Home » Strategi Bisnis » Cara Membangun Unique Selling Proposition pada Bisnis Sepatu Anak

Cara Membangun Unique Selling Proposition pada Bisnis Sepatu Anak

Rintangan pertama yang akan kamu hadapi ketika memulai bisnis sepatu anak adalah banyaknya kompetitor. Oleh sebab itu, kamu harus membangun Unique Selling Proposition (USP) dari produk kamu agar bisa unggul dari kompetitor.

Secara sederhana Unique Selling Proposition dapat diartikan sebagai hal-hal yang bisa membedakan produk kamu dari kompetitor. Ini merupakan konsep yang sangat penting karena berkaitan dengan promosi dan penjualan suatu produk.

Cara Membangun Unique Selling Proposition (USP)

Membangun Unique Selling Proposition untuk bisnis sepatu anak bukanlah hal yang sulit. Kamu bisa ikuti langkah-langkah membangun Unique Selling Proposition berikut ini:

1. Tentukan Target Pasar

Menentukan target pasar adalah hal paling mendasar yang perlu kamu lakukan ketika membangun sebuah bisnis. Setelah kamu tahu target pasar, cari tahu apa saja masalah yang dihadapi atau apa saja yang dibutuhkan oleh target customer kamu?

Setelah itu, kamu bisa tentukan Unique Selling Proposition dari bisnis kamu berdasarkan masalah serta kebutuhan para target customer ini. Tempatkan produk kamu sebagai “hero” atau solusi dari masalah dan kebutuhan mereka.  

Pada bisnis sepatu anak, target pasar kamu adalah para orang tuanya. Karena sang anak belum mempunyai daya beli. Maka dari itu, pastikan produk kamu memiliki keunikan tersendiri sehingga mampu menarik para orang tua untuk membeli produk sepatu anak yamu jual. 

2. Identifikasi Kompetitor

Langkah kedua yang perlu kamu lakukan adalah identifikasi kompetitor. Apa yang mereka tawarkan, bagaimana penawaran Anda berbeda, dan marketing message mana yang berhasil untuk merek lain?

Kamu bisa cari tiga hingga lima brand yang mirip dengan model bisnis kamu, lalu identifikasi masing-masing brand tersebut. Misalnya Freddie the Frog, Nike Prewalker, Tamagoo Prewalker, Mary Jane Ballet Shoes, dan Baby Moccasins.

Buat daftar kelebihan dan kekurangan mereka, lalu pertimbangkan bagaimana kamu akan menempatkan brand kamu untuk membidik pasar yang tidak mampu mereka jangkau. 

3. Posisikan Unique Selling Proposition untuk Menyoroti Manfaat Produk

Seperti yang dijelaskan pada langkah pertama, tempatkan produk kamu sebagai “hero” atau solusi dari masalah yang dihadapi oleh target customer. Kamu bisa menyoroti manfaat menggunakan produk kamu, sehingga target customer menjadi lebih tertarik.

Contohnya adalah Freddie the Frog. Ia menyoroti manfaat dari produknya adalah bahan sepatu anak yang soft soles enteng, fleksibel, serta lembut. Sehingga, cocok untuk anak yang sedang belajar berjalan.

4. Buat Unique Selling Proposition yang Jelas dan Ringkas

USP yang baik harus jelas dan ringkas sehingga tersampaikan pada target customer dengan baik. Kebanyakan customer tidak suka dengan promosi yang panjang dan berlebihan. Oleh karena itu, pastikan USP yang kamu buat tetap singkat, manis, dan to the point.

Contoh USP yang baik adalah Baby Moccasins yang menawarkan sepatu anak dengan sol anti slip dan bertekstur. Sehingga, aman bagi anak-anak yang suka berlarian. 

5. Lakukan Pengujian dan Revisi pada Unique Selling Proposition

Cobalah buat pengujian pada USP kamu untuk memastikan USP tersebut bisa tersampaikan. Kamu bisa tanyakan teman atau orang-orang terdekat kamu yang sekiranya bisa menjadi target customer.

Minta pendapat mereka tentang USP yang kamu buat, jika masih dirasa kurang, kamu bisa revisi dan uji ide terbaru kamu.

6. Buat Promosi yang Unik

Bukan saja produk yang harus memiliki keunikan, tetapi cara promosi juga harus unik dan menggambarkan USP dari produk kamu. Buat promosi yang unik, menarik, dan punya potensi viral agar semakin banyak customer yang datang padamu. 

Salah satu contoh promosi yang unik dan punya potensi viral adalah iklan anak-anak yang sedang berlomba lari sambil disoraki orang tuanya. Demi mendapatkan hadiah produk sepatu limited edition

Faktor-Faktor Penting dalam Membuat USP

Ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan ketika membangun sebuah USP, seperti berikut ini:

1. Tegas dan Dapat Dipertahankan

Sebuah USP haruslah tegas, sehingga produk kamu mampu membuat customer mengingat produk yang kamu jual dibanding produk kompetitor meskipun menjual produk yang sama persis.

Hal ini bisa dilihat dari USP yang ditawarkan Teh Pucuk Harum, di mana ia memberikan USP bahwa Teh Pucuk Harum adalah teh terbaik, karena diambil dari pucuk daun teh. Padahal, semua teh yang beredar di pasaran terbuat dari daun teh bagian pucuk.

2. Fokus pada Hal-hal yang Penting bagi Customer

Keunikan tidak selalu menjadi fokus utama bagi customer, terkadang mereka lebih fokus pada hal-hal yang menurut mereka penting. Kamu bisa jadikan hal-hal yang penting menurut customer sebagai Unique Selling Point.

Sebagai contoh, dalam bisnis sepatu anak kamu bisa buat campaign 10% dari penjualan setiap sepatu akan didonasikan untuk anak-anak yang tidak mampu membeli sepatu.

3. Bukan Sekedar Slogan

Biasanya brand-brand besar juga menjadikan USP sebagai slogan mereka. Namun, akan lebih baik lagi jika USP bisa diwujudkan dalam sektor lain pada bisnis kamu dibanding hanya dikomunikasikan semata.

Kamu bisa mulai membuat USP pada toko-toko di e-commerce, konten sosial media,  kebijakan pengembalian jika customer membeli secara online, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Buat USP Sendiri, Yuk!

Setelah membaca ulasan ini, kamu sudah bisa membuat Unique Selling Proposition untuk bisnis sepatu anak kamu tanpa perlu mempekerjakan seorang marketer professional. Tentunya hal ini akan sangat menghemat budget, khususnya untuk kamu yang baru memulai bisnis.


Bank digital khusus UKM pertama di Indonesia hadir untuk bantu segala keperluan bisnis dan keuanganmu. 

Nikmati kemudahan transaksi dalam satu aplikasi dan berbagai strategi bisnis hanya di KoinWorks NEO! Daftar sekarang!

Download aplikasi KoinWorks dan mulai kembangkan asetmu sekarang!

Langganan via Email​

Dapatkan Tips dan Berita Keuangan Gratis di Inbox Anda​