Home » Strategi-bisnis » 5 Cara Memulai Bisnis Desain Interior untuk Pemula

5 Cara Memulai Bisnis Desain Interior untuk Pemula

5 Cara Memulai Bisnis Desain Interior untuk Pemula

Bagaimana cara memulai sebuah bisnis desain interior?

Untuk menjadi desainer interior, kamu harus memiliki keterampilan, kreativitas, dan pengetahuan yang tinggi.

Ini bertujuan agar desain ruangan yang kamu buat tampak indah dan nyaman.

Lantas, bagaimana cara memulai bisnis desain interior? Simak penjelasannya di bawah ini!


5 Cara Memulai Bisnis Desain Interior

Membangun bisnis desain interior terbilang sulit dan mudah, itu tergantung bagaimana kamu memulainya.

Apalagi jika kamu minim pengalaman, dan masih pemula dalam industri interior.

Oleh sebab itu, berikut 5 cara memulai bisnis desain interior yang bisa kamu lakukan:


1. Memahami konsep desain interior

Sebelum memulai bisnis desain interior, sebaiknya pahami industri desain interior secara mendalam terlebih dahulu.

Pastikan bahwa kamu sudah memiliki pengetahuan dasar tentang arsitektur dan desain interior.

Bukan hanya itu saja, kamu juga harus memiliki keterampilan tentang estetika gaya interior, warna, penataan ruangan, dan lain sebagainya.

Dengan menggunakan dasar-dasar tersebut, kamu bisa memulai bisnis desain interior lebih mudah.

Selain paham tentang ilmu dasar desain interior dan arsitektur, kamu juga harus melakukan komunikasi yang baik dengan orang-orang. Karena bisnis ini mengharuskan kamu untuk selalu berinteraksi dengan konsumen atau klien.

Oleh sebab itu, bangunlah interaksi yang baik agar pekerjaanmu berjalan dengan lancar.

Kamu akan menemukan klien dengan beragam sikap, tentunya keinginan mereka akan berbeda-beda. Jadi, kamu harus berdiskusi bersama klien untuk mengetahui desain seperti apa yang ingin mereka wujudkan.

Jika perlu, berikan saran kepada klien, agar desain semakin menarik.


2. Menentukan identitas bisnis

Buatlah nama brand yang menarik dan mudah konsumen ingat.

Agar kamu lebih mudah dalam menentukannya, lakukan evaluasi ide terlebih dahulu. Untuk melakukan evaluasi pemilihan nama bisnis, berikut beberapa hal yang harus kamu perhatikan:

  • Pastikan untuk tidak memilih nama yang terlalu rumit.
  • Jangan pilih kata yang susah diingat.
  • Jika perlu, tambahkan juga nama kamu sebagai identitas bisnis.
  • Pilih kata-kata yang dapat mencerminkan bisnismu, misalnya seperti desain, interior, ruang, dan lain sebagainya.
  • Hindari kata-kata yang memiliki kesamaan dengan nama brand milik kompetitor/bisnis lain.

Setelah memilih nama brand yang kamu gunakan, segera lakukan pendaftaran merek untuk membuatnya resmi.

Jadi, di kemudian hari perihal merek dan nama brand tidak akan menghadirkan masalah tertentu terhadap bisnismu. Kamu bisa mendaftarkan hak merek dagang ke DJKI.


3. Melakukan analisis pasar

Analisis pasar bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang pasar bisnis desain interior; mulai dari konsep desain yang sedang konsumen butuhkan, harga, hingga segala sesuatu mengenai kompetitor bisnismu.

Ketika kamu sudah berhasil identifikasi pasar, maka kamu bisa menawarkan desain yang lebih menarik dari kompetitor. Oleh sebab itu, pengetahuan terhadap tren desain interior sangatlah penting dalam industri ini.

Bagaimana cara untuk menganalisis pasar pada bisnis desain interior?

Pertama, kamu bisa melakukan pendekatan permintaan. Caranya, dekati target konsumen secara langsung, maupun virtual.

Jika pendekatan langsung, maka harus mengevaluasi kebutuhan calon konsumen secara face to face. Untuk pendekatan ini, kamu perlu menanyakan kebutuhan mereka.

Selain itu, tawarkan produk milikmu. Jangan lupa untuk meminta kritik dan saran.

Jika virtual, lakukan diskusi melalui media sosial. Ketika pendekatan ini berhasil, kamu bisa menawarkan desainmu, apakah sesuai dengan kebutuhan mereka atau tidak.

Jenis pendekatan ini bisa kamu lakukan secara terbuka, misalnya melakukan tanya jawab di Instagram, seperti yang dilakukan oleh brand Dekoruma.

