Home » Strategi Bisnis » Cara Mengatur Bahan Baku untuk Bisnis Makanan Sehat

Cara Mengatur Bahan Baku untuk Bisnis Makanan Sehat

Mengelola sebuah bisnis makanan sehat, serta mengatur stok bahan baku yang diperlukan, merupakan sebuah tantangan sendiri bagi pemilik bisnis.

Produk utama dari bisnis makanan sehat jelas adalah makanan sehat itu sendiri, dan bahan baku utamanya memiliki masa kedaluwarsa yang penting untuk diperhatikan.

Bahan baku pendukungnya pun juga perlu diawasi, untuk menjaga keberlangsungan bisnis makanan sehat tersebut.

Bisa dibilang keduanya merupakan faktor penggerak utama pada bisnis makanan sehat.

Nah, supaya kita bisa lebih paham bagaimana sebaiknya mengatur stok bahan baku pada bisnis makanan sehat, mari kita simak pembahasan berikut ini.

Mengatur Stok Bahan Baku dalam Bisnis Makanan Sehat

Berikut beberapa cara mudah untuk mengatur bahan baku dalam bisnis makanan sehat:

Susun stok bahan baku sesuai kategori

Setiap bahan baku pasti memiliki karakteristik berdasarkan jenis dan fungsinya.

Setelah mengetahuinya, susun semua bahan baku dengan rapi sesuai dengan dua kategori tersebut.

Hal ini akan mempermudah kamu menemukan bahan yang diperlukan, serta memantau tingkat ketersediaannya.

Kamu juga bisa memisahkan berbagai bahan baku tersebut berdasarkan masa kedaluwarsa, agar kamu dengan mudah mengetahui bahan baku mana yang cepat rusak, dan mana yang bisa tahan lama.

Kumpulkan data persediaan bahan baku

Setelah menyusun stok bahan baku sesuai kategori yang diperlukan, kamu harus mengumpulkan data persediaan selengkap mungkin.

Hal ini bertujuan untuk mempermudah kamu dalam menerima, menyimpan, dan memindahkan bahan baku dari tempat penyimpanan.

Pengumpulan data sebaiknya dilakukan secara akurat, karena ini akan menjadi acuan dalam menentukan angka persediaan bahan baku untuk periode berikutnya.

Buat klasifikasi bahan baku yang terstruktur

Selain disimpan berdasarkan jenis dan karakteristiknya, kamu sebaiknya mengklasifikasikan bahan baku dengan rapi, dan terstruktur sesuai tempat penyimpanannya.

Cara ini akan membantu kamu menghindari resiko bahan baku cepat rusak. Kamu harus membuat standar klasifikasi, bahan baku mana yang harus disimpan di freezer, di chiller, atau hanya di dalam suhu ruangan.

Perkirakan jumlah stok bahan baku yang diperlukan

Kamu juga perlu mempelajari jumlah penggunaan stok bahan baku yang diperlukan tiap bulannya.

Setelah itu, sesuaikan jumlah tersebut dengan kemampuan supplier dalam memenuhi permintaan dan kebutuhan bisnis makanan sehat kamu.

Untuk memperkirakan kebutuhan stok bahan baku, kamu bisa mempelajarinya dari catatan penjualan.

Pantau stok bahan baku secara berkala

Memantau stok bahan baku secara berkala sangat penting dilakukan untuk menghindari kehabisan stok di tengah penjualan.

Jika hal itu terjadi, kamu sendiri yang akan kesulitan nantinya.

Meskipun kamu sudah membuat perhitungan yang rinci mengenai ketersediaan bahan, kemungkinan lonjakan penjualan yang tak terduga bisa saja terjadi.

Hal ini bisa membuat kamu sulit untuk memenuhi permintaan konsumen.

Saat aktivitas penjualan sedang tidak ramai, pemantauan stok secara berkala juga membantu kamu untuk menghindari adanya bahan baku yang terbuang sia-sia.

Pisahkan stok bahan baku lama dan baru

Jika kamu masih memiliki stok bahan baku lama, kamu sebaiknya menggunakannya terlebih dahulu sebelum membeli stok bahan baku yang baru.

Metode ini biasa disebut dengan FEFO (first expired, first out).

Sebagai contoh, ketika kamu memasukkan stok bahan baku makanan baru ke dalam tempat penyimpanan, dan ternyata kamu masih memiliki stok lama dari bahan tersebut, sebaiknya kamu pindahkan stok lama ke bagian luar agar bisa dengan mudah digunakan saat dibutuhkan.

Dengan begitu, kamu bisa mengoptimalkan penggunaan stok bahan baku di bisnis kamu, dan mengurangi potensi kerugian akibat bahan baku yang tidak bisa dipakai karena sudah lewat masa kedaluwarsa.

Cek kembali bahan baku sebelum disimpan

Sebelum menyimpan bahan baku, sebaiknya kamu cocokkan terlebih dahulu bahan baku yang telah terpakai dengan catatan penjualan.

Hal ini berguna untuk memastikan bahwa bahan baku yang terpakai sebanding dengan penjualan yang telah dilakukan.

Pemeriksaan fisik bahan baku juga penting dilakukan untuk mengetahui mana bahan baku yang bagus dan baik untuk disimpan dengan bahan yang lain, atau mana yang sudah rusak dari awal.

Lakukan pencatatan stok

Agar stok bahan baku dalam bisnis makanan sehat selalu terkelola dengan baik, kamu juga perlu melakukan pencatatan stok barang secara rutin.

Setiap ada bahan baku yang terpakai, mengalami pergerakan (keluar atau masuk dari tempat penyimpanan), atau mengalami kerusakan sebaiknya segera dicatat.

Dengan adanya pencatatan tersebut, kamu dan tim kamu akan lebih mudah mengelola stok bahan baku yang dibutuhkan.

. . .

Pentingnya Mengatur Stok Bahan Baku dalam Bisnis Makanan Sehat

Itulah delapan cara mudah mengatur stok bahan baku dalam bisnis makanan sehat.

Pengelolaan bahan baku ini sangat penting untuk kelancaran operasional bisnis tersebut, karena memang produk utamanya adalah makanan sehat itu sendiri.

Dengan pengelolaan yang baik, kamu bisa selalu menjaga kualitas serta rasa dari menu makanan sehat yang disajikan ke konsumen.

Kualitas dan rasa yang konsisten bisa membuat konsumen menjadi setia terhadap brand bisnis kamu, dan bukan tidak mungkin menjadi sarana promo gratis untuk bisnis makanan sehat milikmu.

Selamat mencoba!


Kalau kamu termasuk salah satu pelaku usaha kecil, online sellers, atau freelancers, KoinWorks punya satu solusi nih untuk semua kebutuhan keuangan kamu.

Mulai dari transfer antar bank tanpa biaya admin, pembuatan invoice & laporan keuangan, hingga ke akses yang fleksibel untuk mendapatkan pinjaman– semua ini khusus untuk mendukung usaha & bisnis kamu, dan bisa kamu dapatkan di KoinWorks NEO.

Yuk cari tahu lebih banyak tentang KoinWorks NEO di sini!

Akbar Rachman

Download aplikasi KoinWorks dan mulai kembangkan asetmu sekarang!

Langganan via Email​

Dapatkan Tips dan Berita Keuangan Gratis di Inbox Anda​