Home » Strategi Bisnis » 6 Cara Mudah Memulai Bisnis Makanan Sehat

6 Cara Mudah Memulai Bisnis Makanan Sehat

Kebanyakan orang ingin menjaga kesehatan, namun hanya mau melakukan hal yang mudah & praktis.

Inilah yang banyak terjadi pada masyarakat di kota-kota besar, terutama yang memiliki tingkat kesibukan serta mobilitas yang tinggi.

Kalau sudah begini, cara paling praktis untuk tetap menjaga kesehatan adalah dengan mengonsumsi makanan sehat.

Nah, belakangan ini bisnis makanan sehat atau katering sehat semakin ramai, dan jenisnya beragam.

Hal ini jelas untuk menjawab permintaan pasar yang semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Jika kamu memiliki keinginan untuk mulai berbisnis makanan sehat, ada beberapa cara mudah yang bisa membantu kamu untuk menyiapkan bisnis makanan sehat ini.

Yuk, kita simak pembahasan singkatnya, di bawah ini!

Cara Mudah Memulai Bisnis Makanan Sehat

Berbeda dengan bisnis makanan cepat saji atau restoran pada umumnya, pelaku usaha dalam bisnis makanan sehat ini jumlahnya masih sedikit, sehingga peluang kamu untuk bisa berbisnis & meraih keuntungan masih lumayan tinggi.

Namun, tentu saja target pasarnya lebih kecil dibandingkan dengan bisnis kuliner biasa.

Oleh karena itu, kamu butuh persiapan & strategi khusus agar bisnis makanan sehat yang akan kamu jalani tidak berhenti di tengah jalan, dan bisa cepat berkembang.

Berikut adalah beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk memulai bisnis makanan sehat:

Cari tahu minat masyarakat

Sebelum menentukan produk atau jenis menu yang ingin kamu jual, sebaiknya lihat dulu pasar yang ingin kamu tuju.

Target dan kondisi pasar adalah aspek penting yang harus kamu ketahui ketika ingin memulai sebuah bisnis. Sebaiknya, kamu melakukan segmentasi pasar terlebih dahulu.

Segmentasi pasar adalah mengelompokan suatu pasar dalam kategori yang berbeda-beda. Pengelompokan ini bisa didasarkan pada kebutuhan, perilaku, dan karakteristik.

Setelah melakukannya, kamu bisa menentukan produk apa yang ingin kamu jual.

Misalnya, kamu sudah menentukan bahwa segmentasi pasar yang kamu tuju adalah orang dewasa di daerah perkotaan dengan tingkat pendapatan di atas UMR, maka kamu bisa menjual makanan sehat yang biaya produksinya sesuai dengan pendapatan orang-orang tersebut.

Jika segmentasi pasar yang kamu tuju adalah masyarakat menengah ke bawah, kamu bisa menjual menu makanan sehat dengan harga yang lebih murah.

Nah, penentuan segmentasi pasar ini perlu dilakukan bersamaan dengan riset kondisi pasar, ya.

Dengan begitu, kamu akan sudah mengetahui apa yang dibutuhkan dan apa-apa saja yang bisa kamu sediakan untuk target pasar tersebut, sesuai dengan kemampuan bisnis makanan sehat kamu.

Hitung dan persiapkan modal awal yang diperlukan

Dari penentuan segmentasi pasar dan strategi bisnis, kamu bisa memperkirakan berapa modal awal yang dibutuhkan.

Modal awal ini akan digunakan untuk membeli perlengkapan memasak, peralatan pendukung, sewa lokasi, gaji pegawai, dan biaya operasional lainnya.

Kemudian, kamu perlu membuat perencanaan keuangan dan pembukuan.

Dengan begitu kamu akan mengetahui berapa banyak modal yang telah kamu keluarkan, dan ke mana saja modal itu dihabiskan.

Informasi ini kemudian bisa kamu gunakan juga untuk menentukan harga yang pantas untuk menu makanan sehat yang kamu sediakan.

Tentukan harga jual produk

Setelah menentukan segmentasi pasar, serta mendapatkan informasi mengenai tingkat pendapatan calon konsumen, kamu bisa membandingkan informasi tersebut dengan biaya produksi menu makanan sehat kamu.

Jika ada kompetitor yang kamu ketahui, kamu perlu mengetahui rentang harga makanan sehat di bisnis mereka juga. Kumpulkan informasi sebanyak mungkin, dan bandingkan satu sama lain.

Dengan begitu, kamu akan memiliki data tentang rentang harga yang sesuai untuk menu-menu di bisnis makanan sehat milik kamu.

Nah, karena bisnis kamu ini masih ada di tahap awal, sebaiknya hindari mematok harga terlalu tinggi. Biasanya pelaku usaha akan melakukan ini untuk mendapatkan modal awal kembali dengan cepat.

