5 Hal Yang Harus Dihindari Investor Sebelum Menanamkan Modal – Ada berbagai resiko investasi yang harus dipahami dengan baik oleh para investor juga para pelaku bisnis.

Dengan ini, tentunya segala macam resiko dari investasi bisa diminimalisir atau bahkan dihindari. Seiring berjalannya teknologi, investasi semakin beragam dan mudah.

Dari sekedar deposito di bank sampai peer to peer lending. Ketika resiko atau kerugian dari investasi bisa diminimalisir atau dihindari tentu akan ada banyak keuntungan yang akan didapatkan.

Baca Juga: Mau Mengembangkan Usaha? Pinjaman dari KoinWorks Ini Bisa Jadi Pilihan Bijak

Bagi investor sendiri, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan dihindari ketika ingin menanamkan modal di salah satu atau beberapa jenis usaha. Perhatikan 5 hal berikut ini.

5 Hal Yang Harus Dihindari Investor Sebelum Menanamkan Modal

1. Niat kecil untuk berinvestasi

Anda harus menghindari hal ini karena niat yang kecil dalam investasi tidak akan memberikan apapun kecuali kerugian. Artinya, besarnya niat Anda sangat vital.

Baca Juga: Seperti Apa Pengaruh Pinjaman P2P Lending Secara Global?

Hal ini juga yang akan memastikan bahwa Anda berinvestasi hanya karena mengikuti trend atau tidak.

Jadi, jika niat awal untuk berinvestasi hanya sedikit atau bahkan masih ragu-ragu, memang lebih baik untuk mengurungkan niat. Hal ini dikarenakan tidak semua investasi akan berakhir seperti apa yang Anda inginkan

Niatan yang kecil akan menghantarkan Anda pada sifat malas, tidak bekerja keras, tidak berusaha dan sifat negatif lainnya yang tidak mendukung investasi Anda.

Baca Juga: Tanpa Perlu Meminjam Ke Bank, 6 Cara Ini Dapat Membantu Anda Mendapatkan Modal Usaha

Alhasil, ketika investasi berakhir dengan kerugian, Anda pun akan sangat kecewa. Jadi, niat yang Anda miliki akan menjadi tolak ukur kesungguhan Anda dalam berinvestasi.

Kesungguhan Anda bisa menjadi tolak ukur kesuksesan. Tentu, Anda juga harus paham seluk beluk investasi itu sendiri sehingga mengetahui tips dan triknya.

2. Tidak memiliki tujuan investasi yang jelas

Apapun yang akan kita lakukan untuk masa depan kita memang sepatutnya dimulai dengan tujuan yang jelas. Apalagi jika menyangkut urusan finansial Anda di masa depan. Sudah seharusnya Anda juga memiliki tujuan.

Baca Juga: Biar ‘Lapak’ Anda Ramai Pembeli, Ikuti 7 Tips Ini Agar Bisnis Anda Diserbu Konsumen

Investasi selain harus diawali dengan niatan yang besar, juga harus didasari tujuan yang rasional serta sistematis.

Sebab, tujuan yang jelas, rasional serta sistematis akan menjadi terstuktur dan memudahkan segala macam rencana dalam perjalanan bisnis Anda di masa depan.

Dengan memiliki tujuan yang rasional, jelas serta sistematis pula Anda akan terhindar dari kegagalan bisnis.

Baca Juga: Bagaimanakah Pinjaman P2P Lending Dapat Membuat UKM di Indonesia Lebih Berkembang

Banyak investor yang tidak memperdulikan hal ini. Maka wajar saja jika mereka mengalami kegagalan dalam berinvestasi.

Karena, jika tidak memiliki tujuan yang jelas, yang akan muncul dalam pikiran atau angan-angan adalah mendapatkan keuntungan yang besar.

Baca Juga: Cara Menghitung Berapa Banyak Pinjaman Modal yang Anda Butuhkan

Memang setiap pebisnis atau investor ingin keuntungan yang besar, tapi harus diikuti dengan tujuan yang jelas.

3. Hutang yang banyak

Apakah Anda memiliki hutang yang banyak? Pertanyaan ini harus ditanyakan kepada diri Anda sendiri ketika hendak berinvestasi.

Baca Juga: 7 Pertanyaan yang Harus Dijawab Sebelum Mengajukan Pinjaman Modal Usaha

Hutang yang banyak bukan saja akan menjadi masalah kedepannya dikarenakan hutang akan terus bertambah melainkan juga keuntungan investasi yang belum pasti bisa saja tidak akan bisa menutupi semua hutangnya.

Oleh sebab itu, dana yang ada bisa digunakan untuk melunasi hutang yang ada terlebih dahulu. Jika tidak, pilihlah investasi yang benar-benar akan memberikan keuntungan besar.

Di dalam dunia bisnis, kemampuan untuk memenej keuangan pribadi atau perusahaan memang sangat penting.

Baca Juga: Mau Mendapatkan Inspirasi Soal Bisnis? Tonton 5 Film untuk Womanpreneur Ini

Strategi yang akurat harus diterapkan terhadapa menejemen keuangan Anda. Lebih jauh lagi ketika Anda hendak berinvestasi.

Ketika keuangan sudah tertata, barulah Anda bisa berinvestasi. Tapi, jika keuangan Anda masih amburadul, jangan harap keuntungan dari investasi akan menyelesaikan masalah keuangan Anda.

4. Pemasukan masih kecil

Sangat disarankan jika pemasukan keuangan Anda masih kecil, maka sebaiknya tinggalkan niatan untuk berinvestasi.

Baca Juga: Cara Menghitung Berapa Banyak Pinjaman Modal yang Anda Butuhkan

Jika pemasukan kecil, maka investasi yang Anda jalankan tidak akan bisa memberikan keuntungan yang maksimal.

Anda akan merasa kerepotan untuk membagi-bagi keuangan yang sedikit ke beberapa sektor. Ini bukan hal sehat untuk dilakukan.

5. Pengeluaran masih besar

Jika pemasukan kecil tapi pengeluaran besar atau pemasukan besar dan pengeluaran besar, maka impian untuk berinvestasi juga lebih baik diurungkan.

Baca Juga: 5 Tips Agar Tidak Canggung Menghadapi Karyawan yang Lebih Tua

Jika pengeluaran masih besar, bukan tidak mungkin segala keuntungan dari hasil investasi tidak akan berbekas apa-apa.

Terlebih jika investasi yang dipilih adalah investasi jangka panjang. Tentu, keuntungan yang baru bisa dinikmati di waktu yang akan datang akan menjadi masalah tersendiri.

Baca Juga: 5 Cara Mempertahankan Karyawan Potensial Agar Bekerja Lebih Lama

So, jika Anda ingin berinvestasi serta ingin menghindari resiko investasi, sebaiknya memang menghindari semua hal diatas.


Hitung Efek Compounding Investasi Anda

Investasi Awal:
Investasi Bulanan:
Suku Bunga per Tahun (%):
Jangka Waktu (Tahun):



Total Investasi:
Future Value:
Bunga Keuntungan:
Daftar Dapat 150.000

(*) KOIN, Khusus Pendaftar Baru


Download Aplikasi KoinWorks

apple app store iosgoogle play store android app

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.