Home » Strategi Bisnis » Cara agar Bahan Baku Bisnis Camilan Tidak Rusak

Cara agar Bahan Baku Bisnis Camilan Tidak Rusak

Bagaimana mengelola bahan baku di bisnis camilan agar tidak gampang rusak?

Seperti kita semua ketahui, bahan baku adalah sumber utama dalam pembuatan bisnis camilan.

Sebaik apapun kamu mengelola sebuah bisnis makanan, tanpa bahan baku yang baik, tentu saja bisnismu tidak akan berjalan lancar.

Nah, sebagai pemilik bisnis, kamu perlu memastikan bahwa bahan baku yang akan digunakan tidak mengalami kerusakan.

Mungkin kamu perlu memperhatikan asal bahan baku, tempat & cara penyimpanannya, bagaimana pengolahannya, dan masih banyak aspek lain yang bisa kamu pelajari.

Intinya adalah, bahan baku yang berkualitas akan menghasilkan produk camilan yang bermutu dan lezat. Produk yang bermutu, dijamin akan laris di pasaran.

Cara Mengelola Bahan Baku pada Bisnis Camilan agar Tidak Mudah Rusak

Mengatur stok bahan baku pada bisnis makanan camilan tentu memiliki tantangannya tersendiri.

Bagaimana tidak, sebagian besar bahan baku ini memiliki umur simpan yang tidak panjang, serta rentan akan kerusakan.

Lalu, bagaimana cara mengelola bahan baku yang tepat?

Simak ulasan singkatnya, berikut ini:


1. Menentukan pemasok (supplier) yang kompeten

Pemasok atau supplier memiliki peran yang sangat penting dalam aktivitas operasional bisnis camilanmu.

Pilihlah beberapa pemasok yang terbukti memiliki kinerja yang baik, dan benar-benar dapat diandalkan.

Biasanya, pemasok yang sudah terkenal kualitasnya akan dapat dengan mudah menyediakan bahan-bahan baku yang bermutu untuk bisnismu.

Selain itu, mereka selalu tepat waktu dalam mengantar semua bahan tersebut.


2. Mengelompokkan bahan baku yang akan disimpan

Tidak semua bahan baku memiliki karakteristik yang sama.

Maka dari itu, metode penyimpanannya juga pasti ada yang berbeda.

Ada bahan baku yang harus disimpan dalam lemari bersuhu ruangan, ada yang sebaiknya disimpan dalam refrigerator, dan ada yang harus disimpan di dalam freezer.

Untuk bahan baku camilan yang harus disimpan dalam refrigerator:

  • Pisahkan bahan baku camilan yang masih mentah, dengan yang siap untuk diolah
  • Bahan baku yang memiliki aroma tajam, harus kamu bungkus rapat dengan plastic wrap, atau bila perlu pisahkan tempat penyimpanannya
  • Usahahkan menyimpan bahan baku di dalam refrigerator dalam rentang waktu 2-3 hari saja

Untuk bahan baku camilan yang disimpan dalam suhu ruangan:

  • Pastikan ruangan/lemari dilengkapi dengan ventilasi yang memadai, dan suhu yang tidak terlalu panas
  • Pastikan ruangan mudah dibersihkan, serta lantai dan dinding dalam keadaan kering
  • Kamu bisa melakukan metode FIFO saat akan menggunakan bahan baku tersebut

3. Memeriksa semua bahan baku yang baru datang

Hal yang pertama kamu lakukan saat bahan baku datang adalah memeriksa keadaannya; apakah dalam kondisi baik, dan jumlahnya sesuai?

Tentunya hal ini untuk menghindari terjadinya kesalahan dalam pengiriman logistik, dan berujung kerugian pada bisnis camilan kamu.

Kamu harus bisa menghubungi pihak pemasok jika ada bahan baku yang rusak saat datang, atau sudah melampaui umur simpannya.

Seperti disebutkan pada poin sebelumnya, pemasok yang kompeten pasti akan segera bertindak dan menyiapkan stok bahan baku baru untuk bisnismu.


4. Menyusun bahan baku dengan baik

Dalam penyimpanannya, kamu juga harus menyusun bahan baku dengan baik.

Cara agar bahan baku tidak mudah rusak adalah dengan mengetahui mana saja yang rutin digunakan dalam aktivitas sehari-hari, dan mana yang hanya sesekali saja.

