Home » Strategi-bisnis » Cara Mudah Menentukan Harga Produk Bisnis Furniture

Cara Mudah Menentukan Harga Produk Bisnis Furniture

Cara Mudah Menentukan Harga Produk Bisnis Furniture

Sebagai pebisnis, kamu harus tahu strategi untuk mendapatkan keuntungan. Apabila tidak, maka bisnismu bisa hancur berantakan. Salah satunya adalah dengan menentukan harga produk yang sesuai. Sebagai pebisnis dalam bidang furniture, sudahkah kamu tahu cara menentukan harga produk furniture?

3 Cara Menentukan Harga Produk Furniture

Adapun tiga cara yang bisa kamu lakukan dalam menentukan harga produk furniture, antara lain sebagai berikut: 

Menggunakan Teknik Markup

Teknik markup adalah cara yang dihitung berdasarkan hasil dari harga pendapatan produk atau HPP. Harga tersebut termasuk modal anggaran, biaya produksi, hingga jasa para pengrajin dalam membuat furniture.

Menghitung HPP akan membutuhkan tiga faktor, yaitu pembelian bersih, persediaan awal, dan persediaan akhir. Pembelian bersih adalah nilai keseluruhan barang yang dikeluarkan perusahaan untuk membeli barang secara tunai. Sedangkan persediaan awal adalah nilai persediaan barang yang tersedia di awal periode.

Kemudian, persediaan akhir merupakan nilai persediaan barang yang ada di akhir periode. Setelah menemukan ketiga nilai dari tiga faktor tersebut, lakukanlah perhitungan dengan rumus di bawah ini. 

HPP = Pembelian bersih + Persediaan awal – Persediaan akhir

Sebagai contoh, kamu melakukan pembelian bersih sebanyak Rp 700 juta jumlah persediaan awal Rp 500 juta dan persediaan akhir Rp 200 juta. Maka, nilai HPPnya adalah:

HPP = Pembelian bersih + Persediaan awal – Persediaan akhir

       = Rp 700.000,00 + Rp 500.000,00 – Rp 200.000,00

       = Rp 700.000,00 + Rp 300.000,00

       = Rp 1.000.000,00

Kemudian, untuk menentukan harga dengan teknik ini, kamu akan membutuhkan persentase keuntungan yang kamu inginkan. Setelah memiliki angka tersebut, lakukan cara di bawah ini. 

Harga jual = Harga pendapatan + (Harga pendapatan x persentase markup)

Sebagai contoh, kamu ingin menjual lemari pakaian. Lemari tersebut terbuat dari bahan particle board dengan dua pintu. Lemari berwarna putih tersebut memiliki harga pendapatan Rp 1 juta.  Lalu persentase keuntungan yang kamu inginkan adalah 20 persen. Maka perhitungannya seperti di bawah ini. 

Harga jual = Rp 1.000.000,00 + (Rp 1.000.000,00 x 20%)

     = Rp 1.000.000,00 + Rp 200.000,00

     = Rp 1.200.000,00

Jadi, harga jual dari lemari pakaian yang memiliki harga pendapatan Rp 1 juta dengan persentase keuntungan 20 persen adalah Rp 1,2 juta.

Menggunakan Teknik Margin

Cara menentukan harga produk furniture yang kedua adalah dengan teknik margin. Teknik ini bertujuan untuk membandingkan harga jual dari bisnis milikmu dengan kompetitor. 

Adapun cara menggunakannya adalah dengan mengurangi harga jual dan harga modal. Saat mendapatkan hasilnya, maka kamu akan tahu apakah harga jual tersebut sudah sesuai dan cukup untuk mendapatkan keuntungan atau justru kurang dan bisa membuat rugi. 

Namun, saat menghitung dengan teknik margin, pastikan kamu sudah punya harga jual yang jelas dan harga modal yang tepat. Kemudian ikutilah rumus di bawah ini. 

Persentase margin = (Harga jual – Harga modal): Harga jual x 100%

Sebagai contoh, kamu ingin membandingkan harga jual meja makan berbahan dasar kayu karet. Modal yang kamu keluarkan adalah Rp850.000,00. Sedangkan harga jual yang kamu inginkan adalah Rp1.000.000,00. Berikut perhitungan persentase marginnya: 

Persentase margin= (Harga jual – Harga modal) : Harga jual x 100%

         = (Rp1.000.000,00 – Rp850.000,00) : Rp1.000.000,00 x 100%

         = Rp150.000,00 : Rp1.000.000,00 x 100%

         = 0,15 x 100%

         = 15%

Hasilnya adalah 15%. Maka HPP yang kamu tawarkan adalah Rp 1,15 juta Sedangkan harga meja yang dijual oleh kompetitor adalah Rp 1,35 juta. Dengan barang yang memiliki kemiripan dan kualitas serupa, kamu sudah bisa bersaing secara sehat.

