Home » Strategi Bisnis » Tips Mengatur Bahan Baku dalam Bisnis Kosmetik

Tips Mengatur Bahan Baku dalam Bisnis Kosmetik

Kosmetik termasuk bisnis yang menggiurkan karena semakin bergairahnya permintaan pasar akhir-akhir ini. Oleh sebab itu, kamu memerlukan tips untuk mengatur bahan baku bisnis kosmetik. 

Di Indonesia, bisnis kosmetik memiliki pangsa pasar yang cukup luas. Pada tahun 2021, Kementerian Perindustrian memprediksi Indonesia akan berada di peringkat ke-5 sebagai pasar kosmetik di dunia dalam 10-15 tahun ke depan.

Tips Mengelola Stok untuk Bisnis Kosmetik

Pengelolaan stok bahan baku dalam bisnis ini memang menjadi tantangan tersendiri. Apabila stok kurang, maka keberlanjutan bisnis terancam. Sebaliknya, stok yang berlebih akan menguras biaya penyimpanan dan pemusnahan. Berikut ini 6 tips mengatur bahan baku dalam bisnis kosmetik untuk membantumu.

1. Menyediakan Tempat Penyimpanan

Penyimpanan bahan baku kosmetik memang membutuhkan perhatian ekstra. Bagaimana tidak, pemilik bisnis harus menyediakan gudang yang sesuai standar.

Di Indonesia, pemilik bisnis kosmetik harus mengurus izin bangunan kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Denah bangunan setidaknya terbagi dalam dua ruangan utama, yaitu ruang pengolahan dan ruang non-pengolahan.

Tempat penyimpanan menjadi bagian dari ruang non-pengolahan. Ruang penyimpanan ini harus dibuat sesuai dengan material yang memenuhi standar tempat penyimpanan obat-obatan.

Pemilik bisnis kosmetik perlu mengeluarkan biaya sebesar Rp 250.000 hingga Rp 500.000 untuk dapat mengantongi izin. Prosesnya memerlukan setidaknya sepuluh hari kerja.

2. Forecasting

Tips selanjutnya berkaitan dengan memprediksi kebutuhan stok bahan baku, yaitu forecasting. Pada bagian ini, pemilik bisnis harus menyesuaikan antara kemampuan manufaktur dengan permintaan pasar.

Hal yang perlu dihindari adalah menyediakan stok bahan baku berlebih saat meningkatnya permintaan pasar. Namun, kenyataanya manufaktur tidak mampu memproses sejumlah bahan baku yang tersedia sehingga menyebabkan penimbunan stok bahan baku.

Resiko buruknya adalah terjadi pembengkakan biaya penyimpanan karena spesifikasi gudang bahan baku yang memerlukan kestabilan suhu tertentu. Tak hanya itu, ada pengeluaran ekstra untuk pemusnahan bahan baku kosmetik yang termasuk limbah B3.

3. Bekerjasama dengan Supplier

Penyediaan bahan baku kosmetik sangat bergantung pada supplier. Dalam hal menjalin kerjasama dengan supplier bahan baku kosmetik, kamu tidak hanya mempertimbangkan harga dan kualitas barang. Kamu juga wajib untuk meminta supplier menunjukkan lisensi dari BPOM dan MUI untuk menjamin bahwa bahan baku tersebut aman dan halal digunakan untuk kosmetik.

Kabar baiknya, Indonesia memiliki bahan baku kosmetik yang cukup melimpah. Minyak kelapa, alpukat, lidah buaya, minyak jojoba, hingga minyak almond tersedia di pasar lokal.

Meski demikian, terdapat zat tertentu yang memang belum ada di Indonesia, yaitu zat aditif. Ini menjadi tantangan tersendiri karena kamu perlu mendatangkannya dari pasar internasional.

Namun, kamu dapat bekerjasama dengan distributor bahan baku kosmetik yang memang dapat mendatangkan barang dari mancanegara.

4. Komunikasi yang Jelas dan Real-Time

Selanjutnya, Ordertime menyebutkan kunci sukses dalam pengelolaan stok bahan baku bisnis kosmetik adalah komunikasi yang jelas dan real-time.

Sebagai pelaku bisnis, kamu harus mampu membangun pola komunikasi yang membuat bagian gudang bahan baku, manufaktur, distribusi, dan penjualan terintegrasi secara real-time atau tanpa adanya waktu tunda.

Cara ini adalah pilihan strategi untuk membuat stok bahan baku selalu berada pada jumlah yang sesuai. Cara melakukannya dengan menggunakan software bisnis.

Salah satu rekomendasi software untuk bisnis kosmetik adalah turboly yang juga sudah digunakan oleh brand Nature Republic. Software ini menawarkan fitur real-time sales and stock dan melacak inventaris secara akurat.

5. Penggunaan Nomor Seri

Dalam melacak inventaris secara akurat, kamu bisa menggunakan nomor seri pada setiap jenis produk kosmetik yang diproduksi.

Unleashed mengatakan bahwa nomor seri ini setidaknya memuat dua informasi penting, yaitu komponen bahan baku produk dan batch produksi. Informasi komponen produk berguna untuk memastikan tidak adanya kesalahan dalam peracikan. Selain itu, penggunaan nomor seri juga membantu kamu ketika menyusun data forecasting.

Sedangkan batch produksi bermanfaat untuk memantau distribusi kosmetik jadi di pasar. Hal ini penting untuk memastikan bahwa kosmetik yang akan diterima konsumen adalah kosmetik dengan kualitas yang masih baik atau jauh dari tanggal kadaluarsa.

6. Mempekerjakan Staf Ahli

Penyimpanan kosmetik menggunakan standar obat-obatan. Oleh karena itu, sebagai pemilik bisnis kamu perlu mempekerjakan staf ahli, yaitu apoteker.

Merekrut apoteker tidak hanya menguntungkan dalam hal pengaturan bahan baku untuk produksi kosmetik. Beberapa pertimbangan untuk meyakinkan kamu melibatkan apoteker dalam bisnis kosmetik adalah sebagai berikut:

  • Berperan penting dalam memilih bahan baku yang aman.
  • Memiliki pengetahuan dalam meracik bahan baku menjadi kosmetik.
  • Memahami cara pengolahan bahan baku agar tidak merusak kandungannya.
  • Tahu betul tentang teknik penyimpanan bahan baku.
  • Dapat terlibat dalam tim riset dan pengembangan produk baru.

Yuk, Atur Stok Bahan Baku Kosmetik yang Benar!

Tantangan mengatur stok bahan baku dalam bisnis kosmetik memang berbeda dengan bisnis pada umumnya. Semoga keenam tips di atas membantumu untuk sukses mengatur stok bahan baku.


Bank digital hadir untuk pelaku UMKM, freelancers, dan online sellers di Indonesia. 

Urus segala keperluan bisnis dan keuangan pakai KoinWorks NEO. Kemudahan berbagai layanan seperti bebas biaya transfer antar bank dan pinjaman modal tanpa agunan untuk bisnismu hanya dengan satu aplikasi! 

Lihat juga berbagai panduan dan informasi bisnis hanya di KoinWorks.

Lukito Wijaya

Download aplikasi KoinWorks dan mulai kembangkan asetmu sekarang!

Langganan via Email​

Dapatkan Tips dan Berita Keuangan Gratis di Inbox Anda​