Dengan begitu, kamu dapat mengetahui jumlah stok bahan baku sesuai dengan kebutuhan, dan menghindari penumpukan bahan baku di tempat penyimpanan.


5. Menerapkan metode first in first out (FIFO)

Dalam menyusun bahan baku, kamu bisa mencoba menyusunnya menggunakan metode FIFO.

Metode ini mengatur pemisahan bahan baku antara yang masuk ke gudang duluan, dengan yang masuk belakangan.

Dengan demikian, kamu dan pegawai lain akan lebih mudah menggunakan stok bahan lama terlebih dahulu. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari terjadinya penumpukan.

Metode ini bisa kamu terapkan pada bahan baku pendukung, atau bahan baku makanan yang memiliki masa kedaluwarsa yang panjang.


6. Menerapkan metode first expired first out (FEFO)

Untuk bahan baku makanan yang memiliki umur simpan singkat, kamu bisa menggunakan metode FEFO.

Konsepnya serupa dengan metode FIFO, hanya saja prioritas pemisahan dan penggunaan bahan baku ada pada masa kedaluwarsanya.

Barang yang baru datang atau pun yang sudah tersimpan lama, akan dilihat dari mana yang masa kedaluwarsanya paling singkat.

Dengan begitu, kamu akan mengurangi risiko kerusakan barang akibat terlalu disimpan.


7. Menjaga kebersihan tempat penyimpanan bahan baku

Kebersihan tempat penyimpanan juga tidak boleh dilupakan.

Tempat atau gudang yang kamu gunakan untuk menyimpan bahan makanan harus dalam keadaan yang bersih; tidak ada debu berlebihan, tidak ada kebocoran, dan juga tidak terkena sinar matahari langsung.

Kenapa? Karena faktor-faktor tersebut dapat memengaruhi kondisi beberapa bahan makanan.

Terlebih lagi jika tempat penyimpanan tersebut tidak diatur dan tidak dibersihkan dengan baik, sehingga serangga dan tikus bisa masuk ke dalam.

Walaupun bisnis yang kamu jalani masih kecil, namun kebersihan itu tetap penting dan menunjukkan profesionalisme dari bisnis camilan milikmu.


8. Melakukan pendataan bahan baku secara berkala

Pencatatan pergerakan dan pemeriksaan kondisi bahan baku harus dilakukan secara berkala.

Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa bahan baku yang kamu simpan selalu berada di kondisi yang terbaik.

Melalui catatan ini pula kamu dapat dengan cepat mengetahui bahan baku mana saja yang sudah terpakai, yang lama tidak terpakai, yang rusak, dan lain sebagainya.


9. Memberikan label untuk memudahkan pergerakan bahan baku

Setelah melakukan pencatatan, ada baiknya bahan baku diberi label sebagai penanda.

Baik sebagai penanda bahwa bahan baku telah diperiksa, atau bisa juga sebagai penanda tanggal masuk serta tanggal kedaluwarsa bahan baku tersebut.

Dengan begitu, kamu dapat dengan mudah menerapkan metode FIFO atau FEFO pada manajemen penyimpanan bahan baku milikmu.

Hal ini tentu akan mengurangi risiko kerusakan pada bahan baku yang tidak kamu ketahui.


Pentingnya Menjaga Bahan Baku di Bisnis Camilan agar Tidak Mudah Rusak

Demikianlah beberapa cara menjaga dan mengatur bahan baku pada bisnis camilanmu agar tidak mudah rusak.

Mulai dari menentukan pemasok, memeriksa bahan yang baru datang, mengelompokkan bahan-bahan tersebut, menerapkan metode FIFO dan FEFO, hingga ke pengaturan kebersihan tempat penyimpanan.

Selamat mencoba!

. . .

Kalau kamu termasuk salah satu pelaku usaha kecil, online sellers, atau freelancers, KoinWorks punya satu solusi nih untuk semua kebutuhan keuangan kamu.

Mulai dari transfer antar bank tanpa biaya admin, pembuatan invoice & laporan keuangan, hingga ke akses yang fleksibel untuk mendapatkan pinjaman– semua ini khusus untuk mendukung usaha & bisnis kamu, dan bisa kamu dapatkan di KoinWorks NEO.

Yuk, cari tahu lebih banyak tentang KoinWorks NEO di sini!

Download aplikasi KoinWorks dan mulai kembangkan asetmu sekarang!

Langganan via Email​

Dapatkan Tips dan Berita Keuangan Gratis di Inbox Anda​