Home » Strategi Bisnis » 6 Cara Jitu agar Bahan Baku Bisnis Kopi Tidak Mudah Rusak

6 Cara Jitu agar Bahan Baku Bisnis Kopi Tidak Mudah Rusak

Jika kamu sedang menjalankan bisnis kopi, sebaiknya ketahui cara mengelola bahan baku yang tepat, agar bahan tidak mudah rusak.

Langkah tersebut dilakukan agar kamu dapat meminimalisasi kerugian yang mungkin terjadi di masa depan.

Tips Mengelola Bahan Baku dalam Bisnis Kopi agar Tidak Mudah Rusak

Berikut ini adalah cara-cara mengelola bahan baku untuk bisnis kopi agar tidak cepat rusak:

1. Ketahui jenis dari bahan baku bisnis kopi

Berdasarkan fungsinya, bahan baku dibagi menjadi tiga jenis; yaitu stok untuk dijual, stok penolong, dan stok proses produksi.

Stok untuk dijual meliputi biji kopi, bubuk minuman selain kopi, bahan menu makanan pendamping, dan sebagainya.

Sedangkan stok bahan penolong yaitu meliputi tisu, gelas, cup, piring, sendok, dan sedotan.

Ada pula stok bahan untuk proses produksi yang meliputi air, susu, gula, krimer, topping tambahan, dan es batu.

Selain berdasarkan fungsinya, kamu dapat memilahnya berdasarkan cara penyimpanan; yaitu barang chiller, barang frozen, dan barang gudang.

Barang chiller adalah bahan baku makanan yang tidak dalam kondisi beku, akan tetapi harus disimpan dalam keadaan dingin. Misalnya, kopi yang sudah dalam bentuk kemasan.

Sedangkan barang frozen adalah bahan baku yang wajib di simpan dalam keadaan beku, contohnya es batu.

Terakhir, barang gudang adalah bahan baku yang dapat disimpan dalam kondisi room temperature, seperti cup, sedotan, gelas, dan sebagainya.

2. Cek persediaan bahan

Tips berikutnya, yaitu kamu wajib melakukan pengecekan persediaan bahan.

Setelah kamu mengetahui jenis-jenis bahan baku, jangan lupa cek ketersediaan bahan tersebut secara berkala.

Langkah ini dilakukan agar kamu dapat menerima, menyimpan, dan mengeluarkan stok dengan lebih mudah.

Meski sudah memiliki target, biasanya ada hal-hal di luar kendali yang kerap terjadi. Contohnya, target penjualan kopi adalah 10.000 dalam 1 bulan, tapi karena sedang ramai, target 10.000 tersebut sudah habis tejual dalam 2 minggu.

Nah, disitulah kamu harus menambah bahan baku agar bisa terus berjualan.

Dengan melakukan pengecekan persediaan barang, kamu dapat mengetahui barang apa saja yang sekiranya masih banyak, dan mana barang yang perlu ditambah.

Selain itu, kamu dapat melihat apakah cara penyimpanannya sudah sesuai atau belum.

Misalnya, biji kopi dibiarkan di gudang tanpa dimasukkan ke goni yang justru dapat membuat biji kopi rusak. Pemeriksaan secara berkalan dapat menghindari kamu dari hal-hal yang merugikan seperti itu.

3. Lakukan forecasting

Mengetahui jenis bahan baku dan melakukan pengecekan secara berkala, akan memudahkan kamu dalam melakukan forecasting.

Bagi kamu yang masih merasa asing dengan istilah ini, forecasting merupakan teknik yang digunakan untuk memprediksi kejadian bisnis di masa mendatang, berdasarkan data-data yang sudah terkumpul dari periode sebelumnya.

Kamu dapat melakukan forecasting stok barang untuk meminimalisasi kerusakan.

Contohnya, dalam 6 bulan terakhir kamu menghabiskan 30 kilogram biji kopi per bulan. Sehingga, ada kemungkinan kamu memerlukan jumlah yang sama untuk bulan berikutnya.

Kamu juga perlu mempertimbangkan persedian stok bahan baku yang mungkin perlu ditambahkan.

Misalnya, pada saat hari libur sekolah, libur nasional, atau saat orang-orang gajian.

4. Gunakan metode first in, first out

Cara berikutnya adalah kamu perlu menggunakan metode first in, first out (atau first expired, first out untuk bahan-bahan yang harus dikonsumsi).

Artinya, gunakan bahan baku yang memiliki usia paling pendek, atau yang masuk ke gudang lebih dulu. Jika ada bahan baku yang memiliki masa kedaluwarsa lebih lama, maka bahan tersebut bisa digunakan belakangan.

Tapi jika ada bahan baku yang memiliki masa kedaluwarsa pendek, dan masuk ke gudang belakangan, maka sebaiknya bahan tersebut digunakan terlebih dahulu.

5. Cek sebelum disimpan

Kamu tidak perlu buru-buru dalam melakukan pengecekan.

Pastikan tiap barang diterima dalam keadaan baik. Misalnya, cek biji kopi yang kamu beli; apakah biji kopi terlihat tua, terkena hawar, biji hitam, atau tergigit.

6. Perhatikan penyimpanan biji kopi

Salah satu cara menyimpan biji kopi agar kualitasnya tetap terjaga adalah dengan tidak berlebihan dalam membeli biji kopi.

Belilah biji kopi secukupya, sesuai kebutuhan bisnis kopi milikmu.

Kemudian, simpan biji kopi yang kamu telah beli di dalam karung goni, dan letakkan pada tempat yang sejuk, serta kedap udara & cahaya.

Meski biji kopi memiliki waktu pembusukan yang lama, namun seiring berjalannya waktu kualitasnya akan menurun. Sehingga, lebih baik membeli dalam jumlah secukupnya.

Untuk karung goni sebagai media penyimpanan, gunakanlah karung goni yang masih baru dan kuat. Cara ini telah terbukti ampuh menjaga aroma & kualitas biji kopi.

Rata-rata waktu yang ideal untuk menyimpan kopi, yaitu sekitar 2-3 bulan.

Oleh karena itu, kamu perlu menghabiskan biji kopi lama, dan segera menggantinya dengan yang baru.

 

Siap Mengelola Bahan Baku Bisnis Kopi agar Tidak Mudah Rusak?

Semoga informasi ini bermanfaat untuk bisnis kopi yang sedang kamu jalani.

Selamat mencoba!


Kalau kamu termasuk salah satu pelaku usaha kecil, online sellers, atau freelancers, KoinWorks punya satu solusi nih untuk semua kebutuhan keuangan kamu.

Mulai dari transfer antar bank tanpa biaya admin, pembuatan invoice & laporan keuangan, hingga ke akses yang fleksibel untuk mendapatkan pinjaman– semua ini khusus untuk mendukung usaha & bisnis kamu, dan bisa kamu dapatkan di KoinWorks NEO.

Yuk cari tahu lebih banyak tentang KoinWorks NEO di sini!

Akbar Rachman

Download aplikasi KoinWorks dan mulai kembangkan asetmu sekarang!

Langganan via Email​

Dapatkan Tips dan Berita Keuangan Gratis di Inbox Anda​