Home » Blog » Bisnis & UKM, Daily » Leader, Ini Tanggung Jawab Sebagai Seorang Pemilik Bisnis yang Perlu Kamu Terapkan

Leader, Ini Tanggung Jawab Sebagai Seorang Pemilik Bisnis yang Perlu Kamu Terapkan

·
4 menit
pemilik bisnis yang baik adalah yang mampu menerapkan berbagai tanggung jawab kepada konsumen, karyawan, investor dan lingkungan

Melaksanakan usaha bisnis guna mendapatkan keuntungan tak bisa lepas dari tanggung jawab.

Tak hanya kepada para konsumen pembeli produk hasil usaha bisnis tersebut saja, tapi tanggung jawab pemilik bisnis juga lebih luas lagi, yakni meliputi tanggung jawab kepada investor dan para karyawannya serta tanggung jawab sosial kepada lingkungan sekitar juga.

Sebelum sampai ke sana, mari kita ketahui dulu selengkapnya tentang usaha bisnis.

Apa itu Usaha Bisnis

Suatu usaha bisnis ialah suatu kegiatan dengan tujuan guna mendapatkan suatu keuntungan berupa keuntungan finansial.

Suatu usaha bisnis bisa  dibangun dengan menggunakan modal sendiri, sehingga pihak investor dengan pihak pengelola bisnis usahanya ialah orang yang sama.

Hal ini biasanya terjadi pada suatu usaha berskala kecil, maupun dengan menggunakan modal usaha dari pihak lain.

Guna mendapatkan keuntungan tersebut maka pelaku bisnis tak bisa juga lepas dari yang namanya suatu tanggung jawab.

Sedikit banyak dalam pelaksanaan suatu bisnis usaha pasti akan membawa dampak terhadap banyak hal, yang meliputi dampak terhadap lingkungan sekitar.

Dampak jalannya usaha terdapat perkembangan modal usaha dari para investor juga dampak terhadap konsumen dan para pekerja di bawah timnya yang mendukung kelancaran bisnis usahanya.

Oleh karenanya pelaku bisnis usaha harus bertanggung jawab terdapat semua hal tersebut.

Setelah mengetahui tentang apa itu bisnis, berikut ini pembahasan lebih lanjut mengenai tanggung jawab sebagai seorang pemilik bisnis tersebut.


Tanggung Jawab Kepada Konsumen

Sebagai pelaku bisnis usaha yang melayani para konsumen membeli produknya guna mendapatkan suatu keuntungan dari hal tersebut sebagai haknya.

Maka pelaku bisnis usaha memiliki suatu kewajiban untuk menyediakan produk yang sesuai dengan pesanan konsumennya.

Hubungan antara pelaku bisnis dengan konsumennya adalah erat dan saling bergantung satu sama lain.

Pada saat  konsumen memberikan sejumlah uang pada suatu transaksi, maka perusahaan yang dijalankan oleh pelaku usaha wajib untuk melaksanakan kewajibannya memenuhi pesanan konsumen dengan menghasilkan produk yang berkualitas dan sesuai spesifikasi.

Konsumen pun memiliki hak untuk mendapatkan informasi mengenai produk yang akan dibelinya, dengan sejelas-jelasnya. Lalu juga pelaku usaha wajib menyediakan produk yang aman dan berkualitas, serta memenuhi spesifikasinya dalam harga yang sesuai.

Informasi mengenai kejelasan dan rincian produk bisa diberikan pada saat beriklan atau ketika pada suatu ajang pameran atau ditampilkan pada web resmi perusahaan.

Lalu konsumen memiliki hak untuk memilih produk yang hendak dibelinya.

Dalam beriklan tersebut maka pelaku usaha juga memperhatikan etika dan memiliki tanggung jawab agar menyampaikan informasi produk yang sebenarnya dan sejelas-jelasnya, dan tidak membuat janji-janji tentang manfaat suatu produk yang sama sekali tidak dapat untuk dipenuhi dan ditepati.


Tanggung Jawab Kepada Karyawan

Dalam menjalankan bisnis usahanya maka pelaku bisnis juga tak bisa lepas dari tanggung jawabnya kepada para karyawan pekerja dalam timnya sendiri.

Tanggung jawab tersebut meliputi jaminan kesejahteraan karyawan dan pengupahan.

Para pekerja berhak atas gaji dari pekerjaan yang telah mereka lakukan guna menghasilkan suatu produk jualan yang mendatangkan keuntungan bagi pelaku bisnis.

Tanggung jawab terdapat pekerja sudah dimulai sejak awal proses perekrutannya.

Pihak perusahaan perlu menerapkan suatu sistem rekrutmen yang transparan dan dilakukan secara profesional, jelas kriteria calon pekerja yang dibutuhkan serta dilarang mengutip berbagai bentuk keuntungan dari tiap proses rekrutmennya.

Hal ini karena proses recruitment tersebut bukanlah suatu kegiatan perusahaan untuk mendapatkan keuntungan secara finansial.

Kemudian pelaku usaha dalam memberikan tugas pekerjaan juga harus disesuaikan dengan kemampuan tiap karyawan pekerjanya.

Selanjutnya pelaku bisnis juga bertanggung jawab untuk memberikan berbagai pelatihan guna meningkatkan kemampuan SDM (Sumber Daya Manusia) yang ada.

Juga dengan tanggung jawab pemberian kompensasi gaji yang sesuai dengan prestasi kinerja masing-masing tiap karyawan.

