Cara Mudah Memulai Bisnis Camilan untuk Pemula

Bagaimana cara mudah untuk memulai sebuah bisnis camilan bagi pemula?

Selain banyak peminatnya, proses membuat makanan camilan juga tergolong mudah.

Oleh karena itu, saat ini sudah lumayan banyak pemilik bisnis yang menggeluti bisnis camilan dengan produknya masing-masing.

Tingkat persaingan memang semakin ketat dari tahun ke tahun, tapi potensi bisnisnya masih sangat besar, lho.

Jika kamu serius menjalaninya, bukan tidak mungkin bisnis camilan yang kamu jalankan bisa tembus hingga ke pasar internasional.

Sangat menarik, bukan?

Lantas, bagaimana cara memulai bisnis camilan yang tepat bagi seorang pemula?

Cara Mudah Memulai Bisnis Camilan untuk Pemula

Camilan, alias makanan ringan, selalu memiliki banyak peminat.

Mulai dari anak kecil hingga ke orang dewasa, semua memiliki camilan kesukaan masing-masing.

Untuk menjalankan bisnis camilan secara lancar, tentu ada beberapa hal yang perlu kamu persiapkan sebelumnya.

Nah, berikut adalah beberapa langkah yang perlu kamu lakukan dalam memulai sebuah bisnis camilan.

Silakan disimak!


1. Menyiapkan konsep awal bisnis dan brand identity

Hal pertama yang perlu kamu lakukan adalah menentukan konsep awal bisnis camilan.

Produk camilan seperti apa yang ingin kamu jual? Apakah camilan yang manis, atau yang rasanya pedas?

Kemudian, bagaimana kamu akan menjualnya ke konsumen; apakah kamu akan berjualan secara offlineonline, atau bahkan kombinasi dari keduanya?

Apakah bisnismu akan mengandalkan penjualan mandiri, atau mungkin membuka program dropship dan reseller?

Kamu perlu menentukan dengan jelas model bisnismu di awal.

Jika sudah menetapkan konsep yang pakem, baru kamu kemudian bisa mulai menentukan brand identity dari bisnis tersebut.

Brand identity ini penting untuk menemukan kelompok konsumen yang sesuai, dan sangat mungkin akan tertarik dengan konsep bisnis camilan milikmu.

Jika kelompok konsumen tersebut sudah merasa cocok dengan persona brand yang kamu tampilkan, mereka tentu akan penasaran untuk mencoba.


2. Melakukan segmentasi pasar

Langkah berikutnya adalah menentukan kelompok konsumen mana yang bisa kamu jadikan target penjualan, melalui segmentasi pasar.

Kepada siapakah kamu akan menjual produk-produk tersebut?

Apakah target konsumenmu adalah anak-anak, para remaja, orang-orang dewasa, atau para lansia? Atau malah kombinasi dari semua kelompok tersebut?

Berapakah rentang usia target konsumen yang kamu incar?

Di lokasi mana mereka kebanyakan tinggal, dan di mana mereka aktif bekerja?

Berapa kira-kira tingkat pendapatan mereka per bulannya?

Nah, “pemetaan” konsumen seperti ini perlu kamu lakukan agar bisa menentukan jenis camilan, lokasi bisnis, dan harga jual yang kira-kira masih bisa diterima oleh mereka.

Jika dari hasil segmentasi pasar menunjukkan bahwa kelompok konsumen yang berpotensi mendatangkan keuntungan berbeda jauh dengan konsep bisnis & brand identity yang kamu siapkan di awal, kamu perlu memodifikasi dua aspek tersebut agar lebih bisa diterima konsumen.


3. Memilih lokasi dan tenaga kerja

Selanjutnya, kamu perlu menentukan lokasi bisnis yang strategis, dan juga tenaga kerja yang kompeten.

Sesuaikan lagi dengan konsep bisnis di awal; apakah kamu akan menjual produk camilan saja, atau kamu juga yang memproduksi camilan tersebut?

Jika kamu hanya menjual produk, kamu berarti perlu mencari lokasi toko dan tempat penyimpanan.

Sedangkan kalau kamu ternyata memproduksi sendiri produk camilan yang dijual, berarti kamu akan memerlukan lahan ekstra yang berfungsi sebagai dapur.

Pilihlah lokasi yang tidak terlalu jauh dari pusat keramaian, namun tidak terlalu berada di tengah perkotaan juga.

Hal ini untuk menekan biaya sewa lokasi yang biasanya akan menjadi lebih mahal jika lokasi tersebut berada di tengah kota besar.

Pastikan lokasi tersebut aman, tidak sulit dicapai oleh konsumen, dan juga mudah ditemukan.

Kemudian, kamu juga perlu menyiapkan tenaga kerja yang kompeten untuk menjaga toko, mengatur tempat penyimpanan, sekaligus menyiapkan tukang masak untuk membuat produk camilan tersebut.


