Investasi Tanaman Jati; Tren Dan Peluangnya – Mungkin tidak semua investor melirik jenis investasi yang satu ini, yakni tanaman jati karena beberapa hal dimulai dari modal awal yang cukup besar hingga perawatan serta kebutuhan akan lahan.

Memang membutuhkan modal yang cukup besar, tapi Anda juga perlu tahu hasil dari investasi ini yang sangat menggiurkan karena kayu jati yang memiliki struktur keras serta guratan apik bahkan sangat awet ini memiliki pangsa pasar yang besar baik lokal maupun internasional.

Baca Juga: 5 Cara Memanfaatkan Keterampilan untuk Menghasilkan Uang

Untuk urusan modal ada yang mengandalkan pinjaman tapi Anda harus tahu tentang bunga pinjaman tersebut. Hal ini karena yang namanya bunga selalu ada dan menempel dengan pinjaman yang diambil.

Selain itu, bunga ini juga terus berkembang tiap bulannya. Jadi, sebaiknya, perhatikan betul tentang sumber modal untuk investasi jati ini karena investasi jenis ini tergolong investasi jangka panjang. Jika modal awal memiliki bunga yang tinggi, maka bisa dipastikan hutang akan terus membengkak.

Investasi Tanaman Jati; Tren Dan Peluangnya

Mengenal Tren dan Peluang Investasi Kayu Jati

Well, kembali ke investasi kayu jati. Struktur serta karakter kayu jati sudah terkenal di mana-mana. Bahkan kualitas kayu jati yang berasal dari Indonesia sudah terkenal hingga mancanegara.

Baca Juga: Bagaimana Caranya Meningkatkan Pendapatan dalam Waktu Kurang dari Satu Tahun?

Banyak furniture yang terbuat dari kayu jati Indonesia dijual di pasar internasional. Memang benar, minat konsumen akan kayu jati yang semakin meningkat, membuat tren investasi tanaman jati juga meningkat.

Wajar saja jika ada investasi bodong berkedok investasi tanaman jati yang sebenarnya merupakan penipuan.

Oleh sebab itu, jika Anda ingin melakukan investasi ini, sebaiknya memang secara mandiri atau bergabung dengan kelompok atau asosiasi tertentu yang sudah terdaftar.

Selain itu, Anda harus paham bahwa investasi tanaman jati adalah investasi jangka panjang yang bisa memakan hingga 7 tahun untuk bisa memanen tanaman atau pohon jati tersebut.

Memang cukup lama, tapi hasil yang ditawarkan juga sangat menjanjikan. Hanya saja ada beberapa hal yang harus dipert investasi tanaman jati ini seperti;

1. Membeli Bibit

Untuk memulai bisnis ini, tentunya Anda harus membeli bibit pohon jati yang harganya juga cukup mahal. Jika Anda memiliki uang 25 juta, kira-kira bibit pohon yang bisa dibeli sebanyak 1.250 buah. Jumlah bibit bisa disesuaikan dengan luas lahan.

2. Pilih Lahan Strategis

Pilihlah lahan yang tepat dan strategis. Anda bisa gunakan lahan di samping atau belakang rumah. Bisa juga dengan sewa atau beli.

Carilah lahan di daerah sedikit pelosok jika ingin dapat harga miring. Tapi, perhatikan faktor keamanan karena investasi ini juga rawan pencurian.

3. Pahami Proses Penggarapan Lahan, Penanaman dan Perawatan Bibit

Ya, karena investasi ini berurusan dengan tanaman, maka Anda harus tahu seluk beluk tanaman Jati, termasuk lahan harus digarap bagaimana, penamanan yang benar bagaimana serta bagaimana cara merawat bibit agar tumbuh sempurna.

Proses ini dari mulai penggarapan sampai penanaman, perawatan dan panen sudah pakem jadi tidak bisa diganggu-gugat. Tidak ada pertimbangan khusus juga.

4. Harga Terus Naik

Harga kayu jati terus naik di pasaran dan cenderung tidak turun. Ini dikarenakan jumlah permintaan akan kayu jati tetap stabil bahkan bisa juga meningkat lantaran banyak produsen mebel atau furniture yang mulai merambah pasar luar negeri.

Karena harganya terus naik, harga bibit juga naik begitu juga harga tanah atau lahan terus naik. Sehingga, jika Anda terus menundanya, maka akan semakin mahal harga bibit dan lahannya serta semakin lama untuk mendapatkan keuntungan.

5. Untung Sudah Pasti

Kabar gembiranya, keuntungan atau nilai profit saat masa panen sudah bisa dipastikan. Artinya, profit yang bisa diambil ketika masa panen tidak akan berubah-ubah.

Untuk kayu jati diameter 50 cm dan tinggi 30 meter, harga per pohon bisa mencapai Rp 130 juta. Tentu ini angka yang fantastis untuk satu pohon. Harga tersebut juga cenderung stabil.

Jadi, jika Anda ingin berinvestasi jangka panjang yang memiliki peluang besar serta mendapatkan keuntungan yang berlipat, investasi tanaman jati bisa jadi pilihan yang tepat.

Tapi, ingat modal awal investasi ini cukup besar. Ada juga yang berani mengambil pinjaman dengan besaran bunga pinjaman tertentu untuk modal awal. Hanya saja, sekali lagi ini investasi jangka panjang dimana pinjaman berbunga bisa terus berkembang.


Hitung Efek Compounding Investasi Anda

Investasi Awal:
Investasi Bulanan:
Suku Bunga per Tahun (%):
Jangka Waktu (Tahun):



Total Investasi:
Future Value:
Bunga Keuntungan:
Daftar Dapat 250.000

(*) KOIN, Khusus Pendaftar Baru


Download Aplikasi KoinWorks

apple app store iosgoogle play store android app

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.