Home » Blog » Bisnis & UKM, Daily » Cara Menentukan Harga Jual Tas dan Contoh Perhitungannya

Cara Menentukan Harga Jual Tas dan Contoh Perhitungannya

·
5 menit
label harga jual tas

Pernahkah kamu berpikir kenapa harga tas Supreme dan Channel bisa begitu mahal?

Apakah mereka sembarangan dalam menentukan harga tas yang mereka jual?

Padahal, kalau dipikir-pikir, tas yang mereka jual mungkin secara modal tidak lebih dari Rp100 juta.

Kenapa di pasaran bisa sampai miliaran?

Anehnya, pelanggan yang membeli tas tersebut bukan merasa ditipu, tapi malah bangga membawa tas berharga miliaran.

Faktor apa saja sih yang berpengaruh untuk menentukan harga tas?

Berikut ini rangkuman mengenai beberapa faktor yang harus kamu ketahui selaku pemilik bisnis sebelum menentukan harga tas yang ingin kamu jual.


Cara Menentukan Harga Tas Berdasarkan Merek dan Model

Ini bisa dibilang menjadi salah satu faktor yang penting.

Setiap merek memiliki status dan tingkat keinginan yang unik di pasar.

Model spesifik, ikonik, langka akan selalu mendapatkan harga yang tinggi.

Katakanlah seperti Louis Vuitton, Chanel, Hermes dan masih banyak lagi.

Mereka bisa menjual satu produk dengan keuntungan 70% dari modal yang mereka butuhkan.

Nah, jika kamu ingin menentukan harga suatu produk, ketahui terlebih dahulu hal unik di tas yang kamu jual.

Jika merek tas yang kamu jual belum masuk ke hati konsumen, kamu harus merencanakan cara pemasaran yang tepat untuk hal ini.

Sembari memperkenalkan merek tas yang kamu jual.

Buatlah harga tas berdasarkan bahan-bahan serta bentuk tas yang kamu jual.

Berikut caranya:

1. Dilihat dari Bahan Baku Tas

Jika kamu belum bisa menempatkan merekmu ke para konsumen, keputusan untuk menentukan harga berdasarkan bahan dari tas itu sendiri.

Misalnya, harga tas kulit original akan jauh lebih tinggi dibandingkan dengan harga tas bahan sintetis maupun tas berbahan kain.

Harga tas dengan kulit eksotis akan jauh lebih mahal dibandingkan kulit biasa.

Mungkin, kamu pernah menjumpai kasus di mana ada tas yang model dan mereknya sama, namun secara harga berbeda. 

Itu dipengaruhi oleh jenis bahan apa yang digunakan berbeda.

Ketika pelanggan kebingungan, kamu bisa menjelaskan bahan yang digunakan berbeda.

Dengan begitu, pelanggan akan berpikir kalau harga yang kamu patok cukup realistis.

2. Dilihat dari Kondisi Tas

Konsumen melihat suatu barang bukan lagi dari baru atau tidaknya.

Namun nilai yang ada di tas.

Sehingga, banyak bermunculan orang-orang yang menjual tas-tas tangan kedua (secondhand) namun bisa mahal karena kondisi tasnya masih sangat bagus.

Kamu bisa membagi tas yang kamu jual menjadi beberapa tingkatan.

Misalnya, tas tangan kedua dengan kondisi terbaik akan lebih mahal dibandingkan kondisinya tidak terlalu baik.

3. Aksesoris Tas juga Perlu Diperhitungkan

Beberapa tas terkadang memiliki aksesoris tambahan untuk mempercantik desain.

Jika kamu menjual dengan cara yang sama, menentukan harga tas berdasarkan aksesoris adalah pilihan yang tepat.

Kamu bisa sedikit menaikkan harga karena aksesoris yang ada di tas asli atau original.

Misalnya, pembeli bisa mendapatkan pouch yang memiliki warna dan model senada dengan tas yang mereka beli.

