Krisis ekonomi global yang berdampak pada kenaikan harga barang-barang kebutuhan pokok membuat sebagian masyarakat berada pada posisi terjepit dalam mementuhi kebutuhan sehari-hari mereka. Kondisi ini rupanya dimanfaatkan oleh oknum-oknum tak bertanggungjawab untuk mengeruk keuntungan walaupun di atas penderitaan masyarakat dengan memberikan pinjaman tanpa jaminan dengan bunga selangit. Praktek tersebut sering disebut rentenir dan untuk menghindari jebakan oknum-oknum seperti itu sebaiknya Anda mengenal rentenir berwujud bank keliling.

Para rentenir ini oleh masyarakat sering disebut sebagai bank keliling walaupun pada kenyataannya bank-bank resmi juga ada yang mengumpulkan dana atau mengumpulkan angsuran pinjaman nasabah secara mobile. Praktek rentenir ini pada umumnya berkeliling ke rumah-rumah penduduk untuk memberikan pinjaman dan pada umumnya pada golongan masyarakat kalangan ekonomi menengah ke bawah. Hasil pinjaman tersebut ada yang dijadikan modal untuk merintis usaha tetapi ada pula yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Kondisi ini bukannya menyelesaikan masalah malahan justru akan menjerumuskan mereka ke dalam masalah yang lebih besar lagi yaitu terbelit hutang dengan bunga yang terus-menerus berkembang. Biasanya oknum-oknum yang menjadi petugas bank keliling ini pandai berbicara dengan menggunakan bahasa persuasif serta sangat ramah untuk menarik minat calon peminjam. Sebagian besar dari mereka kurang memiliki wawasan dan sama sekali tak menduga bahwa kelak di masa depan mereka akan berhadapat dengan kompensasi berat kepada pemberi pinjaman dengan bunga yang menggunung.

Hingga saat ini Dinas Sosial Pemerintah di berbagai wilayah di Indonesia sudah sering mengadakan penyuluhan kepada masyarakat agar waspada terhadap jebakan rentenir baik dengan kedok bank keliling atau apa pun. Kondisi ini sudah semakin banyak meresahkan masyarakat dengan korban yang semakin bertambah karena suku bunga yang diterapkan sangat tidak wajar. Sesungguhnya hal ini dapat kita antisipasi dengan adanya kesadaran dalam diri untuk menjalankan gaya hidup proporsional sesuai dengan penghasilan kita, ekonomis, dan hemat. Tak lupa pemahaman agama yang baik juga sangat efektif untuk membentengi diri dari praktek rentenir semacam ini.

Yang patut disayangkan adalah terjeratnya banyak orang dalam praktek rentenir berkedok bank keliling ini karena untuk memenuhi kebutuhan konsumtif yang sesungguhnya hanya untuk memuaskan keinginan diri. Hidup hemat saat kondisi krisis tengah terjadi akan membantu kita untuk terbebas dari masalah keuangan. Pada kondisi yang pas-pasan harus disadari bahwa tak seluruh keinginan harus dipenuhi dan dalam membelanjakan uang juga harus proporsional. Penting untuk bisa membedakan mana yang merupakan keinginan dan mana yang merupakan kebutuhan. Dorongan-dorongan keinginan konsumtif yang memang tak diperlukan tersebut sesungguhnya bisa diredam dengan pola hidup sehat, proporsional, dan sederhana.

Salah satu upaya pemerintah untuk mengatasi permasalahan sosial ini adalah OJK atau Otoritas Jasa Keuangan mendukung penetrasi serta profesionalisme LKM atau Lembaga Keuangan Mikro (LKM) berbadan hukum. LKM yang berada di bawah naungan hukum diharapkan mampu memberantas praktek rentenir serta bank keliling yang dikelola secara perorangan. Hal ini karena LKM dapat menawarkan kemudahan dalam proses pencairan dana, menawarkan bunga yang rendah, serta tanpa perlu agunan.

Dengan demikian LKM ini dalam operasinya nanti akan berorientasi kepada perlindungan konsumen. Inilah sebabnya secara terus-menerus OJK berusaha untuk melakukan pembenahan LKM terutama tentang legalitas atau naungan hukum LKM. Dengan demikian LKM akan mendapat kepercayaan di mata masyarakat dan dipilih sebagai jalan keluar bagi mereka yang ingin merintis usaha mikro daripada mendapatkan dana dari rentenir dengan beban bunga selangit.

Tak hanya berpraktek sebagai bank keliling, model peminjaman uang dengan bunga tinggi ini pun telah merambah dunia maya alias internet dalam memburu nasabah. Yang diutamakan oleh lembaga penyedia pinjaman ini adalah proses pencairan yang cepat tanpa administrasi yang rumit. Tetapi bunga yang dibebankan pada peminjam mencapai sekitar 30% per bulan yang tergolong sangat besar dan mempersulit kondisi peminjam.

Pengelola beralasan bahwa penerapan bunga yang tinggi ini karena resiko yang harus mereka tanggung juga besar karena tak diperlukan agunan untuk peminjaman ini. Menurut OJK apa pun bentuk operasinya, praktek-praktek semacam ini tetap merupakan penyaluran dana secara informal yang seharusnya tak dilakukan. Dari ulasan di atas tentang mengenal rentenir berwujud bank keliling diharapkan Anda tak akan terjebak praktek semacam ini.


Simulasi Pinjaman Modal Usaha

Jumlah Pinjaman

Suku Bunga/Tahun (% APR)

Jangka Waktu (Tahun)


Hasil
Bunga Pinjaman
Pokok + Bunga

Cicilan Bulanan:

Syarat Pengajuan Pinjaman di KoinWorks



Hitung Efek Compounding Investasi Anda

Investasi Awal:
Investasi Bulanan:
Suku Bunga per Tahun (%):
Jangka Waktu (Tahun):



Total Investasi:
Future Value:
Bunga Keuntungan:
Daftar Dapat 150.000

(*) KOIN, Khusus Pendaftar Baru


Download Aplikasi KoinWorks

apple app store iosgoogle play store android app

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.