4. Menentukan sumber stok produk camilan

Berdasarkan konsep bisnis di awal, dari manakah kamu berencana mendapatkan pasokan produk camilan?

Jika kamu mendapatkan camilan dari distributor, pastikan kualitasnya baik dan higienis.

Sebaliknya, jika kamu memproduksi sendiri camilan yang dijual, maka kamu harus memperhatikan pula kualitas bahan baku dan metode pengemasannya.

Camilan dari distributor biasanya lebih mudah diurus jika kamu adalah seorang pemula dalam bisnis camilan. Tetapi kualitasnya tidak bisa terjamin dan ketersediannya bergantung pada kapasitas produksi pabrik camilan tersebut.

Jika camilan yang dijual adalah hasil produksi sendiri, kamu dapat lebih mengatur kualitas dan ketersediannya sesuai standar bisnismu. Tetapi, cara ini tentu membutuhkan modal awal yang lebih besar dibandingkan cara sebelumnya.

Jangan lupa, bisnis camilan yang produknya kamu produksi sendiri perlu memenuhi beberapa izin usaha yang berlaku, ya.


5. Melakukan promosi dan pemasaran

Selanjutnya, kamu perlu mempersiapkan strategi untuk promosi dan pemasaran pada bisnis camilan.

Melalui segmentasi pasar sebelumnya, kamu dapat menemukan apa hal yang disukai oleh kelompok konsumen yang menjadi target penjualanmu.

Nah, kamu bisa menyiapkan promosi dan metode pemasaran yang sesuai dengan karakteristik dan kesukaan kelompok konsumen tersebut.

Misalnya, dari hasil riset menunjukkan bahwa kelompok konsumen yang kamu incar lebih menyukai model promosi paket bundling (beli camilan, bonus minuman dingin) dibandingkan dengan paket buy 1, get 1.

Kamu juga mengetahui bahwa mereka cenderung lebih banyak menggunakan media sosial Instagram dan WhatsApp, dibandingkan dengan platform media sosial Facebook dan TikTok.

Hasilnya, kamu perlu merencanakan strategi promosi bundling yang menarik, dan bisa diumumkan melalui unggahan konten di Instagram, maupun pesan broadcast di WhatsApp.


6. Menyiapkan modal awal

Setelah semua persiapan di atas dilakukan, langkah terakhir dan yang cukup penting untuk kamu lakukan adalah menyiapkan modal awal.

Persiapkanlah modal awal sesuai dengan perencanaan yang telah dibuat sebelumnya.

Kamu bisa menggunakan tabungan yang kamu miliki, dan/atau memutuskan untuk meminjam modal dari bank atau orang-orang terdekat.

Perlu diperhatikan bahwa modal ini berfungsi untuk menjalankan bisnismu, bukan untuk memberatkan bisnis tersebut.

Jadi, sesuaikanlah rencana yang kamu buat dengan modal yang kamu miliki.

Jika, modal awalmu hanya cukup untuk menyewa lokasi yang tidak terlalu besar, maka kamu pun harus menyesuaikan rencanamu dengan kapasitas lokasi tersebut.

Saat bisnismu mulai berkembang dan stabil nantinya, kamu pun akan bisa menyewa/membeli lahan bisnis yang lebih besar.

Hindari berhutang hanya untuk memaksakan kehendak semata, tanpa perhitungan yang jelas.

Ingat, semua keputusan bisnis yang melibatkan aspek finansial harus didahului dengan diskusi & pertimbangan yang matang, ya.


Sudah Siap untuk Memulai Bisnis Camilan Milikmu Sendiri?

Itulah beberapa cara mudah yang bisa kamu lakukan sebelum benar-benar terjun ke bisnis camilan.

Mulai dari persiapan konsep awal bisnis, hingga persiapan modal awal sesuai perhitungan dan perencanaan yang detail.

Jika dilakukan dengan tertib, terencana, terukur, dan tidak tergesa-gesa, tentu bisnismu akan berjalan dengan lancar dan berkembang dengan cepat.

Semoga bermanfaat!

. . .

Kalau kamu termasuk salah satu pelaku usaha kecil, online sellers, atau freelancers, KoinWorks punya satu solusi nih untuk semua kebutuhan keuangan kamu.

Mulai dari transfer antar bank tanpa biaya admin, pembuatan invoice & laporan keuangan, hingga ke akses yang fleksibel untuk mendapatkan pinjaman– semua ini khusus untuk mendukung usaha & bisnis kamu, dan bisa kamu dapatkan di KoinWorks NEO.

Yuk, cari tahu lebih banyak tentang KoinWorks NEO di sini!

Akbar Rachman

Download aplikasi KoinWorks dan mulai kembangkan asetmu sekarang!

Artikel Terkait

Langganan via Email​

Dapatkan Tips dan Berita Keuangan Gratis di Inbox Anda​