Tips Mengatur Modal Usaha yang Ada Agar Usaha Anda Tidak Bangkrut – Area apakah yang sungguh harus diperhatikan dalam sebuah bisnis? Sebagian besar bisnis membuat kesalahan dengan hanya berfokus pada profitabilitas saja.

Tahukah Anda bahwa sesungguhnya likuiditas adalah pilar lain yang membuat sebuah usaha dapat berdiri dengan tegak? Likuiditas dicapai melalui pengelolaan modal kerja yang efisien.

Baca Juga: Ingin Bisnis Semakin Menguntungkan? Lakukan 5 Tips Ini Agar Penjualan Bisnis Online Meningkat

Konsepnya mirip dengan biaya hidup seseorang – dimana sejumlah uang dibutuhkan untuk memenuhi biaya tertentu seperti makanan, perumahan dan kesehatan.

Dalam hal ini, bisnis membutuhkan sejumlah uang tunai untuk menutupi biaya dan hutang jangka pendek.

Kebanyakan asumsi yang mengatakan “jika Anda menghasilkan keuntungan, Anda akan memiliki cukup uang” adalah salah.

Baca Juga: 7 Tips Promosi Jitu Khas Anak Muda, Supaya Bisnis Online Anda Menjadi Terkenal!

Untuk memastikan pertumbuhan dan perkembangan, Anda perlu mengelola modal kerja yang ada. Pengelolaan modal kerja merupakan tantangan besar bagi banyak UKM.

Namun, dengan mengingat tips berikut ini, banyak masalah yang dapat Anda kurangi dalam pelaksanaannya:

4 Tips Mengatur Modal Usaha yang Ada Agar Usaha Anda Tidak Bangkrut

1. Ketahui rasio modal kerja saat ini

rahasia keuangan orang terkaya - sumber penghasilan tambahan

Sebelum Anda menetapkan jalur untuk tumbuh dan mengembangkan UKM Anda, cari tahu rasio modal kerja Anda saat ini.

Baca Juga: Tanpa Perlu Meminjam Ke Bank, 6 Cara Ini Dapat Membantu Anda Mendapatkan Modal Usaha

Bagilah aset lancar Anda seperti uang tunai, persediaan dan piutang berdasarkan kewajiban lancar, termasuk hutang seperti pembayaran pemasok, pajak, dan pembayaran untuk pembiayaan bisnis jangka panjang.

Jika rasio ini ternyata kurang dari satu, berarti bisnis tidak memiliki cukup modal kerja untuk bisa membayar kewajiban jangka pendek.

Baca Juga: 5 Cara Mudah Melakukan Teknik Upselling & Downselling Untuk Meningkatkan Keuntungan

Sementara standarnya bervariasi menurut pertimbangan industri, rasio yang lebih besar dari 1 menyiratkan bisnis berada dalam posisi keuangan yang baik untuk tumbuh lebih jauh.

2. Kelola Persediaan

kebiasaan kaum millennial mengatur keuangan - koinworks

Terlalu banyak persediaan bisa mengikat sebagian besar uang tunai, sekaligus juga meningkatkan biaya penyimpanan. Di sisi lain, terlalu sedikit persediaan bisa mengakibatkan hilangnya potensi penjualan.

Baca Juga: Lakukan 5 Hal Ini Maka Konsumen Akan Selalu Melakukan Pembelian Dengan Anda!

Solusinya adalah meramalkan tuntutan pembelian berdasarkan sejarah penjualan, yang akan memungkinkan Anda mempertahankan persediaan yang cukup. Ada banyak alat yang bisa membantu UKM meningkatkan akurasi peramalan.

Jika ada terlalu banyak inventaris, pertimbangkan untuk menjual beberapa dengan harga rendah atau diskon – mungkin total harganya akan lebih kecil dibandingkan dengan biaya penyimpanan.

3. Mengelola Faktur

arus kas - keuangan bisnis - cashflow perusahaan

Cara terbaik untuk memastikan pengelolaan modal kerja yang tepat adalah dengan mengirimkan tagihan dan faktur dengan segera, yang dapat dianggap sebagai ‘Piutang Usaha’ dan meningkatkan modal kerja.

Baca Juga: Pahami Konsep Ini Untuk Memilih Media Sosial Apa yang Cocok Untuk Bisnis Anda

Penting untuk membentuk praktik dan proses kredit yang baik dengan klien. Jika biasanya Anda memberikan masa pembayaran selama 30 hari, cobalah untuk meminta pembayaran dalam waktu 15 hari.

