Apa itu SUN (Surat Utang Negara)? Yuk Kenali Istilah dan Jenisnya! – Belakangan ini, investasi di SUN (Surat Utang Negara) semakin diminati oleh masyarakat. Keamanan menjadi salah satu faktor mengapa instrumen yang satu ini banyak dilirik oleh para investor.

Selain kemananan, tentu banyak juga keuntungan lainnya yang bisa didapat saat Anda menginvestasikan dana Anda ke SUN, seperti pada artikel berikut ini.

Baca juga: Ini Dia Tips Investasi Ala Lo Kheng Hong yang Bisa Bikin Untung!

Tapi, mungkin di antara Anda masih banyak juga yang sebenarnya belum memahami betul apa itu SUN dan berbagai istilah serta jenis di dalamnya. Nah, bagi Anda yang ingin tahu lebih dalam tentang SUN, yuk simak bahasannya di bawah ini!


Apa itu SUN (Surat Utang Negara)? Yuk Kenali Istilah dan Jenisnya!

1Apa itu SUN (Surat Utang Negara)?

Apa itu SUN (Surat Utang Negara)? Yuk Kenali Istilah dan Jenisnya!

Surat Utang Negara adalah surat berharga yang berupa surat pengakuan utang dalam mata uang Rupiah maupun valuta asing yang dijamin pembayaran bunga dan pokoknya oleh negara Republik Indonesia, sesuai dengan masa berlakunya.

Baca juga: Ayo Memahami Berbagai Jenis Obligasi yang Bisa Dijadikan Investasi

Surat Utang Negara ini pengelolaannya diatur dalam Undang-Undang Nomor 24 tahun 2002 tentang Surat Utang Negara, yang memberi kepastian bahwa:

  1. Penerbitan SUN hanya untuk tujuan-tujuan tertentu.
  2. Pemerintah wajib membayar bunga dan pokok SUN yang jatuh tempo.
  3. Jumlah SUN yang akan diterbitkan setiap tahun anggaran harus memperoleh persetujuan DPR dan dikonsultasikan terlebih dahulu dengan Bank Indonesia.
  4. Perdagangan SUN diatur dan diawasi oleh instansi berwenang.
  5. Memberikan sanksi hukum yang berat dan jelas terhadap penerbitan oleh pihak yang tidak berwenang dan atau pemalsuan SUN.

2Tujuan Penerbitan Surat Utang Negara

Apa Perbedaan Investasi Saham dan Obligasi? Berikut Penjelasannya... - investasi minim risiko

SUN tidak semata-mata diterbitkan begitu saja, namun memiliki tujuan tertentu, diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Membiayai defisit APBN.
  2. Menutup kekurangan kas jangka pendek.
  3. Mengelola portofolio utang negara.

Pemerintah pusat berwenang menerbitkan SUN setelah mendapatkan persetujuan DPR yang disahkan dalam kerangka pengesahan APBN dan setelah berkonsultasi dengan Bank Indonesia.


3Istilah dalam SUN

investasi perkembangan perekonomian indonesia - jenis jenis saham

Lain instrumen investasi, lain juga istilah yang berada dan terkait di dalamnya. Jika bicara tentang SUN, biasanya akan ada 2 istilah yang sering digunakan, yaitu jatuh tempo (maturity) dan kupon atau bunga.

Perlu Anda ketahui bahwa SUN tentunya memiliki masa berlaku. Artinya, pemerintah akan mengembalikan dana pokok investor setelah masanya habis atau jatuh tempo. Untuk masa jatuh temponya sendiri sebenarnya bervariasi, mulai dari 3 bulan hingga ada yang mencapai 30 tahun.

Baca juga: SBR008 Telah Diliris Oleh Pemerintah, Ini Dia Detailnya!

Sementara itu, kupon atau bunga adalah imbalan yang diberikan kepada pembeli atau investor SUN. Kupon ini dihitung dalam persentase terhadap jumlah pokok utang dan waktu setahun. Namun, pembayarannya bisa dilakukan secara tiga bulan sekali atau secara diskonto.

Contohnya, bila seorang investor membeli SUN seharga Rp100 juta dengan kupon 8 persen per tahun (per annum/p.a.), maka dalam setahun investor akan mendapatkan bunga Rp8 juta. Akan tetapi karena pembayaran 3 bulan sekali, maka investor akan menerima bunga 3/12 X Rp8 juta = Rp2 juta setiap kali pembayaran kupon.


4Jenis-Jenis SUN

SUN-surat utang negara-surat-utang-negara-jenis

Sesuai Undang-Undang Nomor 24 tahun 2002, SUN memiliki 2 jenis yaitu:

1. Surat Perbendaharaan Negara (SPN)

Surat Perbendaharaan Negara (SPN) adalah SUN yang berjangka waktu maksimal 12 bulan dengan pembayaran bunga secara diskonto. Di beberapa negara SPN lebih dikenal dengan sebutan T-Bills atau Treasury Bills. SUN jenis ini biasanya ditujukan untuk investor besar.

2. Obligasi Negara (ON)

Obligasi Negara adalah SUN yang berjangka waktu lebih dari 12 bulan dengan kupon atau pembayaran bunga secara diskonto. Obligasi Negara dengan kupon memiliki jadwal pembayaran kupon yang periodik (satu, tiga bulan sekali atau enam bulan sekali).