Tas yang mendapat pouch itu akan memiliki harga yang lebih tinggi daripada tas tanpa pouch.

4. Bukti Pembelian

Faktor yang juga berpengaruh dalam menentukan harga tas adalah keaslian produk.

Jika tas yang kamu jual memiliki sertifikat keaslian, kotak original, kwitansi, label dan nomor seri bahkan surat-surat pembuatan, konsumen tidak akan bermasalah jika harga tas yang kamu jual sedikit lebih mahal dibandingkan dengan kompetitor.

Karena yang kamu jual saat itu bukan lagi hanya sebuah tas yang menjadi produknya, namun juga pelayanan yang memuaskan.

Pelanggan akan merasa aman dengan adanya garansi, sertifikat dan sebagainya.

Rasa aman inilah yang membuat tas tersebut bernilai tinggi.

Menentukan harga tas berdasarkan pelayanan adalah hal mutlak di dalam dunia bisnis.

Ambil contoh, sebuah minuman soda yang dijual di pinggir jalan.

Kamu akan mendapati harga satu botolnya tidak akan sampai Rp10.000.

Namun, jika kamu pergi ke hotel bintang lima memesan minuman soda yang sama, kamu akan mendapati harganya bisa naik 100% bahkan lebih dari harga di pinggir jalan.

Kenapa begitu? Karena restoran tersebut menjual pelayanan.

Kamu disuguhkan pelayan yang ramah, gelas yang cantik, dan suasana tempat yang indah.

Nah, dalam membuat bisnis, kamu juga harus memberikan pelayanan ini.

Pelayan yang baik akan memuaskan pelanggan.

Ketika kamu bisa memuaskan pelangganmu, barulah mereka akan mau melakukan repeat order atau menyarankan ke orang terdekat.

Sebaliknya, jika pelayananmu tidak sebaik kompetitor, bisa jadi pelanggan kamu akan lari.

5. Perhatikan Supply dan Demand

Berapa banyak tas yang kamu jual ke pasaran? Berapa permintaan dari tas tersebut?

Faktor yang menentukan harga tas selanjutnya adalah ketersediaan barang.

Sebagai pemilik bisnis kamu harus peka terhadap permintaan konsumen terhadap produk yang kamu jual.

Jika permintaan pelanggan lebih sedikit dari ketersediaan barang yang kamu lempar ke pasaran, kamu harus mulai menganalisis kenapa hal ini terjadi.

Apakah tas yang kamu jual tidak bagus? Atau justru menurut konsumen, tas yang kamu jual harganya terlalu mahal?

Dengan begitu kamu bisa menemukan solusinya

Kecuali, jika permintaan tas yang kamu jual jauh lebih banyak dibandingkan ketersediaan.

Maka, sudah tidak perlu diragukan lagi.

Kamu bisa sedikit menaikkan harga tas yang kamu jual. 

Jika produk tersebut sudah memiliki banyak pelanggan, maka value dari tas yang kamu jual sudah terbentuk.

Nah, value inilah yang dihargai mahal.

Itulah kenapa supply dan demand menjadi faktor penting menentukan harga tas yang kamu jual.

6. Dilihat Siapa Pembuatnya

Saat ini, pemilik bisnis berpengaruh terhadap nilai suatu produk.

Inilah kenapa barang-barang yang dijual para influencer atau public figure laku di pasaran.

Kamu bisa mendengar harga sepatu yang berharga miliaran hanya karena dibuat oleh rapper terkenal.

Kenapa public figure bisa menentukan harga tas yang dijual?

Banyak masyarakat saat ini memandang public figure sebagai pedoman mereka.

Sehingga, banyak merek terkenal yang melakukan peruntungan projek kolaborasi semacam ini dan sukses.

Hal ini didasari dari kecintaan para konsumen terhadap public figure tersebut.