Kendati demikian, apabila kamu merasa keuntungan tersebut sudah cukup dan bisa menyaingi kompetitor, maka harga sudah sesuai dan tidak akan membuat rugi. Namun, apabila kamu masih menginginkan keuntungan lebih banyak, maka naikkanlah harga jual, sehingga keuntungan bisa bertambah. 

Perhatikan bahwa harga yang terlalu rendah dengan kompetitor bisa membuatmu rugi. Oleh sebab itu, pastikan bahwa range harga jual yang kamu siapkan tidak terlalu beda jauh dengan kompetitor. Harga yang lebih rendah memang baik, namun jangan sampai tidak mendapatkan keuntungan sama sekali. 

Menggunakan Teknik Keystone

Cara ketiga untuk menentukan harga jual produk furniture adalah dengan menggunakan teknik keystone. Sedikit berbeda dengan dua teknik sebelumnya, keystone berfungsi untuk produk yang memiliki efek jangka panjang. Sebagai pebisnis furniture, kamu bisa menggunakan teknik ini untuk menentukan harga jual.

Selain itu, teknik keystone juga sering digunakan untuk menutupi biaya produksi atau biaya operasional yang cukup besar. Rumus yang digunakan cukup mudah, kamu hanya perlu menggandakan biaya modal sebanyak dua kali. Berikut penjelasannya.

Harga jual keystone = Biaya modal x 2

Sebagai contoh, kamu menghabiskan biaya cukup banyak saat membuat kasur springbed. Biaya modal yang awalnya membutuhkan uang sebanyak Rp 750 juta dan ingin menjualnya dengan harga Rp 1,2 juta. Namun, ternyata saat produksi berlangsung, biaya modal justru membengkak hingga Rp 1,25 juta.   

Apabila kamu menjual kasur tersebut dengan harga yang sama, maka kamu tidak akan mendapatkan keuntungan dan rugi. Lalu, kamu memutuskan untuk menutupinya dengan menghitung harga jual teknik keystone. Berikut penjelasan cara penggunaannya: 

Harga jual keystone = Rp 1.250.000,00 x 2 = Rp2.500.000,00 

Maka, harga jual dari teknik menggandakan biaya modal adalah Rp 2,5 juta. Kamu tidak akan rugi dan justru mendapatkan keuntungan 100%. Kendati demikian, kamu tetap harus mengedepankan kualitas, sehingga pembeli merasa harga tersebut sesuai dengan apa yang mereka dapatkan.

Siapkah Menentukan Harga Produk Furniture yang Benar?

Tiga cara menentukan harga produk dalam bisnis furniture di atas bisa kamu jadi acuan untuk menetapkan harga jual produk yang tepat dan kompetitif di pasaran. Kamu hanya perlu memastikan bahwa harga jual sudah bisa menutup modal dan biaya operasional saat pembuatan dan pemasaran.


Lihat berbagai strategi tepat dan efisien untuk bisnis furniture kamu.

Bank digital khusus UKM pertama di Indonesia hadir untuk bantu segala keperluan bisnis dan keuangan kamu.

Kemudahan berbagai layanan seperti bebas biaya transfer antar bank dan pinjaman modal tanpa agunan untuk bisnismu hanya dengan KoinWorks NEO!

[E-Book GRATIS] Dapatkan konten ekslusif seputar strategi bisnis di sini
DAFTAR SEKARANG!
Pilih E-book untuk kamu download.
Dalam Ebook ini mengulas:Cara mudah untuk pebisnis melakukan iklan Google Display Network berupa banner atau visual yang ampuh untuk meningkatkan penjualan.
Dalam Ebook ini mengulas:Membantu pebisnis mengetahui lebih banyak tentang performa promosi yang dilakukan di dunia digital terutamanya platform Facebook untuk menentukan audiens.
Dalam Ebook ini mengulas:Penggunaan Business Metrics/KPI yang tepat untuk melacak sejauh mana bisnis kita sudah berjalan dan seberapa banyak target dari usaha kita yang sudah tercapai.
Ingin tahu lebih lanjut, KoinWorks NEO mau kenalan sama kamu lebih dekat.
Cara Mudah Menentukan Harga Produk Bisnis Furniture

Langganan via Email​

Dapatkan Tips dan Berita Keuangan Gratis di Inbox Anda​