Home » Strategi Bisnis » Cara Efisien Mengatur Stok Bahan Baku dalam Bisnis Kopi

Cara Efisien Mengatur Stok Bahan Baku dalam Bisnis Kopi

Kopi adalah salah satu minuman favorit banyak orang.

Kandungan kafein di dalamnya membantu meningkatkan konsentrasi, dan karena itu banyak orang yang menjadikan minuman ini sebagai suatu keharusan, sebelum melakukan pekerjaan.

Permintaan akan bisnis kopi pun semakin banyak.  Namun, ada banyak bahan baku yang harus kamu persiapkan dalam menjalani bisnis kopi ini.

Berikut adalah tips & trik cara mengatur stok bahan baku dalam bisnis kopi. Yuk, disimak!

Cara Mengatur Stok Bahan Baku untuk Bisnis Kopi Kamu

Caranya antara lain adalah sebagai berikut:

1. Ketahui jenis stok barang

Pertama, dalam mengatur stok bahan baku dalam bisnis kopi adalah mengetahui jenis stok barang.

Jenis dari barang-barang ini dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:

  • Berdasarkan fungsi
    Jenis ini dibagi menjadi tiga bagian; yaitu stok untuk dijual, seperti biji kopi, bahan makanan utama, dan bahan makanan pendamping. Lalu, ada stok bahan penolong atau pendukung, yang berupa peralatan makan; seperti piring, gelas, sendok, tisu, dan lain-lain.
    Kemudian yang ketiga adalah stok proses produksi, yang berupa bahan utama membuat minuman atau kopi. Contohnya susu, krimer, gula, sirup, dan sebagainya.
  • Berdasarkan cara penyimpanan
    Jenis yang kedua, barang dibagi berdasarkan cara penyimpanannya; yaitu barang chiller, barang frozen, dan barang gudang. Barang chiller merupakan stok barang yang bentuknya tidak beku, namun harus diletakkan di lemari pendingin. Barang frozen adalah stok bahan baku yang harus disimpan di dalam lemari pendingin, seperti es batu & es krim. Sedangkan barang gudang adalah berbagai bahan baku yang diletakkan di dalam gudang, bisa berupa barang jadi, barang dalam proses, dan bahan pokok.
  • Berdasarkan perputaran siklus
    Stok bahan baku di bagian perputaran siklus dibagi menjadi dua; yaitu fast-moving dan short-moving. Barang fast-moving merupakan barang yang masa permintaannya cepat, contohnya buku nota, struk, dan biji kopi. Sedangkan short-moving adalah barang dengan pergerakan lambat, seperti peralatan makan.

2. Kumpulkan data stok barang

Kamu bisa mencatat stok barang dengan membuat tabel yang berisikan nama barang serta jumlah barang, dalam kilogram atau satuan.

Untuk mencatat dan mendata, kamu bisa menggunakan buku, atau software khusus pendataan stok barang.

Lakukan pengumpulan data dengan teliti, sehingga angka yang muncul akurat.

Sebab, setiap stok barang itu penting, dan data tersebut harus sesuai agar tidak kehabisan atau kelebihan stok barang di gudang.

Sebagai tambahan, pengumpulan data harus kamu lakukan setiap ada pergerakan barang, barang keluar atau pun barang masuk.

Segera klasifikasikan sesuai jenisnya, lalu hitung jumlahnya, dan input data terbaru ke dalam data stok barang.

3. Lakukan forecasting

Forecasting merupakan cara yang harus kamu lakukan dalam rangka membuat prakiraan jumlah barang yang harus ditambah ke dalam gudang. Terutama untuk stok barang untuk dijual.

Dengan melakukan forecasting, kamu akan segera tahu berapa banyak barang yang harus kamu beli untuk stok di bulan berikutnya.

Caranya adalah kamu harus melihat catatan bulan sebelumnya, dan membuat perbandingan. Dengan begitu, kamu bisa menentukan berapa banyak barang yang kamu harus beli di bulan berikutnya.

Setelah itu, jangan lupa juga untuk mempertimbangkan hari-hari besar, di mana kamu akan konsumen akan lebih banyak menghabiskan waktu di tempat bisnis kopi kamu.

Contohnya seperti saat masa liburan & malam tahun baru.

Kalau sudah begitu, sudah tentu kamu menghabiskan lebih banyak bahan baku.

4. Pisahkan barang lama dan baru

Cara selanjutnya adalah memisahkan barang lama & barang baru.

Kamu bisa melakukannya dengan cara meletakkan barang lama di bagian depan etalase toko, sehingga barang yang baru datang bisa kamu gunakan setelah barang lama habis.

Cara ini bertujuan untuk memastikan kualitas makanan & minuman di dalam bisnis kopi tetap baik.

Hindari menggunakan bahan baku yang sudah terlalu lama, atau bahkan sudah mencapai tanggal kedaluwarsa.

Sebagai tambahan, kamu bisa membeli kulkas dua pintu yang transparan, sehingga mudah melihat stok lama yang belum habis.

Harga dari model kulkas tersebut ada di sekitar Rp10.000.000,00 – Rp14.000.000,00.

Kendati tidak murah, namun harganya sebanding dengan kemudahan yang diberikan lemari pendingin tersebut nantinya, yaitu kemudahan mengontrol bahan baku.

5. Lakukan pengecekan berkala

Pengecekan barang bisa kamu lakukan di setiap barang yang dijual dan barang stok proses produksi.

Barang yang dijual harus selalu dicek, sebab saat itulah kamu tahu sudah berapa banyak barang yang digunakan.

Sebagai tambahan, setiap membeli bahan baru, kamu tidak perlu segera memasukkannya ke dalam lemari pendingin atau gudang. Namun, lakukan pengecekan terlebih dahulu.

Hitunglah banyak barang, dan periksa kualitas barang tersebut.

Hindari memasukkan barang yang kondisinya tidak baik ke dalam stok penyimpanan barang kamu.

Siapkah Mengatur Stok Bahan Baku Bisnis Kopi dengan Baik?

Bisnis kopi adalah salah satu bisnis potensial yang bisa kamu temukan di banyak tempat.

Dengan manajemen penyimpanan bahan baku yang baik, bisnis kopi kamu dijamin bisa berjalan dengan lancar.

Selamat mencoba!


Kalau kamu termasuk salah satu pelaku usaha kecil, online sellers, atau freelancers, KoinWorks punya satu solusi nih untuk semua kebutuhan keuangan kamu.

Mulai dari transfer antar bank tanpa biaya admin, pembuatan invoice & laporan keuangan, hingga ke akses yang fleksibel untuk mendapatkan pinjaman– semua ini khusus untuk mendukung usaha & bisnis kamu, dan bisa kamu dapatkan di KoinWorks NEO.

Yuk cari tahu lebih banyak tentang KoinWorks NEO di sini!

Akbar Rachman

Download aplikasi KoinWorks dan mulai kembangkan asetmu sekarang!

Langganan via Email​

Dapatkan Tips dan Berita Keuangan Gratis di Inbox Anda​