Kamu harus pintar-pintar menentukan harga yang sesuai; jika terlalu tinggi, calon konsumen mungkin enggan untuk mencoba membeli makanan sehat kamu.

Jika terlalu rendah, ada kemungkinan kamu merugi di awal.

Jadi, kamu perlu lebih mematangkan rencana dan strategi penentuan harga sebelum membuka bisnis makanan sehatmu.

Buat strategi promosi bisnis makanan sehat

Promosi adalah salah satu faktor penentu keberhasilan bisnis, apalagi jika kamu baru memulai bisnis makanan sehat.

Meskipun produk yang kamu tawarkan memiliki rasa dan kualitas yang baik, semuanya akan sia-sia jika calon konsumen tidak tahu dan tidak bisa mengenal produk tersebut.

Nah, agar produkmu dikenal orang, maka kamu harus melakukan promosi yang baik dan tepat sasaran.

Ada tiga opsi yang bisa kamu gunakan untuk berpromosi, dan ketiganya berkaitan erat dengan digital marketing, yaitu: penggunaan media sosial, penggunaan marketplace dan online delivery, dan penggunaan website atau blog.

Melalui media sosial seperti Instagram, Facebook, YouTube, dan TikTok memungkinkan kamu untuk membangun brand awareness, beriklan, serta berkomunikasi dua arah dengan calon konsumen.

Ini penting untuk dilakukan, lho.

Kemudian, jika produkmu sudah siap untuk dipasarkan, kamu juga bisa mendaftarkan bisnis makanan sehat kamu melalui beragam marketplaces (Tokopedia, Shopee, Lazada, dan sebagainya) dan online delivery (GoFood, GrabFood, ShopeeFood).

Ini adalah cara yang tepat untuk memperluas area berjualan dan target konsumen kamu.

Jika, kamu punya modal yang lebih serta tenaga kerja tambahan, kamu juga bisa membuat sebuah website atau blog, untuk bisnis makanan sehat kamu.

Dengan begitu, bisnis kamu akan terlihat lebih profesional dan trustworthy.

Bangun hubungan yang baik dengan konsumen

Cara terakhir yang cukup penting namun sering ditinggalkan oleh pemilik bisnis adalah membangun hubungan baik dengan konsumen.

Hal ini bisa dilakukan dengan mudah, tapi perlu dilakukan secara rutin dan disiplin.

Caranya beragam, bisa dengan selalu cepat dalam membalas pesan dari calon konsumen, sigap membantu keluhan dari konsumen, dan lain sebagainya.

Kamu perlu membuat konsumen nyaman berhubungan dengan bisnismu.

Dengan begitu mereka akan merasa dihargai dan bukan tidak mungkin akan selalu membeli makanan di tempatmu serta merekomendasikannya ke orang-orang terdekat.

Kalau sudah begini, jelas bisnis kamu akan mendapat image yang baik sekaligus mendapatkan promosi gratis dari mulut ke mulut.

Jika hubungan dengan calon konsumen maupun konsumen sudah berjalan baik, kamu juga perlu selalu meminta saran dan kritik dari mereka.

Hal ini termasuk penting dan sering dilewatkan oleh pemilik bisnis.

Saran dan kritik dari mereka bisa menjadi acuan kamu untuk meningkatkan pelayanan, dan juga menjadi panduan gratis dalam mengembangkan bisnis kamu ke depannya.

. . .

Tidak Sulit untuk Memulai Bisnis Makanan Sehat

Itulah enam cara mudah untuk memulai bisnis makanan sehat.

Cara-cara yang kamu bisa lakukan di awal adalah dengan melakukan riset pasar tentang produk dan calon konsumen, merencanakan kegiatan operasional, menentukan harga jual, melakukan promosi secara online, serta memiliki rencana untuk membangun hubungan baik dengan para konsumen.

Selamat mencoba, dan semoga bisnis makanan sehat milikmu bisa berkembang pesat!


Kalau kamu termasuk salah satu pelaku usaha kecil, online sellers, atau freelancers, KoinWorks punya satu solusi nih untuk semua kebutuhan keuangan kamu.

Mulai dari transfer antar bank tanpa biaya admin, pembuatan invoice & laporan keuangan, hingga ke akses yang fleksibel untuk mendapatkan pinjaman– semua ini khusus untuk mendukung usaha & bisnis kamu, dan bisa kamu dapatkan di KoinWorks NEO.

Yuk cari tahu lebih banyak tentang KoinWorks NEO di sini!

Download aplikasi KoinWorks dan mulai kembangkan asetmu sekarang!

Langganan via Email​

Dapatkan Tips dan Berita Keuangan Gratis di Inbox Anda​