Home » Strategi-bisnis » Memilih Channel Pemasaran yang Tepat untuk Bisnis Kopi

Memilih Channel Pemasaran yang Tepat untuk Bisnis Kopi

Memilih Channel Pemasaran yang Tepat untuk Bisnis Kopi

Bagaimana cara memilih channel pemasaran yang tepat untuk sebuah bisnis kopi?

Dalam menjalankan sebuah bisnis, tentu kamu perlu memiliki strategi pemasaran yang baik agar bisnismu bisa cepat berkembang.

Salah satu strategi pemasaran yang perlu dipikirkan baik-baik adalah mengenai marketing channels.

Dengan memilih channel yang tepat, promosi bisnismu bisa sampai ke target konsumen yang diincar.

Sementara sebaliknya, jika channel yang dipilih salah, bisa-bisa bisnismu tidak dapat berkembang banyak.

Lalu, melalui media apa saja bisnismu bisa dipromosikan, serta apa saja parameter yang dibutuhkan dalam memilih channel tersebut?


Memilih Channel Pemasaran yang Tepat untuk Bisnis Kopi

Ketika kamu akan menjalankan strategi pemasaran, penentuan channel yang akan digunakan adalah aspek yang perlu kamu perhatikan.

Pasalnya, salah pemilihan bisa berakibat anggaran marketing bisnismu terbuang sia-sia.

Nah, berikut adalah beberapa penjelasan singkat mengenai jenis-jenis marketing channel, serta apa saja hal yang perlu dipertimbangkan dalam memilihnya.

Silakan disimak!


1. Conventional marketing channel

Pilihan channel pertama yang bisa kamu pilih adalah channel pemasaran konvensional.

Metode ini adalah yang paling sering ditemui, dan paling lazim digunakan, setidaknya dalam 10-20 tahun terakhir.

Contoh pemasaran dengan metode ini adalah iklan & promosi di media cetak (koran, majalah, brosur), radio & TV, papan reklame, surat, telepon, dan lain-lain.

Pada era sebelum penggunaan internet, metode konvensional ini adalah satu-satunya cara yang dapat digunakan untuk memasarkan bisnis kopimu.

Namun, belakangan ini metode konvensional semakin kehilangan peminat dan juga audience.

Selain karena biayanya yang tidak murah, hasil yang didapat pun sulit untuk bisa dianalisis.

Tetapi, masih lumayan banyak bisnis dewasa ini yang menggunakan metode konvensional untuk memasarkan produk/jasa bisnisnya.


2. Online marketing channel

Pilihan channel yang kedua adalah melalui pemasaran daring, atau online marketing.

Nah, metode inilah yang sekarang sedang ramai digunakan oleh banyak jenis bisnis; mulai dari bisnis berskala kecil, hingga ke bisnis yang sudah memiliki nama besar.

Pasalnya, selain lebih biaya yang dikeluarkan lebih sedikit, metode bisnis ini mampu menyasar konsumen secara lebih akurat, dan hasilnya juga dapat dianalisis.

Beberapa contoh dari channel pemasaran ini adalah media sosial (Instagram, Facebook, TikTok, YouTube), website/blog, e-mail marketing (CRM), iklan online (search engine marketing), dan lain-lain.

Biasanya, bisnis-bisnis berskala kecil, seperti bisnis kopi, lebih mampu mengoptimalkan penggunaan metode online ini dibandingkan dengan bisnis berskala besar.

Mengapa?

Karena perkembangan metode promosi & iklan serta jenis audience pada online atau digital marketing lebih beragam, serta lebih dinamis. Banyak hal yang selalu berubah setiap harinya.

Bisnis kopi yang mampu menggunakan online marketing secara baik & optimal, tentu lebih mudah dalam memenangkan persaingan, dan bahkan bisa menyamai perkembangan bisnis-bisnis besar.


3. Parameter dalam memilih channel

Setelah mengetahui beberapa jenis channel pemasaran yang bisa digunakan, kamu juga sebaiknya mengetahui apa saja aspek yang perlu kamu pertimbangkan dalam memilih channel tersebut.

Scalability

Skalabilitas merujuk pada seberapa besar media atau channel pemasaran yang kamu gunakan.

Berapa banyak orang yang bisa dijangkau oleh channel tersebut ketika kamu gunakan?

Dan apakah jumlahnya bisa ditambah atau ditingkatkan, seiring dengan berkembangnya bisnismu nanti?

Dengan parameter ini, kamu bisa menentukan channel mana yang bisa menjangkau lebih banyak target konsumen untuk bisnis kopimu.

Sebagai contoh, kamu memutuskan untuk beriklan melalui Google Ads dan memasang papan reklame di tepi jalan raya.

Kedua metode ini sama-sama mampu menampilkan iklan & promosi bisnismu kepada banyak orang, bukan?