Berikan penawaran diskon kepada klien yang bersedia melakukan pembayaran dengan cepat. Melalui metode ini, arus kas bisnis akan lebih cepat bergerak, dan menghindari kebangkrutan yang mungkin terjadi.

Baca Juga: Biar ‘Lapak’ Anda Ramai Pembeli, Ikuti 7 Tips Ini Agar Bisnis Anda Diserbu Konsumen

Di sisi lain, UKM dapat bernegosiasi dengan pemasok untuk persyaratan pembayaran yang lebih baik. Hindari membayar lebih awal dari tanggal pembayaran. Untuk memaksimalkan fungsi investaris, Anda juga sebaiknya memiliki lebih dari satu vendor.

4. Buat rencana kontingensi

catatan keuangan - Mempersiapkan Keuangan di Masa Mendatang

Bisnis Anda mungkin saat ini mampu menciptakan keuntungan yang sangat besar, namun Anda tetap harus menyiapkan rencana kontingensi untuk menghadapi kejadian tak terduga.

Baca Juga: 5 Langkah Paling Mudah Membuat Bisnis Online Anda Menjadi Terkenal

Setiap bisnis memiliki prosedur manajemen risiko yang berbeda, yang harus ditetapkan pada pandangan praktis dan obyektif mengenai kebutuhan modal kerja.

Cobalah pikirkan risiko yang mungkin terjadi dari praktik bisnis yang Anda jalankan sekarang ini, risiko seperti kebakaran toko, penipuan yang dilakukan oleh vendor atau konsumen, atau bahkan risiko seperti hutang yang tidak dibayarkan oleh konsumen.

Baca Juga: 10 Ilmu Tentang Sosial Media Marketing yang Perlu Anda Tahu

Risiko-risiko yang mungkin terjadi ini harus Anda pikirkan, dan masukan dalam rencana kontingensi Anda untuk memikirkan penyelesaian terbaiknya.

Sedia payung sebelum hujan, ketahui risiko sebelum risiko tersebut benar-benar terjadi. Apabila Anda telah mengetahui risiko, dan membuat rencana kontingensinya maka di saat itu sungguh terjadi, setidaknya Anda akan dapat meminimalisirkan kerugian yang mungkin diderita.

Nah, sekarang sudah tahu kan bahwa tentunya menjadi seorang pemilik bisnis tak hanya berkewajiban memikirkan strategi pemasaran saja, namun juga harus dapat bijak dalam mengelola modal usaha yang dimiliki.

Baca Juga: Budget Terbatas? Coba 4 Teknik Marketing Ini Untuk Membuat Bisnis Anda Terus Berkembang

Semakin bijak Anda dapat mengelola modal yang ada, semakin besar kemungkinan bisnis Anda untuk terus berkembang menjadi semakin besar.

Namun, apabila di tengah perjalanan Anda merasa kurang modal dikarenakan beberapa operasional yang harus dilakukan, maka jangan pernah ragu untuk mengajukan pinjaman kepada instansi yang ada.

Baca Juga: Bagaimanakah Pinjaman P2P Lending Dapat Membuat UKM di Indonesia Lebih Berkembang

Anda dapat memilih untuk mengajukan peminjaman modal melalui instansi tradisional seperti bank, atau melalui peer to peer lending seperti KoinWorks.

Bedanya adalah, jika melalui peer to peer lending KoinWorks, Anda akan mendapatkan pinjaman modal usaha secara mudah kapan saja dan dimana saja hingga Rp 500 juta. Bunga yang harus Anda bayar juga sangat rendah mulai dari 0,75% hingga 1,67% flat per bulan.

Baca Juga: Proses Pengajuan Pinjaman dan Tips Agar Pinjaman Bisnis Anda di KoinWorks Disetujui

Tentunya jenis pinjaman ini akan memberikan Anda kemudahan dalam proses melunasinya, karena tidak akan memberatkan dalam prosesnya.

Jangan pernah batasi kemajuan bisnis Anda dengan alasan keterbatasan modal. Ajukan pinjama sekarang juga!


Simulasi Pinjaman Modal Usaha

Jumlah Pinjaman

Suku Bunga/Tahun (APR - %)

Jangka Waktu (Tahun)


Hasil
Bunga Pinjaman
Pokok + Bunga

Cicilan Bulanan:

Syarat Pengajuan Pinjaman di KoinWorks



There are currently no comments.

Apa Komentar Anda?