Sehingga, yang membuat mahal tas yang kamu jual bukan lagi bahannya, melainkan nilai dari pekerjaan tangan si public figure.

Kamu bisa mencoba melakukan kolaborasi ini untuk meningkatkan value dan harga tas yang kamu jual.

Sebelum melakukan kolaborasi, lakukanlah riset terlebih dahulu tentang public figure mana yang memiliki niche yang sama dengan bisnis tas yang sedang kamu jalani.


Contoh Perhitungan untuk Menentukan Harga Jual Tas

Masih banyak pemilik bisnis yang tidak bisa menentukan harga jual tas mereka dengan benar.

Dalam menentukan harga jual tidak bisa sembarangan.

Kamu harus bisa menghitungnya dengan agar kamu bisa lebih mudah dalam pembukuan, juga memprediksi keuntungan penjualan.

Berikut ini contoh menentukan harga jual tas yang benar:

Katakanlah, harga bahan baku untuk memproduksi 100 buah tas mencapai sekitar Rp5 juta selama satu bulan.

Selain itu, kamu juga memakai mesin jahit selama 8 jam dan memiliki satu pekerja untuk 100 buah tas tersebut dengan gaji Rp1,5 juta per bulan.

Itu juga ditambah dengan biaya listrik.

Tarif dasar listrik 1300 VA ke atas dalam 1 KWH pemakaian adalah sebesar Rp1.467.

Jika kamu memakai listrik selama 8 jam, maka total daya pemakaian KWH adalah (Watt x Lama pemakaian/1000).

Jika kamu menggunakan mesin jahit 95 watt selama 8 jam maka totalnya adalah 95 watt x 8 jam/1000 = 0,76

Tarif untuk satu mesin jahit untuk rumah dengan kapasitas 1.300 VA adalah 0,76 x Rp1.467 = Rp1.114,92.

Dalam satu bulan ada 22 hari, artinya Rp1.114,92 x 22 = Rp24.528, 24

Setelah itu kamu totalkan seluruh biaya yang ada.

Biaya Bahan Baku : Rp5.000.000

Biaya Tenaga Kerja : Rp1.500.000

Biaya listrik : Rp24.528,24

Totalkan semua biaya, lalu dibagi jumlah tas yang diproduksi.

Kemudian tentukan jumlah margin yang ingin kamu ambil sebagai keuntungan, ambil contoh 30%.

Harga Jual Tas : Harga Biaya (Total + Laba)/ Jumlah produksi 

= (Rp6.524.528,24 + (30% x Rp6.524.528,24) / 100 

= Rp8.481.886,712 / 100 

= Rp84.818, 86 untuk satu buah tas dengan margin 30%.


Sudah Siap Menentukan Harga Jual Tas Pada Bisnis Kamu?

Memang tidaklah mudah untuk memunculkan semua faktor di atas ke dalam bisnismu.

Apalagi, jika bisnis tas yang sedang kamu jalani saat ini masih tergolong baru.

Nah, cobalah untuk ketahui faktor apa saja yang sudah ada di dalam bisnis yang kamu jalani saat ini.

Manfaatkanlah faktor tersebut untuk menentukan harga tas yang kamu ingin jual.

Sembari kamu melakukan penjualan, perlahan ciptakanlah faktor-faktor yang belum kamu miliki ke dalam bisnis tas yang kamu sedang jalani, sehingga nantinya bisnis tas tersebut akan perlahan berkembang dan mencapai potensi maksimalnya.

Selamat mencoba!

Friska
Ketika banyak orang membutuhkan panduan dalam menyelesaikan masalah keuangan yang mereka hadapi, mereka sering mengalami kesulitan dalam mencari sumber/ saran terbaik. Karena itulah tulisan melalui artikel adalah hal yang menjadi passion bagiku karena akan membantu banyak orang yang mengalami kesulitan-kesulitan tersebut.

Langganan via Email​

Dapatkan Tips dan Berita Keuangan Gratis di Inbox Anda​