Home » Strategi Bisnis » Siapkan Brand Identity untuk Bisnis Sepatu Anak

Siapkan Brand Identity untuk Bisnis Sepatu Anak

Apakah kamu pemilik bisnis sepatu untuk anak atau sedang akan memulai bisnis tersebut? Jika iya, jangan lupa bangun brand identity agar bisnis sepatumu sukses. Simak cara membangun brand identity untuk bisnis sepatu anak di bawah ini!

Apa itu Brand Identity?

Brand identity adalah semua hal terkait dengan sebuah merek yang secara bersama-sama membentuk persepsi konsumen tentang merek tersebut. Target awal dari pembentukan identitas merek adalah pengenalan terhadap merek atau brand awareness

Tips Membangun Brand Identity dalam Bisnis Sepatu Anak

Tujuan pembentukan identitas merek adalah memberikan persepsi baik kepada konsumen terhadap merek bisnis sepatu kamu, sehingga mereka tertarik untuk membeli. Berikut ini 5 tips yang seharusnya tak dapat luput dari perhatian kamu ketika membangun brand identity bisnis sepatu anak:

1. Target Pasar dan Brand Value

Sangat penting untuk mengetahui target pasar dan brand value apa yang ingin kamu usung. Mengapa brand value? Pasalnya saat ini sudah banyak brand sepatu anak dengan kualitas bagus dan harga terjangkau. Sehingga, kamu harus cari pembedanya.

Seperti misalnya brand sepatu anak Plae yang menargetkan orang tua untuk peduli pada prinsip sustainable atau ramah lingkungan. Ciri khas brand ini adalah sepatu yang dapat dijual kembali setelah usang agar dapat didaur ulang.

Mereka juga menawarkan penggantian sol atau komponen lain untuk mendukung pengurangan sampah.

2. Visual Identity

Selanjutnya, yakni identitas visual. Sebagai contoh, produk sepatu anak dapat mengusung tema ceria atau playfull. Kamu bisa memasukkan karakter khusus sebagai mascot agar merek lebih mudah dikenali, misalnya binatang jerapah atau gajah.

Berikutnya, perhatikan beberapa poin berikut ini:

  • Logo: Pilihlah logo yang sederhana dan mudah diingat. Kamu bisa belajar dari logo brand sepatu anak, seperti Native Shoes, BOGS, dan Veja.
  • Jenis font: Hindari font yang agak sulit dibaca. Kamu akan membuat iklan yang mungkin hanya disaksikan selama beberapa detik oleh calon konsumen. Jadi, keterbacaan kalimat adalah hal vital. Contohnya, kamu bisa gunakan font jenis more sugar atau comic sans.
  • Pemilihan warna: Mulai dari tema dasar hingga kombinasi untuk iklan produk, kardus sepatu, atau tema toko, warnanya haruslah selaras. Jangan lupa mengaitkan pemilihan warna dengan ide tema. Misalnya, kamu memilih tema playfull, karakter binatang jerapah, pilihlah warna coklat muda dan hijau daun.
  • Tema toko: Baik toko offline maupun website brand dan e commerce haruslah memiliki tema yang senada. Agar konsumen menyadari bahwa beberapa toko tersebut bernaung di bawah bisnis yang sama.

3. Pola Komunikasi

Membangun persepsi pada anak-anak dan orang tua tentu berbeda. Keduanya memiliki peran yang sama-sama strategis. Sehingga, kamu harus menginformasikan pesanmu secara efektif untuk keduanya.

Orang tua tentu akan selalu berusaha membuat senang buah hatinya, tetapi tidak selalu langsung menuruti pilihan anaknya. Secara umum, anak-anak lebih banyak menerima informasi melalui komunikasi visual.

Pemilihan tema di awal menjadi penting untuk bagian ini. Menggunakan animasi bergerak untuk iklan juga dapat menjadi pilihan tepat. Misalnya, jerapah sedang bermain bersama anak yang mengenakan sepatu.

Berbeda dengan anak-anak, para orang tua akan fokus pada nilai manfaat sebuah produk. Oleh karena itu, kamu harus sajikan detail tentang produk sepatu yang kamu jual.

Orang tua juga akan lebih memikirkan brand value dibandingkan dengan anak-anak. Jadi, penting untuk memperkuat penyampaian value ketika berkomunikasi dengan orang tua. 

Misalnya, kembali pada animasi jerapah yang sedang bermain bersama anak. Kamu hubungkan dengan tingginya angka deforestasi (penggundulan hutan) yang membahayakan hidup jerapah. 

4. Waktu dan Frekuensi

Langkah selanjutnya dalam membangun brand identity adalah menentukan waktu dan frekuensi untuk mengkomunikasikan informasi. Karena berkaitan dengan kemudahan pesan diterima oleh konsumen.

Sebagai contoh, bisnis sepatu kamu seperti Plae yang mengusung nilai ramah lingkungan. Brand ini mengadakan kampanye saat Hari Bumi, Hari Peduli Sampah Nasional, dan sebagainya.

Cara lainnya, kampanye bisa kamu lakukan dengan memberikan sponsor ke berbagai acara bertema lingkungan atau menyuarakan sesuatu melalui media sosial. Apabila kamu bermaksud melakukan promosi iklan melalui media sosial, perhatikan mengenai waktu terbaik posting di media sosial.

Melansir penelitian oleh Sproutsocial, salah satu waktu terbaik posting media sosial adalah mendekati waktu makan siang, yaitu mulai pukul 10 pagi. Pada waktu ini, kemungkinan para orang tua yang tidak bekerja sedang melepas kebosanan dengan mengakses media sosial.

5. Evaluasi

Tahapan terakhir dalam membangun brand identity adalah melakukan evaluasi. Hasil evaluasi ini tentu akan menjadi masukan untuk program brand awareness berikutnya. Tindakan evaluasi dapat dilakukan dari setidaknya dua sisi, yaitu internal dan eksternal.

Evaluasi internal, yaitu dengan diskusi bersama tim internal bisnis sepatu anak kamu. Sedangkan evaluasi eksternal, yaitu dengan meminta pendapat kepada konsumen tentang brand dan produk. Misalnya, melalui kuesioner yang dikirim ke email konsumen.

Siapkan Brand Identity untuk Bisnis Sepatu Anak Milikmu!

Sejauh apa bisnismu sudah membangun brand identity? Yuk, ikuti beberapa langkah di atas untuk mengembangkan bisnis sepatu anak milikmu menjadi lebih luas lagi target pasarnya!


Bank digital khusus UKM pertama di Indonesia hadir untukmu. 

Urus segala keperluan bisnis dan keuangan pakai KoinWorks NEO. Kemudahan berbagai layanan seperti bebas biaya transfer antar bank dan pinjaman modal tanpa agunan untuk bisnismu hanya dengan satu aplikasi! 

Lihat juga berbagai panduan dan informasi bisnis hanya di KoinWorks.

Download aplikasi KoinWorks dan mulai kembangkan asetmu sekarang!

Langganan via Email​

Dapatkan Tips dan Berita Keuangan Gratis di Inbox Anda​