sudah bisa melakukan permintaan kode barcode atau membuatnya dengan aplikasi registrasi produk online. Salah satunya seperti barcode.tec-it.com. 
  • Ketika membuat barcode produk pakaian, disarankan kamu memilih jenis UPC-A atau EAN 13. Karena kedua jenis barcode ini umum digunakan di dunia retail.

Demi mendukung sistem point-of-sale, kamu membutuhkan alat sensor, harganya sekitar 1,6 juta rupiah. Sedangkan untuk alat kasir lengkap harganya sekitar 5 juta rupiah di Tokopedia.

4. Lakukan Stock Opname

Tips selanjutnya untuk manajemen stok adalah melakukan stock opname dengan rutin. Apabila bisnis pakaianmu masih kecil, kamu bisa melakukannya tiga hingga enam bulan sekali.

Namun, apabila toko sudah ramai, misalnya penjualan di atas 50 potong pakaian perhari, pertimbangkan melakukannya seminggu sekali atau bahkan setiap hari.

Stock opname dilakukan dengan mencocokkan kuantiti barang baik yang ada di toko maupun gudang dengan catatan stok. Apabila ada selisih, maka kamu harus segera mencari penyebabnya. 

Misalnya hanya karena salah hitung, salah penempatan pakaian di rak lain, atau bahkan pencurian. Khusus masalah pencurian, kamu bisa segera menggunakan loss prevention tags, harga satuannya sekitar Rp 3.000 di Alibaba.

5. Lakukan Sesuatu untuk Barang yang Kurang Laku

Di dalam bisnis, kamu mengenal hot products dan cold products. Hot products adalah barang yang mudah terjual dan cold products adalah sebaliknya. Inilah salah satu pentingnya tips manajemen data, agar kamu bisa segera mengetahui mana produk yang laku dan tidak.

Cold products membutuhkan perlakuan khusus agar tidak tertimbun di gudang terlalu lama dan berakhir rusak. Tertimbunnya produk juga menyebabkan gudang penuh dan merusak flow barang yang mudah terjual.

Perlakuan khusus bisa kamu lakukan dengan memberikan diskon atau dijual bundling bersama dengan produk yang laris. Kerugian akibat memberikan diskon atau jual bundling tetap lebih menguntungkan dibandingkan produk itu rusak di gudang.

Pemasaran ulang dengan strategi di atas juga akan dapat menyenangkan konsumenmu hingga menjadi pelanggan yang setia.

Lakukan Manajemen Inventory yang Baik untuk Hindari Kerugian

Apakah kamu sudah siap melakukan manajemen inventory bisnis pakaian dengan baik, sebagai langkah mitigasi? Banyaknya jenis pakaian mungkin akan menjadi tantangan yang besar, namun dengan tips di atas, maka masalahmu akan terselesaikan.


Untuk para pelaku usaha kecil dan menengah, online sellers, dan freelancers. Kamu bisa lihat artikel lainnya di KoinWorks untuk dapatkan insight positif bagaimana cara berbisnis!

Nikmati kemudahan transaksi bisnis dan keuangan kamu dalam satu aplikasi hanya di KoinWorks NEO!

Lukito Wijaya

Download aplikasi KoinWorks dan mulai kembangkan asetmu sekarang!

Langganan via Email​

Dapatkan Tips dan Berita Keuangan Gratis di Inbox Anda​