Hal yang sama juga bisa kamu lakukan terhadap para kompetitor. Cara mudahnya adalah dengan melakukan analisis berdasarkan faktor SWOT (strength, weakness, opportunity, threat) pada setiap kompetitor yang bersaing lansung dengan dirimu.


4. Membuat portofolio yang menarik

Agar jasa desain interior milikmu dilirik oleh banyak orang, maka buatlah portofolio yang menarik.

Cara memulai bisnis desain interior yang satu ini akan membantumu dalam mendapatkan konsumen lebih mudah.

Portofolio adalah kumpulan hasil pekerjaan atau contoh desain yang pernah kamu buat. Ambil desain terbaik yang kamu miliki, jadi calon konsumen atau klien bisa tertarik dalam menggunakan jasa desain interior milikmu.

Kamu bisa memajang portofolio dalam website bisnismu, dan juga akun media sosial. Sehingga, mereka bisa melihat seberapa bagusnya desain yang pernah kamu buat.

Selain itu, dengan memajang portofolio secara online, akan memudahkan calon konsumen untuk melihatnya secara langsung. Jadi, kemungkinan mereka menyewa jasa bisnismu pun semakin besar.

Jika kamu seorang pemula, maka tidak perlu membuat portofolio besar di awal karir. Cukup sertakan beberapa hal di bawah ini:

  • Gambar desain interior yang pernah kamu kerjakan sendiri.
  • Buatlah ruangan 3D.
  • Sertakan software desain yang kamu gunakan.
  • Jika perlu, lampirkan juga gambar desain rumah milikmu.

Lebih bagusnya lagi, jika kamu pernah membuat rancangan desain untuk klien sebelumnya. Maka kamu bisa memasukkannya ke dalam portofolio sebagai pertimbangan bagi calon konsumen atau klien.


5. Melakukan promosi & pemasaran

Promosi adalah salah satu aspek yang memiliki peran penting dalam keberhasilan bisnis.

Oleh sebab itu, pastikan kamu mempunyai strategi pemasaran yang baik untuk menarik perhatian calon klien.

Kamu bisa mempromosikan bisnis desain interior milikmu dari mulut ke mulut (word of mouth). Mulai dari keluarga, teman, dan kerabat dekat terlebih dahulu.

Setelah itu, lakukan promosi online dengan memanfaatkan platform media sosial. Contohnya seperti Dekoruma, Qalee Architect, dan Jepara Interior Custom.

Mulailah membuat konten yang berkaitan dengan desain interior. Selain itu, jangan lupa membagikan portofoliomu.

Jika memiliki modal lebih, buatlah iklan melalui Instagram Ads, Facebook Ads, atau aplikasi lainnya.

Karena jangkauan dari pemasangan iklan secara digital bisa lebih luas, jadi kamu bisa mendapatkan target pasar baru.


Sudah Siap Memulai Bisnis Desain Interior?

Dengan 5 cara memulai bisnis desain interior tersebut, kamu akan lebih mudah dalam membangunnya.

Jadi, kemungkinan tingkat keberhasilan bisnis akan semakin tinggi.

Selamat mencoba!

. . .

Kalau kamu termasuk salah satu pelaku usaha kecil, online sellers, atau freelancers, KoinWorks punya satu solusi nih untuk semua kebutuhan keuangan kamu.

Mulai dari transfer antar bank tanpa biaya admin, pembuatan invoice & laporan keuangan, hingga ke akses yang fleksibel untuk mendapatkan pinjaman– semua ini khusus untuk mendukung usaha & bisnis kamu, dan bisa kamu dapatkan di KoinWorks NEO.

Yuk, cari tahu lebih banyak tentang KoinWorks NEO di sini!

[E-Book GRATIS] Dapatkan konten ekslusif seputar strategi bisnis di sini
DAFTAR SEKARANG!
Pilih E-book untuk kamu download.
Dalam Ebook ini mengulas:Cara mudah untuk pebisnis melakukan iklan Google Display Network berupa banner atau visual yang ampuh untuk meningkatkan penjualan.
Dalam Ebook ini mengulas:Membantu pebisnis mengetahui lebih banyak tentang performa promosi yang dilakukan di dunia digital terutamanya platform Facebook untuk menentukan audiens.
Dalam Ebook ini mengulas:Penggunaan Business Metrics/KPI yang tepat untuk melacak sejauh mana bisnis kita sudah berjalan dan seberapa banyak target dari usaha kita yang sudah tercapai.
Ingin tahu lebih lanjut, KoinWorks NEO mau kenalan sama kamu lebih dekat.
5 Cara Memulai Bisnis Desain Interior untuk Pemula

Langganan via Email​

Dapatkan Tips dan Berita Keuangan Gratis di Inbox Anda​