Home » Strategi-bisnis » 5 Cara Memilih Tester untuk Bisnis Desain Interior

5 Cara Memilih Tester untuk Bisnis Desain Interior

5 Cara Memilih Tester untuk Bisnis Desain Interior

Bagaimana cara memilih tester untuk produk/jasa pada bisnis desain interior yang sedang kamu rintis?

Setelah sebuah proyek interior rampung, kontraktor desain interior masih memiliki tanggung jawab untuk menguji hasilnya.

Hal ini menyebabkan kamu sebagai pemilik bisnis membutuhkan tester untuk memastikan proyek berjalan sesuai rencana.

Namun, kamu tidak bisa sembarangan memilih tester, karena bidang ini memerlukan keahlian khusus.

Lalu, bagaimana cara memilih tester tersebut?


5 Cara Jitu Memilih Tester untuk Bisnis Desain Interior

Nah, berikut adalah beberapa cara yang bisa bisnismu terapkan dalam memilih tester untuk bisnis desain interior.

Tester ini nantinya yang akan membantumu mengerjakan proyek sebaik-baiknya. Silakan disimak!


1. Desainer interior terbaik

Kamu bisa meminta bantuan desainer interior terbaik untuk menjadi tester.

Pastikan desainer yang kamu memilih sudah menyelami bidang ini cukup lama sehingga, mereka sudah memiliki pengalaman merancang desain untuk beberapa klien.

Jika proyek yang sudah rampung memiliki tema elegan dan stylish, kamu bisa menghubungi desainer interior seperti Shirley Gouw. Selain desain apartemen yang mengusung tema The New York of Mind, kamu dapat melihat karya-karya lainnya di Instagram @shirleygouw_interior.

Memulai karir pada tahun 1988, kini ia menjabat sebagai Head of Interior Design, Buyer and Media Relations di Elite Graha Cipta.

Dengan pengalaman tersebut, pasti Shirley sudah mempunyai banyak pengetahuan desain interior. Maka, tak ada salahnya kamu meminta dirinya sebagai tester.

Namun, menunjuk desainer interior terbaik tentu membutuhkan biaya tambahan. Pasalnya, kemampuan yang mereka miliki tidak sembarang orang bisa mendapatkannya.

Apabila mengacu pada biaya desainer interior yang sudah berpengalaman, biasanya akan mematok biaya Rp1.500.000,00 – Rp3.000.000,00 per m².

Tetapi, jika hanya sebagai tester, kamu bisa mencoba bernegosiasi dengan tetap mempertimbangkan keahlian dan dampak positif yang akan kamu terima untuk proyekmu.


2. Komunitas desainer interior

Selain desainer interior terbaik, kamu bisa memilih anggota komunitas desainer interior sebagai tester.

Oleh karena itu, akan sangat menguntungkan jika kamu bergabung dengan komunitas dan membangun relasi.

Misalnya, kamu bergabung dengan Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) yang merupakan asosiasi profesi desainer interior Indonesia. Komunitas ini adalah tempatnya para profesional desainer interior berkumpul.

Peluang ini bisa kamu manfaatkan untuk meminta kesediaan salah satu anggota tersebut sebagai tester. Kamu bisa berkonsultasi terkait proyek yang sedang, atau sudah kamu kerjakan, dan meminta feedback.

Tak hanya itu, kamu bisa juga meningkatkan kemampuan dan tanggung jawab di bidang desain interior, serta kabar baiknya adalah karya desain yang sudah dibuat akan dilindungi.

Sehingga, kamu mampu memberikan produk desain interior terbaik kepada klien. Maka, bukan hal mustahil bisnismu dapat berkembang dengan pesat.


3. Klien lama

Kamu bisa juga meminta kesediaan klien lama sebagai tester proyek terbarumu.

Selain kamu sudah membangun kepercayaan dengan mereka, cara ini bisa kamu manfaatkan untuk menjalin hubungan yang lebih baik. Sehingga, klien lama akan bersedia merekomendasikan bisnis jasa desain interior yang kamu kelola kepada orang lain.

Kamu bisa menanyakan warna cat yang digunakan atau furnitur yang dipilih untuk memperindah rumah.

Tanyakan kepada klien lama bagaimana perasaannya ketika menempati ruangan dengan desain yang sudah kamu rancang.

Setelah mendapat respon klien lama tersebut, kamu bisa mencatat semua detail feedback yang mereka berikan.

