Home » Strategi Bisnis » 5 Masalah Utama Bisnis Furniture Beserta Solusinya

5 Masalah Utama Bisnis Furniture Beserta Solusinya

5 Masalah Utama Bisnis Furniture Beserta Solusinya

Memulai bisnis furniture tidak mudah. Ada banyak hal yang harus kamu pelajari dan kamu lakukan. Umumnya bisnis furniture memiliki masalah utama yang perlu kamu ketahui dan harus menerapkan solusi jitu dalam mengatasinya. Maka dari itu, simak ulasan lengkapnya di bawah ini!

5 Masalah Utama Bisnis Furniture

Berikut ini ada lima masalah utama yang umum terjadi di dunia bisnis furniture beserta cara mengatasinya yang perlu kamu ketahui:

Menghabiskan Modal untuk Membeli Alat yang Tidak Perlu

Kesalahan utama yang paling sering dilakukan oleh pemilik furniture adalah membeli berbagai peralatan yang tidak perlu. Alat pertukangan memang sangat penting supaya proses produksi furniture bisa berjalan dengan lancar.

Faktanya, tidak semua alat pertukangan harus kamu miliki. Apalagi jika peralatan modern tersebut masih bisa dilakukan secara manual yang tidak membutuhkan alat yang canggih.

Menurut para pakar industri mebel, setidaknya kamu harus memiliki lima peralatan berikut ini:

  • Circular Saw (Mesin Potong): Berfungsi untuk membantu tukang saat memotong material kayu.
  • Sander Machine (Mesin Amplas): Berguna untuk menghaluskan permukaan kayu dan saat kamu ingin melakukan proses duco.
  • Drilling Machine (Mesin Bor): Memiliki fungsi untuk mengebor serta mengencangkan atau melonggarkan sekrup.
  • Air Nailer (Paku Tembak): Membantu para pekerja menyelesaikan tahapan finishing pada furniture yang sedang dibuat.
  • Router Machine (Mesin Kikis): Alat pengikis pinggiran kayu dan membobok kayu.

Tidak Memahami Keinginan Pelanggan

Meskipun kamu ingin memulai bisnis furniture, bukan berarti kamu tidak harus memikirkan target pasar. Kamu harus tahu siapa target pasar kamu, sehingga kamu bisa memproduksi produk yang sesuai dengan keinginan target pasar.

Misalnya, kamu mengincar pengusaha hotel, perusahaan, keluarga, atau pasangan muda. Semua target pasar memiliki desain mebel yang berbeda-beda.

Jika kamu mengincar pasangan muda yang memiliki hunian kecil, biasanya mereka akan mencari furniture yang minimalis dan multifungsi.

Apabila kamu mengincar pasar pengusaha hotel atau perusahaan, mungkin kamu bisa membuat furniture seperti meja kantor, kursi kantor, atau bahkan kamu bisa mendesain furniture dengan konsep ergonomic.

Tidak Memiliki Ciri Khas Desain Furniture Sendiri

Kamu bisa saja membuat banyak jenis furniture yang paling banyak dicari oleh masyarakat seperti meja makan, meja belajar, kursi belajar, tempat tidur, dan lain sebagainya. Jika kamu ingin bermain secara aman.

Tapi, apa bedanya produk furniture kamu dengan kompetitor? Toh semuanya sama saja, mulai dari model, jenis kayu, dan ukuran. Tidak ada yang berbeda sama sekali, kecuali harga produk yang kamu tawarkan kepada pelanggan.

Jika kamu bermain aman seperti ini, kamu tidak bisa menaikkan harga produk yang sudah kamu buat. Supaya pelanggan tidak dapat membanding-bandingkan harga produk kamu dengan kompetitor.

Jika ingin menaikkan harga jual yang lebih tinggi dan menarik perhatian pelanggan, kamu harus membuat sebuah keunikan tersendiri. Mulai dari desain, menambahkan inovasi, dan lain sebagainya. Dengan begitu, kamu bisa menaikkan harga jual produk furniture kamu.