Namun, apakah semua orang yang melihat iklanmu akan tertarik untuk membeli?

Nah, hal tersebut masuk ke dalam ranah parameter targeting.

Targeting

Parameter targeting merujuk kepada kemampuan sebuah channel untuk menyasar kelompok konsumen yang diincar oleh bisnis tersebut.

Melanjutkan contoh di atas, pemilihan channel Google Ads dapat disesuaikan dengan keyword yang dicari oleh para pengguna internet.

Jadi, iklan produk minuman kopimu hanya akan ditampilkan kepada pengguna internet yang terindikasi memiliki keinginan untuk mencari tahu informasi tentang produk tersebut.

Jika pengguna tidak memiliki relevansi dengan produk minuman, tentu iklanmu tidak akan ditampilkan.

Berbeda dengan papan reklame, iklanmu akan tampil selama 24 jam terus menerus, kepada semua orang yang menggunakan jalan raya tersebut.

Padahal, belum tentu semua orang yang melihatnya memiliki keinginan untuk membeli minuman kopi.

Intinya, channel pemasaran daring lebih mampu menyesuaikan target konsumen sesuai kebutuhan, dibandingkan dengan channel pemasaran yang konvensional.

Hal ini sangat berpengaruh terhadap parameter biaya yang dikeluarkan.

Cost

Parameter biaya biasanya merujuk pada berapa besar anggaran yang perlu kamu keluarkan untuk membuat seorang konsumen membeli produk minuman kopimu.

Untuk menentukannya, kamu perlu membandingkan berapa besar biaya yang kamu perlu keluarkan untuk mendapatkan sebuah transaksi penjualan, antara metode Google Ads dan metode papan reklame.

Biasanya, metode Google Ads bisa memberikan biaya yang lebih rendah. Namun, tidak semua jenis bisnis bisa mendapatkan hasil yang sama.

Cobalah berbagai metode pemasaran yang menurutmu sesuai dengan konsep bisnismu.

Tidak perlu menggelontorkan anggaran yang besar, namun kamu perlu mencoba dan bereksperimen untuk menentukan mana metode yang bisa mendatangkan lebih banyak pemasukan.

Ingat, tidak semua bisnis memiliki kebutuhan metode pemasaran yang persis sama.

Hal ini juga bergantung dari jenis dan karakter konsumen itu sendiri.


Sudah Paham Cara Memilih Channel Pemasaran di Bisnis Kopi?

Itulah beberapa penjelasan singkat mengenai jenis channel pemasaran untuk bisnis kopi, dan parameter yang perlu kamu pertimbangkan dalam memilihnya.

Saat ini, metode pemasaran secara online-lah yang banyak digunakan oleh bisnis-bisnis berskala kecil.

Selain karena harganya yang tidak mahal, metode ini sifatnya dinamis dan tidak kaku, bisa disesuaikan sewaktu-waktu dan menyesuaikan dengan kebutuhanmu.

Metode pemasaran konvensional sebaiknya bisa kamu lakukan ketika bisnismu mulai berkembang besar.

Selamat mencoba!

. . .

Kalau kamu termasuk salah satu pelaku usaha kecil, online sellers, atau freelancers, KoinWorks punya satu solusi nih untuk semua kebutuhan keuangan kamu.

Mulai dari transfer antar bank tanpa biaya admin, pembuatan invoice & laporan keuangan, hingga ke akses yang fleksibel untuk mendapatkan pinjaman– semua ini khusus untuk mendukung usaha & bisnis kamu, dan bisa kamu dapatkan di KoinWorks NEO.

Yuk, cari tahu lebih banyak tentang KoinWorks NEO di sini!

[E-Book GRATIS] Dapatkan konten ekslusif seputar strategi bisnis di sini
DAFTAR SEKARANG!
Pilih E-book untuk kamu download.
Dalam Ebook ini mengulas:Cara mudah untuk pebisnis melakukan iklan Google Display Network berupa banner atau visual yang ampuh untuk meningkatkan penjualan.
Dalam Ebook ini mengulas:Membantu pebisnis mengetahui lebih banyak tentang performa promosi yang dilakukan di dunia digital terutamanya platform Facebook untuk menentukan audiens.
Dalam Ebook ini mengulas:Penggunaan Business Metrics/KPI yang tepat untuk melacak sejauh mana bisnis kita sudah berjalan dan seberapa banyak target dari usaha kita yang sudah tercapai.
Ingin tahu lebih lanjut, KoinWorks NEO mau kenalan sama kamu lebih dekat.
Memilih Channel Pemasaran yang Tepat untuk Bisnis Kopi

Langganan via Email​

Dapatkan Tips dan Berita Keuangan Gratis di Inbox Anda​