Dengan demikian, proyek yang telah kamu kerjakan akan mendapat hasil yang maksimal. Sehingga, klien akan merasa puas, nyaman, dan senang dengan desain interior tersebut.


4. Libatkan klien yang bersangkutan

Cara memilih tester dalam bisnis desain interior berikutnya adalah dengan melibatkan klien yang bersangkutan.

Sebelum pelaksanaan proyek, kamu pasti sudah memberikan penjelasan informasi umum, gambar desain, dan perkiraan biaya untuk merealisasikan desain tersebut.

Namun, tak ada salahnya melakukan uji hasil desain interior dengan klien untuk mendengarkan pendapatnya.

Misalnya, kamu bisa meminta klien tersebut untuk melakukan pemeriksaan lampu untuk menguji bahwa desain interior yang kamu terapkan tidak merusak, atau mengganggu aliran listrik.

Sehingga, kamu akan langsung mengetahui kesalahan atau kekurangan yang harus segera bisnismu perbaiki.

Kamu juga bisa meminta klien untuk mencoba furnitur yang sudah mereka pilih; seperti kursi, lemari, atau lainnya agar mengetahui kekuatan dan daya tahan yang produk-produk tersebut miliki.

Jika terjadi kelalaian kerja yang disebabkan oleh pihak kamu, misalnya terjadi kerusakan furnitur, maka segera meminta maaf dan menggantinya dengan yang lebih baik.


5. Kolaborasi dengan konsultan desain interior

Cara memilih tester yang terakhir adalah melakukan kolaborasi dengan konsultan desain interior.

Konsultan desain interior merupakan pihak yang memiliki kemampuan untuk menentukan konsep desain, mulai dari warna, bahan baku, dan furnitur yang akan kamu gunakan.

Jika kamu melakukan kolaborasi, akan membuatmu dapat mempelajari banyak hal tentang desain interior dari mitra bisnis. Sehingga, ini menjadi langkah yang baik untuk mengembangkan bisnis desain interior.

Di samping itu, kamu bisa juga bekerja sama dengan mereka untuk menjadi tester proyek desain interior yang sedang kamu kerjakan. Misalnya, kamu dapat berkolaborasi dengan arsitek interior yang juga menyediakan layanan jasa konsultan desain interior.

Selain membangun relasi dan melakukan berbagai proyek bersama, kamu bisa menjadikannya sebagai tester dengan berkonsultasi terkait proyek terbarumu.


Sudah Punya Tester Terbaik untuk Bisnis Desain Interior?

Itulah beberapa cara mudah dalam memilih tester untuk bisnis desain interior yang sedang kamu rintis.

Mulai dari meminta jasa desainer interior yang lebih berpengalaman, meminta feedback dari klien lama, hingga bekerja sama dengan komunitas atau asosiasi desainer interior di Indonesia.

Semoga bermanfaat!

. . .

Kalau kamu termasuk salah satu pelaku usaha kecil, online sellers, atau freelancers, KoinWorks punya satu solusi nih untuk semua kebutuhan keuangan kamu.

Mulai dari transfer antar bank tanpa biaya admin, pembuatan invoice & laporan keuangan, hingga ke akses yang fleksibel untuk mendapatkan pinjaman– semua ini khusus untuk mendukung usaha & bisnis kamu, dan bisa kamu dapatkan di KoinWorks NEO.

Yuk, cari tahu lebih banyak tentang KoinWorks NEO di sini!

[E-Book GRATIS] Dapatkan konten ekslusif seputar strategi bisnis di sini
DAFTAR SEKARANG!
Pilih E-book untuk kamu download.
Dalam Ebook ini mengulas:Cara mudah untuk pebisnis melakukan iklan Google Display Network berupa banner atau visual yang ampuh untuk meningkatkan penjualan.
Dalam Ebook ini mengulas:Membantu pebisnis mengetahui lebih banyak tentang performa promosi yang dilakukan di dunia digital terutamanya platform Facebook untuk menentukan audiens.
Dalam Ebook ini mengulas:Penggunaan Business Metrics/KPI yang tepat untuk melacak sejauh mana bisnis kita sudah berjalan dan seberapa banyak target dari usaha kita yang sudah tercapai.
Ingin tahu lebih lanjut, KoinWorks NEO mau kenalan sama kamu lebih dekat.
5 Cara Memilih Tester untuk Bisnis Desain Interior

Langganan via Email​

Dapatkan Tips dan Berita Keuangan Gratis di Inbox Anda​