Home » Strategi Bisnis » Cara Tepat Menjaga Bahan Baku Sepatu Anak

Cara Tepat Menjaga Bahan Baku Sepatu Anak

Kerusakan bahan baku bisa menyebabkan kerugian pada bisnis.

Sebagai pemilik bisnis sepatu anak, tentu saja kamu tidak ingin mengalami kerugian berkepanjangan, bukan?

Bahan baku sepatu anak harus dijaga dengan benar agar produk yang dihasilkan berkualitas.

Jika penjagaannya dilakukan sembarangan, maka bahan baku tersebut akan mudah rusak dan tidak bisa digunakan.

Agar bahan baku sepatu anak di gudang tidak rusak, kamu harus bisa menjaganya dengan benar.

Berikut kami berikan cara jitunya untuk segera kamu coba.

Simak ulasan berikut, yuk!

Periksa Bahan Baku Sebelum Disimpan

Agar bahan baku sepatu anak tetap berkualitas, cara menjaganya adalah memastikan tidak ada bahan yang rusak dari pemasok sebelum disimpan di gudang. 

Pastikan tida ada bahan baku sepatu anak yang mengalami kerusakan, seperti kain lapis robek, benang jahit yang rapuh, sol luar yang tidak sesuai standar, dan kerusakan lainnya.

Jika ada, kamu bisa mengajukan pengembalian bahan baku tersebut kepada pemasok sebelum menyimpannya.

Apabila kamu mengabaikan cara satu ini dan langsung memasukkan bahan baku ke dalam gudang, kamu tidak tahu apakah kerusakan bahan baku tersebut terjadi saat penyimpanan atau memang berasal dari pemasoknya.

Cara memeriksanya mudah, kamu hanya perlu melakukan pengecekkan fisik semua bahan baku yang datang dari pemasok.

Siapkan buku atau catatan untuk mencatat apa dan berapa jumlah bahan baku yang rusak.

Jangan lupa melakukan dokumentasi jika diperlukan.

Simpan Bahan Baku dengan Cara yang Tepat

Setelah proses pemeriksaan selesai, langkah selanjutnya adalah menyimpan bahan baku sepatu anak tersebut ke gudang penyimpanan. 

Pertama, pisahkan bahan baku pada etalase atau rak yang berbeda.

Seperti yang diketahui, bahan baku sepatu anak cukup beragam mulai dari benang jahit, kain lapis, sol luar, vinil, spon ati, texon, kertas manila, dan paper tape.

Bahan baku tersebut harus kamu simpan sesuai dengan jenisnya agar masing-masing kualitasnya tetap terjaga dengan baik.

Kamu perlu menyiapkan rak tinggi dan besar yang bisa menampung berbagai macam bahan baku tadi sesuai dengan jenisnya.

Harga rak susun untuk penyimpanan ini berkisaran Rp 2-6 juta tergantung bahan dan model yang dipilih.

Jika ingin menghemat biaya, kamu bisa membuat sendiri rak tersebut dengan minimal 4 tingkat menggunakan kayu yang menghabiskan dana sekitar Rp 1,5-3 juta.

Kedua, pada tahap penyimpanan ini kamu juga harus memisahkan bahan baku lama dengan bahan baku yang baru.

Agar tidak bingung, kamu bisa memberikan label pada rak atau etalase tersebut.

Contohnya untuk bagian benang jahit memiliki label 01, sol sepatu dengan label 02, dan seterusnya.

Ketiga, memperhatikan pencahayaan dalam gudang penyimpanan juga perlu kamu lakukan.

Ada beberapa bahan baku yang tidak boleh terkena cahaya secara langsung seperti kain lapis, kertas manila, vinil, dan spon ati.

Gunakan lampu berukuran 11-23 watt dengan perhitungan 250 LUX.

Ada juga beberapa bahan baku yang membutuhkan kelembaban agar tetap terjaga kualitasnya.

Idealnya kelembaban ruangan yang normal adalah 45-65%. 

Gunakan Prinsip FIFO

FIFO atau first in first out adalah salah satu prinsip dalam berbisnis yang perlu kamu lakukan.

Seperti namanya, prinsip ini menganut sistem bahan baku yang pertama masuk harus dikeluarkan terlebih dahulu.

Contohnya, ketika kamu sudah memisahkan bahan baku sesuai dengan jenis dan waktu kedatangannya.

Maka kamu bisa menggunakan stok bahan baku yang tersisa dari produksi sebelumnya hingga stok bahan baku tersebut habis.

Ketika kamu memilih menggunakan bahan baku yang baru saja masuk ke dalam gudang, otomatis stok bahan baku yang tersisa akan terus tersimpan dan kualitasnya pun mengalami penurunan.

Efek buruknya adalah sepatu anak yang diproduksi pun cacat atau bahkan rusak sebelum sampai di tangan pelanggan.

Gunakanlah excel untuk menerapkan prinsip FIFO.

Caranya, buat 4 kolom ke samping yang berisi tanggal, pembelian, beban pokok penjualan, dan persediaan. 

Khusus untuk kolom pembelian, beban pokok penjualan, dan persediaan, kamu harus membaginya menjadi tiga kolom yang berisi kuantitas, harga per unit, dan jumlah bayar. 

Perkirakan Pemakaian Bahan Baku

Cara terakhir adalah dengan memperkirakan pemakaian bahan baku secara tepat.

Misalnya, berapa jumlah bahan baku setiap unit yang diperlukan untuk setiap periode produksi sepatu anak. 

Agar tidak ada bahan baku yang terlalu lama disimpan di dalam gudang karena menunggu proses produksi selanjutnya.

Contohnya, dalam satu kali periode produksi, jumlah sepatu anak yang diproduksi harus mencapai 1.000 pasang.

Sedangkan gambaran bahan bakunya adalah benang jahit sebanyak 150 gulung besar, sol sepatu sebanyak 2.000, dan kain lapis berukuran 10 meter. 

Berdasarkan perhitungan tersebut, kamu tidak boleh menggunakan bahan baku lebih dari itu. Supaya tidak ada bahan baku yang terbuang sia-sia.

Itulah beberapa cara menjaga bahan baku sepatu anak agar tidak mudah rusak, sehingga proses produksi dan aktivitas penjualan tidak terganggu.

Ingat, karena bahan baku berkualitas kunci penting dalam menghasilkan produk sepatu anak yang berkualitas, maka jagalah kualitasnya dengan menerapkan cara-cara di atas, ya.

Untuk mendukung usahamu dalam bidang sepatu anak agar terus berkembang, KoinWorks NEO dapat diandalkan.

Di sini kamu dapat menikmati beragam kemudahan dalam berbagai fitur keuangan, mulai dari pembuatan invoice, pengiriman uang antar bank, hingga pinjaman.

Semua dapat kamu lakukan dalam satu aplikasi tanpa biaya tersembunyi.

 

 

 

Ayunda Sabrina

SEO Content Writer

Download aplikasi KoinWorks dan mulai kembangkan asetmu sekarang!

Langganan via Email​

Dapatkan Tips dan Berita Keuangan Gratis di Inbox Anda​