Tidak Memiliki Pencatatan Keuangan yang Baik

Setiap bisnis harus mencatat setiap pemasukan dan pengeluaran bisnis setiap harinya. Sayangnya, banyak pelaku bisnis yang kerap mengabaikan hal ini. 

Padahal, pencatatan keuangan ini wajib dilakukan supaya pebisnis dapat mengetahui biaya operasional usaha, keuntungan yang didapat, dan berapa modal yang telah dihabiskan untuk usaha.

Selain masalah catatan keuangan, banyak pebisnis yang kerap menggabungkan rekening bisnis dengan rekening pribadi. Alhasil, keuntungan usaha yang mereka hasilkan, akan dipakai untuk kebutuhan rumah tangga.

Supaya bisnis kamu tetap berjalan lancar, mulailah untuk memisahkan rekening bisnis dan pribadi dari sekarang. Setelah itu, belilah satu buah buku catatan keuangan atau menggunakan aplikasi di smartphone untuk mencatat alur keuangan setiap harinya. Misalnya, BukuWarung, Teman Bisnis, Wave, Jubelio, Quickbooks, dan lain-lain.

Pastikan juga kamu menyimpan setidaknya 10% dari keuntungan bulanan bisnis kamu. Uang tersebut dapat kamu gunakan di saat kondisi darurat, seperti belanja peralatan bisnis di masa depan, sebagai dana darurat bisnis, dan lain-lain.

Tidak Melakukan Promosi Secara Digital

Masih ingat kejadian pandemi 2 tahun lalu yang membuat banyak pebisnis baru gulung tikar? Situasi pandemi memang menyulitkan kita semua, terlebih lagi jika bisnis tersebut mengandalkan pelanggan tetap.

Seperti Supri selaku pebisnis furniture dari Pasuruan. Supri mengatakan selama pandemi tingkat penjualan furniture beliau berkurang sangat drastis dan hanya pasrah dengan kondisi saat itu.

Padahal, sebelum pandemi Supri sering kebanjiran pesanan oleh pelanggan tetapnya. Selama melakoni bisnisnya, beliau juga tidak pernah melakukan promosi, hanya bergantung dengan word of mouth dari pelanggan setia mereka.

Hal ini tidak hanya terjadi dengan Supri saja, hampir semua pebisnis lama kerap mengandalkan rekomendasi dari para pelanggan mereka untuk mendapatkan pesanan besar. Padahal, jika mereka mulai sadar dengan kehadiran digital marketing, mereka mungkin bisa tetap bertahan selama pandemi.

Untuk keberlangsungan bisnis mebel, setidaknya kamu harus mulai sadar dan aktif bahwa kehadiran digital marketing dapat membantu bisnis. Mulailah dengan membuat Google My Business. Setelah itu, bermainlah di marketplace online, seperti Tokopedia dan Shopee

Kemudian manfaatkan fitur iklan yang mereka miliki. Setidaknya, kamu bisa mendapatkan 5 – 10 pesanan setiap bulannya dari pelanggan online.

Yuk, Segera Atasi Masalah Utama Bisnis Furniture!

Semoga informasi mengenai masalah utama di bisnis furniture ini bermanfaat untuk kamu. Terlepas apakah kamu baru memulai atau bisnis yang sudah berjalan, kami harap solusi yang kami jabarkan membantu keberlangsungan bisnis kamu.


Untuk para pelaku usaha kecil dan menengah, online sellers, dan freelancers. Kamu bisa lihat artikel lainnya di KoinWorks untuk dapatkan insight positif bagaimana cara berbisnis!

Nikmati kemudahan transaksi bisnis dan keuangan kamu dalam satu aplikasi hanya di KoinWorks NEO!

Lukito Wijaya

Download aplikasi KoinWorks dan mulai kembangkan asetmu sekarang!

Langganan via Email​

Dapatkan Tips dan Berita Keuangan Gratis di Inbox Anda​