Bagi karyawan yang telah menunjukkan kontribusinya dan berprestasi maka tanggung jawab pelaku usaha juga untuk memberikan reward berupa bonus hingga promosi.

Lalu setelah purna tugas maka perlu dipikirkan juga dengan jaminan masa tuanya dengan sistem pensiunnya.


Tanggung Jawab Kepada Investor

Selain berupa tanggung jawab kepada konsumen dan karyawan pekerja maka pelaku usaha bisnis juga wajib bertanggung jawab kepada para investornya atas sejumlah besar modal usaha yang telah dipercayakan dan ditanamkan guna menjalankan suatu bisnis usaha tersebut agar bisa berkembang.

Untuk itu maka pelaku usaha wajib membuat suatu laporan keuangan dan menyampaikannya dengan secara berkala dan rutin kepada para investor, sesuai dengan format dan memenuhi aturan dalam laporan keuangan yang berlaku.

Laporan keuangan tersebut harus dibuat dengan secara benar sesuai kondisi yang terjadi dengan secara jujur dan transparan tanpa adanya suatu informasi yang disembunyikan atau ditutup-tutupi sehingga menimbulkan misleading.


Tanggung Jawab Kepada Lingkungan Sekitar Tempat Usaha

Hal ini sering disebut sebagai CSR atau corporate social responsibility.

Perlu diingat bahwa dalam melakukan kegiatan usahanya guna mendapatkan keuntungan finansial terutama, maka sedikit atau banyak pasti akan timbul adanya dampak pada lingkungan sekitarnya baik itu pada lingkungan masyarakatnya maupun lingkungan ekosistem di sekitarnya.

Tak hanya akan timbul suatu dampak positif yang mendatangkan berbagai keuntungan namun suatu aktivitas bisnis juga bisa mendatangkan dampak negatif yang merugikan antara lain seperti dampak limbah produksi atau polusi suara dan lain sebagainya yang bisa menganggu dan mengubah kondisi lingkungan semula.

Oleh karenanya merupakan tanggung jawab bagi perusahaan untuk bisa meminimalisir dampak buruk tersebut dan juga memberikan kompensasi atas berbagai dampak negatif yang timbul.

Tanggung jawab perusahaan terhadap dampak lingkungan tersebut terutama ditujukan bagi lingkungan yang ada di sekitar tempat usahanya terlebih dahulu, baru meluas ke lokasi yang lainnya.

Beberapa contohnya antara lain seperti dengan perekrutan karyawan yang diutamakan untuk calon pekerja yang berasal dari lingkungan sekitar atau istilahnya putra daerah selain pertimbangan dengan kompetensi kemampuannya.

Lalu juga dengan program pemberian beasiswa kepada para pelajar masyarakat yang tinggal di sekitar perusahaan.

Juga dengan membantu peningkatan sarana serta prasarana di sekitar yang perlu ditingkatkan, contohnya ialah dengan membangun jalan, membantu pemasangan listrik jika aliran pasokan listrik di lingkungan sekitar perusahaan belum ada dan lain sebagainya.

Apalagi jalan tersebut juga akan digunakan perusahaan juga guna melancarkan proses produksinya.

Lalu secara ke dalam perusahaan bisa menggunakan dan memasang alat penghisap asap zat-zat beracun hasil dari proses produksi guna meminimalkan polusi udara, serta dengan membuat tempat penampungan limbah cair maupun padat dan gas yang dapat menyerap zat-zat berbahaya sebelum kemudian dialirkan dan dibuang ke dalam aliran sungai dan kembali ke lingkungan sekitar tanpa menimbulkan kerusakan alam dan mengubah kondisi habitat lingkungan sekitar dari keadaan semula.

Juga meminimalkan polusi air, dan pencemaran udara dan mengusahakan agar dapat menghasilkan suatu bahan yang bisa didaur ulang kembali menjadi berbagai produk yang bermanfaat lainnya.

Pelaku usaha yang baik akan memperhatikan dan memenuhi segala tanggungjawabnya tersebut dengan sebaik-baiknya sesuai ketentuan dengan penuh kesadaran.


Tidak hanya perihal tanggung jawab, kamu juga harus memperhatikan modal usaha yang dimiliki supaya semua kegiatan bisnis berjalan dengan maksimal.

Jika kamu memerlukan modal usaha tambahan, KoinBisnis dari KoinWorks bisa membantu memberikan modal usaha hingga Rp2 miliar dengan bunga 0.75% per bulan.

Simulasi Pinjaman KoinWorks
Ketahui maksimum pinjaman dan cicilan per bulan
+62
Estimasi jumlah maksimum pinjaman

Rp

Estimasi cicilan bulanan
  • Tenor 6 bulan: Rp
  • Tenor 12 bulan: Rp
  • Tenor 24 bulan: Rp

Install aplikasi KoinWorks dan mulai ajukan pinjaman di KoinBisnis!

Ajukan Pinjaman Sekarang

Miko
Dengan tulisan, Miko bisa membagikan banyak hal positif. Berkontribusi dalam pengembangan pengetahuan para pembaca membuatku bahagia.

Langganan via Email​

Dapatkan Tips dan Berita Keuangan Gratis di Inbox Anda​

Pinjaman bisnis sd 2M dapat CASHBACK GOPAY s/d Rp 9,9 Juta, Sikaaat