Home » Strategi Bisnis » Langkah-langkah Mitigasi Risiko untuk Bisnis Thai Tea

Langkah-langkah Mitigasi Risiko untuk Bisnis Thai Tea

Ketika kamu terjun dalam suatu bisnis, contohnya bisnis Thai tea, salah satu hal yang penting untuk kamu pahami adalah mitigasi risiko.

Secara umum, mitigasi risiko adalah sebuah tindakan, strategi, atau langkah-langkah terencana yang diambil oleh seorang pemilik bisnis untuk mengurangi dampak risiko, atau kerugian yang mungkin terjadi.

Sebagai pemilik bisnis Thai tea, kamu sebaiknya tahu strategi apa saja yang dapat diterapkan untuk meminimalisasi risiko dan kerugian.

Berikut adalah ulasannya!

Langkah-Langkah dalam Mitigasi Risiko Bisnis Thai tea

Terdapat lima langkah dalam mitigasi risiko bisnis Thai tea untuk dapat mengurangi risiko kerugian.

Berikut penjelasannya:

1. Acceptance of Risk (Menerima)

Langkah mitigasi risiko yang pertama adalah acceptance, atau menerima risiko.

Ketika kamu siap untuk menerima risiko, tentu kamu sudah melakukan identifikasi risiko terlebih dahulu untuk lebih memahami konsekuensi & jenis masalah yang akan kamu hadapi nantinya.

Langkah ini bisa kamu ambil ketika tidak ada cara lain untuk menghindari risiko, dan kamu siap untuk mengalami kerugian.

Contohnya adalah ketika kamu membangun sebuah bisnis Thai tea, tentu akan membutuhkan banyak biaya. Namun, kamu belum tahu apakah bisnis tersebut akan sukses atau tidak.

Meskipun kamu mengetahui risiko tersebut, dan sadar akan konsekuensi yang mungkin akan dihadapi, kamu tetap membangun bisnis Thai tea tersebut.

2. Avoidance of Risk (Menghindari)

Selanjutnya adalah avoidance, atau menghindari risiko.

Ketika kamu memahami setiap risiko yang bisa kamu hadapi, kamu bisa memilih untuk menghindar dan tetap berada di zona nyaman.

Misalnya adalah ketika kamu ingin membuat minuman Thai tea dengan varian rasa yang baru. Namun, kamu tahu bahwa varian tersebut masih asing dan memiliki risiko untuk ditolak yang tinggi.

Karena memahami risiko kerugian yang mungkin kamu hadapi, kamu memilih untuk tidak melakukannya.

3. Controlling of Risk (Mengontrol)

Langkah controlling, atau mengontrol risiko, memilik makna bahwa kamu sadar akan konsekuensi yang bisa saja terjadi dan memilih untuk menghadapinya.

Contohnya adalah ketika kamu mengetahui bahwa bisnis Thai tea memiliki kompetitor yang sangat banyak. Belum lagi tren minuman kekinian yang selalu berubah.

Kamu memahami bahwa jika kamu tidak menyusun strategi yang baik, maka bisnis Thai tea yang kamu bangun akan tenggelam dan dilupakan oleh konsumen.

Setelah kamu mengetahui risiko tersebut, kamu mencoba untuk mengontrolnya dengan menyusun strategi.

Misalnya, kamu akan melakukan promosi dan pendekatan melalui media sosial. Kamu juga dapat bereksperimen dengan membuat berbagai menu minuman yang baru, agar konsumen tidak merasa bosan.

4. Transference of Risk (Memindahkan)

Langkah mitigasi risiko bisnis Thai tea selanjutnya adalah transference, atau memindahkan risiko.

Selain menghindari risiko, kamu bisa melimpahkan risiko kepada pihak lain. Namun, ketika kamu mengambil langkah ini, kamu harus memastikan bahwa pihak yang terlibat dapat menerima risiko tersebut.

Misalnya adalah ketika kamu ingin mengurangi risiko kerugian pada bisnis Thai tea dengan mendaftar asuransi bisnis.

Jadi, ketika bisnis ternyata menghadapi suatu masalah atau risiko, kamu dapat memindahkan risiko tersebut kepada perusahaan asuransi.

Contoh asuransi yang bisa kamu ambil adalah asuransi UKM (Usaha Kecil & Menengah) atau SME (small & medium enterprises), yang memang dirancang khusus untuk usaha kecil dan menengah.

5. Monitor Risk (Memantau)

Langkah terakhir adalah monitor, atau memantau risiko.

Memantau risiko berarti membuat kamu mengidentifikasi setiap peluang yang bisa mengakibatkan timbulnya sebuah risiko.

Biasanya strategi ini menjadi bagian dari review dan evaluasi bisnis. Contoh hal-hal yang bisa kamu pantau adalah produktivitas, performa, dan keuangan.

Misalnya adalah ketika kamu memantau dan melakukan update pada setiap pekerjaan dari karyawan bisnis Thai tea.

Contohnya, seorang pegawai yang bertugas sebagai kasir. Apakah kasir tersebut dapat melayani konsumen dengan baik, atau konsumen malah merasa tidak nyaman dengan pelayanan kasir tersebut?

Hal tersebut dapat menjadi bahan evaluasi, karena performa seorang pegawai kasir akan mempengaruhi pengalaman konsumen di bisnis Thai tea milik kamu.

Semakin baik seorang pegawai memberikan memberikan pelayanan, maka semakin besar peluang pelanggan menjadi loyal.

Jadi, kamu bisa mengurangi risiko pelanggan merasa kecewa dan tidak puas.

. . .

Sudah Paham Langkah-Langkah dalam Mitigasi Risiko pada Bisnis Thai tea?

Itulah ulasan mengenai langkah-langkah, atau strategi, dalam mitigasi risiko bisnis Thai tea.

Setiap bisnis pasti tidak akan terhindar dari masalah. Oleh karena itu, pemahaman mengenai mitigasi risiko akan membantu kamu mengetahui masalah yang bisa terjadi dalam sebuah bisnis.

Semoga ulasan di atas dapat bermanfaat dan memberikan kamu gambaran baru tentang bisnis Thai tea, ya.

Selamat mencoba!


Kalau kamu termasuk salah satu pelaku usaha kecil, online sellers, atau freelancers, KoinWorks punya satu solusi nih untuk semua kebutuhan keuangan kamu.

Mulai dari transfer antar bank tanpa biaya admin, pembuatan invoice & laporan keuangan, hingga ke akses yang fleksibel untuk mendapatkan pinjaman– semua ini khusus untuk mendukung usaha & bisnis kamu, dan bisa kamu dapatkan di KoinWorks NEO.

Yuk cari tahu lebih banyak tentang KoinWorks NEO di sini!

Download aplikasi KoinWorks dan mulai kembangkan asetmu sekarang!

Langganan via Email​

Dapatkan Tips dan Berita Keuangan Gratis di Inbox Anda​