Sementara ON tanpa kupon tidak memiliki jadwal pembayaran kupon. Di Indonesia ada 3 jenis obligasi negara yang dijual secara ritel, antara lain:

    • ORI (Obligasi Ritel Indonesia)

ORI merupakan obligasi ritel tertua yang pernah diterbitkan oleh pemerintah Indonesia. ORI pertama kali dengan seri ORI001 dikeluarkan pada Juli 2006. Biasanya, setiap tahun dikeluarkan 1-2 ORI. Pada Oktober mendatang, rencananya pemerintah akan mengeluarkan ORI011.

Baca juga: Ingin Membeli SBR (Saving Bound Ritel)? Pahami Dulu Istilah-istilahnya

Menurut perkiraan analis, obligasi ritel bertenor tiga tahun ini akan menawarkan kupon antara 7%-8,75%. Imbal hasil ini sedikit berbeda dengan bunga deposito, yang menurut Pusat Informasi Pasar Uang rata-rata 7,11% (1 bulan) dan 6,8% (12 bulan).

Pemerintah sendiri, menargetkan bisa menyerap Rp20 triliun dari penerbitan ORI011, relatif sama dengan ORI010 yang sebesar Rp20,21 triliun.

    • SBR (Saving Bond Ritel)

SBR adalah obligasi Negara yang dijual kepada individu atau perseorangan Warga Negara lndonesia melalui Mitra Distribusi di Pasar Perdana domestik yang tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder.

Karakteristik dari SBR adalah adanya floating minimum rate dan adanya fasilitas early redemption.

Sampai saat tulisan ini dibuat, SBR008 memiliki batas minimum pembelian terjangkau yakni sebesar Rp 1 juta dan maksimal Rp 3 miliar dan sudah dapat dibeli sampai batas akhir penawaran 19 September 2019 pukul 10.00 WIB.

    • Sukuk Ritel (SR)

SR adalah obligasi negara yang dijual kepada individu atau perseorangan Warga Negara lndonesia melalui Mitra Distribusi di Pasar Perdana domestik yang berbasis syariah. Apabila anda mencari produk investasi yang benar-benar sesuai syariah, mungkin SR lah jawabannya karena telah dijamin oleh MUI.

Secara karakteristik, SR hampir sama dengan ORI, dimana adanya fixed rate setiap tahun dan adanya pasar sekunder.


5Bagaimana Bentuk Fisik SUN?

surat utang negara-SUN-surat-utang-negara-SBR-ORI

Surat Utang Negara dapat diterbitkan dalam bentuk warkat atau tanpa warkat (scriptless). Surat Utang Negara yang saat ini beredar, diterbitkan dalam bentuk tanpa warkat. Surat Utang Negara dapat diterbitkan dalam bentuk yang dapat diperdagangkan atau yang tidak dapat diperdagangkan.

Baca juga: Apa Perbedaan Investasi Saham dan Obligasi? Berikut Penjelasannya

Untuk bentuk tanpa warkat ini investor tidak perlu khawatir membeli atau berinvestasi barang yang tidak terlihat karena ada bukti pembeliannya berupa invoice (penagihan). Bukti ini yang nanti bisa digunakan untuk pencairan dana pokok investor saat SUN sudah jatuh tempo.


6Seberapa Aman Berinvestasi di SUN?

bertanya - berpikir - Jangan Terburu-Buru Berinvestasi Saat Anda Sedang Mengalami 3 Situasi Berikut

Pertanyaan ini seringkali dilontarkan oleh para investor yang memang baru mau mencoba berinvestasi di SUN.

Jawabannya, tentu saja aman, karena investasi ini dijamin oleh negara, Anda hanya akan merugi ketika memang kondisi negara sedang hancur atau bangkrut.

Selain itu, pengelolaan SUN ini diatur oleh Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang (DJPU). Tugas DJPU yang terkait ialah menyiapkan perumusan dan pelaksanaan kebijakan pengelolaan SUN meliputi: perencanaan struktur portofolio yang optimal; pelaksanaan penerbitan, penjualan, pembelian kembali dan penukaran; pengelolaan risiko portofolio; pengembangan infrastruktur dan institusi pasar; dan publikasi informasi tentang pengelolaan berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan Direktur Jenderal.

Baca juga: Lakukan 4 Hal Ini Jika Anda Terjebak Investasi Bodong! 

Tapi, sebagai informasi tambahan, ternyata bukan hanya SUN saja yang investasinya terjamin aman, Peer-to-Peer Lending dari KoinWorks juga bisa jadi solusi untuk yang ingin mengalokasikan dananya ke instrumen lain.

KoinWorks yang berkonsep marketplace online yang sudah terdaftar dan diawasi oleh OJK ini menyediakan wadah sebagai tempat pertemuan antara Pendana dan Peminjam.

Anda sebagai seorang Pendana bisa memberikan pinjaman kepada pihak-pihak yang membutuhkan. Setiap bulannya, peminjam akan mencicil pinjamannya dan Anda akan mendapatkan pengembalian berupa pokok dan bunga.

Hanya dengan Rp 100.000 saja, Anda bisa mulai mendanai dan mendapatkan imbal hasil hingga 21,32% per tahunnya.

Setelah membaca seluruh pembahasan ini, mudah-mudahan Anda bisa lebih memahami investasi SUN ini. Jadi, apakah Anda tertarik untuk berinvestasi SUN?



Agar kami dapat memahami kebutuhan informasi Anda dengan baik dan menyediakan konten yang berkualitas serta informatif kepada setiap pembaca, mohon luangkan waktu untuk mengisi survey singkat di halaman berikut.

Download Aplikasi KoinWorks

apple app store iosgoogle play store android app

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.