Home » Strategi Bisnis » Strategi dalam Membangun Bisnis Thai Tea, Anti Gagal!

Strategi dalam Membangun Bisnis Thai Tea, Anti Gagal!

Tidak dapat dipungkiri jika bisnis Thai tea yang menjamur beberapa tahun ini membuat banyak pebisnis tertarik untuk mencobanya.

Jadi, jangan heran ya jika kamu sering menemukan brand bisnis Thai tea baru di pasaran.

Thai tea menjadi salah satu sektor bisnis yang menarik, karena bisa dilakukan dalam skala kecil, maupun besar. Tentunya besar modal awal yang dibutuhkan juga harus disesuaikan.

Lantas, bagaimana strategi dalam membangun bisnis Thai tea agar tidak gagal dan bangkrut?

Yuk, simak penjelasannya dalam artikel ini.

Strategi dalam Membangun Bisnis Thai tea

Thai tea adalah minuman dengan cita rasa khas yang bisa dikonsumsi oleh siapa saja.

Jadi, target pasar untuk bisnis Thai tea ini terbilang sangat luas.

Nah, berikut ini adalah berbagai strategi dalam membangun bisnis Thai tea yang anti gagal dan wajib kamu coba:

1. Menyiapkan modal usaha

Pada awal membangun bisnis Thai tea, kamu bisa memulainya dengan modal yang kecil terlebih dulu.

Adapun estimasi modal yang dibutuhkan adalah sebagai berikut.

  • Gerobak = Rp1.500.000,00
  • Blender = Rp300.000,00
  • Kulkas = Rp1.000.000,00
  • Boks es dan serokan = Rp150.000,00
  • Alat lainnya (teko, saringan, dan lain sebagainya) = Rp250.000,00
  • Air galon @ Rp 5.000,- x 30 = Rp150.000,00
  • Biaya bahan baku @ Rp 65.000,- x 30 = Rp1.950.000,00
  • Cup, plastik, sedotan, dan lainnya = Rp500.000,00

Berdasarkan rincian tersebut, maka modal awal yang harus disiapkan adalah sekitar Rp5.800.000,00.

2. Membeli franchise dari pihak pertama

Jika kamu ingin memulai bisnis Thai tea tanpa harus ribet dengan membeli bahan dan sejumlah peralatan, maka bisa membeli franchise dari pihak pertama.

Sebab, modal yang dikeluarkan akan relatif lebih murah, dengan fasilitas yang lebih lengkap.

Apalagi franchise ini sudah menyediakan berbagai alat dan bahan yang diperlukan untuk memulai bisnis Thai tea. Jadi, kamu bisa langsung menjalankan bisnis tersebut.

Paket usaha yang disediakan oleh penyedia franchise biasanya mulai dari Rp4.500.000,00.

3. Mencoba resep dan memberi tester ke orang terdekat

Agar cita rasa Thai tea bisa tetap terjaga, terlebih dulu kamu perlu mencoba resep tersebut dan memberikan hasilnya ke orang terdekat.

Jadi, kamu harus mengikuti takaran saji sesuai dengan resepnya, agar kualitas rasa yang dihasilkan dapat sesuai dengan selera masyarakat.

Jangan ragu meminta orang terdekat untuk mencicipinya, agar kamu bisa tahu apakah rasa Thai tea yang dibuat sudah memenuhi standar pasar atau belum.

4. Memilih lokasi yang strategis

Sebagai seorang pemilik bisnis, kamu tentu wajib memilih lokasi jualan yang strategis untuk menarik lebih banyak konsumen.

Artinya, kamu harus melakukan observasi ke tempat-tempat ramai, yang berpotensi menjadi tempat jualanmu.

Biasanya bisnis Thai tea memilih lokasi yang dekat dengan lingkungan rumah, area sekolah dan kampus, serta area perkantoran. Namun, untuk area sekolah dan kantor biasanya hanya akan ramai pada jam tertentu saja.

Bagi kamu yang berencana berjualan di area sekolah atau perkantoran, disarankan untuk mulai berjualan sekitar jam 10 pagi hingga sore. Karena pada rentang waktu tersebut, akan ada banyak orang beraktivitas di sekitar lokasi bisnis Thai tea milikmu.

5. Menentukan harga jual

Harga jual yang tepat tentu akan menentukan keberlangsungan bisnis kamu di masa depan.

Bagi pebisnis Thai tea pemula, disarankan untuk menyamakan harga per gelas sesuai dengan harga yang umum di pasaran.

Umumnya, harga satu gelas Thai tea berkisar mulai dari Rp10.000,00 – Rp20.000,00.

Dari harga jual tersebut, kamu sudah bisa meraup untung sekitar Rp6.000.000,00 jika berhasil menjual 50 gelas per harinya.

6. Promosi di media sosial

Agar bisnis Thai tea kamu semakin berkembang, kamu sebaiknya juga melakukan promosi di media sosial.

Kamu bisa menggunakan Instagram dan Facebook untuk membantu meningkatkan brand awareness pada bisnis Thai tea kamu.

Bila perlu, kamu juga bisa menggunakan jasa influencer lokal di daerahmu untuk membantu berpromosi.

Namun, pastikan jika influencer yang dipilih mempunyai niche dan target pasar yang sama dengan bisnis kamu, ya. Contohnya, influencer yang memang fokus pada pembuatan konten kuliner.

Umumnya, jika kamu ingin bekerja sama dengan influencer, kamu perlu menyiapkan bujet mulai dari Rp 500.000 untuk akun Instagram dengan jumlah followers 1.000. Biaya juga tergantung dari masing-masing influencer, ya.

. . .

Sudah Siap Menjalankan Strategi untuk Membangun Bisnis Thai tea?

Itulah beberapa strategi dalam membangun bisnis Thai tea, yang dijamin anti gagal!

Jika kamu ingin meraih kesuksesan dari bisnis Thai tea yang akan atau sedang dijalani, jangan lupa terapkan strategi tersebut, ya.

Selamat mencoba!


Kalau kamu termasuk salah satu pelaku usaha kecil, online sellers, atau freelancers, KoinWorks punya satu solusi nih untuk semua kebutuhan keuangan kamu.

Mulai dari transfer antar bank tanpa biaya admin, pembuatan invoice & laporan keuangan, hingga ke akses yang fleksibel untuk mendapatkan pinjaman– semua ini khusus untuk mendukung usaha & bisnis kamu, dan bisa kamu dapatkan di KoinWorks NEO.

Yuk cari tahu lebih banyak tentang KoinWorks NEO di sini!

Akbar Rachman

Download aplikasi KoinWorks dan mulai kembangkan asetmu sekarang!

Langganan via Email​

Dapatkan Tips dan Berita Keuangan Gratis di Inbox Anda​