Home » Strategi Bisnis » 6 Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Mitigasi Risiko Bisnis Katering

6 Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Mitigasi Risiko Bisnis Katering

6 Hal yang perlu diperhatikan dalam mitigasi risiko bisnis katering

Ketika membuka bisnis katering, tentu ada beberapa hal yang harus diperhatikan terkait mitigasi risiko terhadap bisnismu. Sebab, memahami mitigasi risiko bisnis sejak dini sangat penting agar terhindar dari kerugian.

6 Hal yang Perlu Diperhatikan untuk Mitigasi Risiko Bisnis Katering

Berikut ini ada enam hal yang perlu diperhatikan untuk mitigasi risiko dalam bisnis katering yang perlu kamu ketahui sebagai pengusaha:

Kebersihan

Sebagai pengusaha katering, kebersihan makanan adalah hal yang wajib kamu jaga. Kamu harus tahu bagaimana cara agar tetap terjaga kehigienisannya dari awal proses masak hingga sampai ke tangan konsumen.

Apabila kamu memasak sendiri makanan tersebut, tentu kamu bisa memastikan bahwa proses memasaknya sudah sesuai dengan prosedur. Akan tetapi, jika karyawan yang memasak, sangat disarankan untuk mengawasinya agar masakan tetap terjaga. 

Selain itu, kamu juga perlu memastikan tidak ada tempat makan atau alat masak yang bau sabun cuci atau masih ada sisa makanan.

Berkaitan dengan proses pengantaran makanan, kamu perlu mengecek kembali apakah sajian tersebut sudah tertutup rapat atau belum. Hal ini bertujuan agar makanan tidak terkena debu dan kotoran.

Agar semua hal itu bisa tercapai, maka kamu perlu merekrut karyawan melalui LinkedIn atau Indeed yang secara khusus akan mengecek quality control makanan. Gajinya sekitar Rp 2,5 juta dan tugasnya mulai dari proses pemilihan baku hingga makanan sampai ke konsumen.

Menu Makanan

Dalam bisnis katering, kamu perlu memperhatikan menu makanan yang disajikan ke calon konsumen. Tentunya kamu harus menyiapkan berbagai menu yang bervariasi. Jika kamu hanya menyediakan menu yang hampir sama, sudah pasti orang lama-kelamaan akan merasa bosan.

Oleh karena itulah, sangat penting bagi kamu sebagai pemilik bisnis katering untuk mengganti menu setiap beberapa bulan sekali. Tidak hanya mengganti menu, kamu juga bisa menambah variasi yang dapat dipilih oleh konsumen.

Jika bingung dalam mencari pilihan variasi menu, kamu bisa cek di media sosial terkait referensi makanan yang sedang hits. Saat ini banyak sekali tutorial menu masakan viral yang bisa kamu lihat di YouTube atau Instagram.

Beberapa channel YouTube tutorial masak yang bisa kamu tonton, antara lain Yuda Bustara, Abu Tosca, Pufflova, dan Eddy Siswanto.

Kualitas Pelayanan

Ketika menjalankan bisnis katering, kualitas pelayanan terhadap pelanggan adalah salah satu hal yang tidak boleh kamu abaikan. Artinya, kamu tidak boleh mengecewakan pelanggan.

Jangan sampai kamu telat mengirimkan pesanan pelanggan atau bahkan salah mengirim pesanan. Sebisa mungkin kamu sudah tiba 15 menit sebelum waktu pengantaran yang sudah disepakati sebelumnya.

Kemudian, jika kamu sudah punya pelanggan tetap, jangan ragu untuk sesekali memberikan bonus berupa makanan ringan atau minuman. Cara pelayanan yang seperti ini tentu akan membuat bisnis katering kamu memiliki lebih banyak pelanggan.

Masalah Cita Rasa Masakan

Cita rasa masakan yang lezat menjadi faktor yang sangat penting dalam bisnis katering. Kesuksesan bisnis katering tergantung dari selera konsumen yang menjadi target pasar kamu.

Artinya, kamu perlu menyajikan makanan yang sesuai dengan selera masyarakat di daerah tersebut. Misalnya, kamu membuka bisnis katering di daerah Jogja, Solo, dan sekitarnya, maka bisa menyajikan masakan yang umumnya bercita rasa manis. Contohnya seperti gudeg, semur daging, tempe orek, dan sebagainya.

Berbeda halnya jika kamu memiliki bisnis katering di daerah Surabaya, Malang, dan sekitarnya. Karena masyarakat Jawa Timur cenderung lebih menyukai makanan yang bercita rasa pedas, seperti rica-rica, pecel, soto, ayam lodho, tahu tek, dan lainnya.

Kualitas Bahan Makanan

Kualitas cita rasa sebuah masakan tentu tergantung dari bahan baku yang digunakan. Mulai dari beras, sayur, ikan, daging, bumbu-bumbu, dan sebagainya. Membeli bahan baku yang tidak memenuhi standar tentu akan berbahaya bagi kesehatan dan merusak cita rasa masakan.

Nah, untuk menghindari risiko tersebut, kamu perlu lebih teliti sebelum belanja. Beberapa hal yang penting untuk diperhatikan dalam membeli bahan baku antara lain:

  • Cek tanggal expired.
  • Beli bahan baku yang masih segar.
  • Simpan bahan baku di kulkas atau freezer.
  • Jangan menyimpan bahan baku yang mudah basi terlalu lama.
  • Jangan mudah tergiur dengan harga bahan baku yang terlampau murah karena terlalu berisiko.

Harga Bahan Baku yang Naik Turun

Sebagai pemilik bisnis katering, kamu pasti pernah mengalami harga bahan baku yang naik turun, kan? Tentu saja hal ini menjadi tantangan tersendiri yang perlu kamu perhatikan dengan baik.

Beberapa cara untuk mengurangi risiko kerugian terkait bahan baku yang naik turun adalah membuat sistem pembayaran jangka pendek untuk paket rantangan, bisa mingguan atau dua minggu sekali. 

Selain itu, kamu juga bisa buat perjanjian dengan konsumen terkait dengan perubahan harga bahan baku. Jika harga bahan baku mengalami kenaikan, maka harga makanan katering juga akan menyesuaikan.

Siap Membangun Bisnis Katering Kamu Menjadi Lebih Sukses?

Itu enam hal yang perlu diperhatikan untuk mitigasi risiko dalam bisnis katering yang perlu kamu pahami sebagai seorang pengusaha.

Dengan mengetahui enam poin tersebut, nantinya kamu bisa meminimalisir kerugian yang bisa saja terjadi pada bisnismu.


Lihat berbagai strategi tepat dan efisien untuk bisnis katering kamu.

Bank digital khusus UKM pertama di Indonesia hadir untuk bantu segala keperluan bisnis dan keuangan kamu.

Kemudahan berbagai layanan seperti bebas biaya transfer antar bank dan pinjaman modal tanpa agunan untuk bisnismu hanya dengan KoinWorks NEO!

Download aplikasi KoinWorks dan mulai kembangkan asetmu sekarang!

Langganan via Email​

Dapatkan Tips dan Berita Keuangan Gratis di Inbox Anda​