Home » Strategi Bisnis » Hal yang Harus Dipelajari oleh Pemilik Bisnis Pakaian Anak

Hal yang Harus Dipelajari oleh Pemilik Bisnis Pakaian Anak

Bisnis pakaian anak merupakan salah satu sektor dalam bidang fashion yang sangat potensial dan memiliki peluang besar. Apalagi secara umum bisnis ini tidak jauh berbeda dengan bisnis fashion lainnya. Namun, sebagai pemilik bisnis pakaian anak, ada beberapa hal yang harus terus dipelajari.

Hal yang Harus Dipelajari Pemilik Bisnis Pakaian Anak

Berikut ini adalah berbagai hal yang harus terus dipelajari oleh kamu sebagai pemilik bisnis pakaian anak:

1. Selalu Perhatikan Tren

Sebagai pemilik bisnis pakaian anak, memperhatikan tren fashion adalah hal yang sangat penting. Karena fashion anak cenderung selalu ada tren baru yang wajib kamu ketahui.

Misalnya, kini tren pakaian anak cenderung menggunakan warna pastel dan earthy tone dengan desain minimalis. Maka kamu bisa coba untuk memproduksi pakaian anak sejenis itu. 

Mahika Kids adalah salah satu brand fashion anak yang bisa kamu analisis lebih lanjut. Karena brand tersebut kerap menciptakan tren pakaian anak dengan gaya minimalis dan timeless.

2. Memperhatikan Kualitas Produk

Meski bisnis pakaian anak milikmu sudah mulai dikenal masyarakat, namun kamu tetap harus memperhatikan kualitas produk yang dijual. Kamu harus memastikan jika pakaian tersebut sudah lolos quality control dan layak jual.

Agar kualitas produk bisa terus kamu tingkatkan, jangan ragu untuk bersikap terbuka pada kritik dan saran dari pelanggan. Sehingga, akan lebih mudah bagimu dalam menjaga kualitas pakaian hingga pelayanannya.

3. Pastikan Harga Produkmu Bersaing di Pasaran

Umumnya, harga pakaian anak memang lebih mahal dibanding pakaian dewasa. Namun, bukan berarti kamu mematok harga produk yang asal-asalan. Kamu harus mengetahui harga pasaran agar nantinya bisa bersaing dengan kompetitor.

Kamu perlu melihat siapa target pasar yang ingin dituju untuk menentukan harga produk. Selain itu, harga pakaian anak yang dijual juga harus sesuai dengan kualitas barangnya.

Sebab, harga sebuah produk akan berbeda dan menyesuaikan dengan siapa target pasarnya. Jika target pasarmu adalah keluarga dari kalangan ekonomi menengah ke bawah. Maka kamu bisa menjual pakaian anak dengan harga dibawah Rp 100 ribu untuk jenis pakaian kaos, celana, dan sejenisnya.

4. Mencari Tempat Potensial untuk Jualan

Mencari tempat potensial untuk jualan pakaian anak menjadi hal yang tak kalah penting. Meskipun memilih untuk jualan online, kamu juga harus menentukan platform yang tepat.

Adapun tempat potensial untuk jualan online adalah marketplace yang memang fokus pada produk fashion. Misalnya Tokopedia, Shopee, dan Zalora. Kamu juga bisa menggunakan media sosial sebagai tempat jualan.

Tentu semakin banyak platform online yang digunakan, maka semakin besar peluangmu untuk mendapat keuntungan dan mengembangkan bisnis. 

Sedangkan untuk tempat potensial jualan secara offline, kamu bisa menyewa ruko di area pertokoan yang strategis dan ramai. Biaya sewa toko di area tersebut biasanya sekitar Rp 80 juta per tahun.

Bila memungkinkan, kamu bisa menyewa ruko di area mall untuk target pasar kelas menengah ke atas atau di area pasar untuk target pasar kelas menengah ke bawah. Contohnya, biaya sewa kios di Mangga Dua sekitar Rp 5 juta per tahun.

5. Kampanye di Media Sosial

Kampanye bisnis pakaian anak di media sosial bisa dilakukan dengan berbagai cara. Oleh karena itu, sangat penting untukmu aktif di media sosial agar meningkatkan brand awareness sekaligus penjualan produk.

Adapun kampanye media sosial yang bisa kamu coba adalah membuat konten informatif dalam bentuk video singkat atau kolase foto. Jadi, kamu tidak hanya membagikan konten tentang produk yang dijual.

Salah satu contoh konten informatif adalah memberikan tips memilih bahan pakaian yang cocok untuk kulit sensitif anak, cara menentukan ukuran pakaian sesuai usia anak, dan lainnya.

Cara tersebut akan membuat akun media sosial bisnis pakaian anak milikmu lebih banyak banyak menjangkau target pasar dan dikenal masyarakat luas.

Selain itu, kamu juga dapat membuat kontes foto anak sebagai media promosi. Tentu akan banyak orang tua yang mengikuti kontes foto tersebut. Apalagi jika kamu menyediakan hadiah yang menarik bagi para pemenangnya.

6. Memberi Informasi Kontak dengan Jelas

Agar proses transaksi jual beli bisnis pakaian anak milikmu bisa lebih mudah, pastikan kamu memberi informasi kontak yang jelas. Supaya, calon konsumen bisa langsung membeli produk yang dijual.

Informasi kontak yang jelas juga akan membantumu dalam meningkatkan konversi penjualan secara online. Sangat disarankan untuk mencantumkan kontak yang bisa dihubungi  seperti nomor telepon, WhatsApp, hingga semua media sosial dan akun marketplace milik bisnismu.

7. Mengembangkan Brand Pakaian Anak Milikmu

Ketika bisnis pakaian yang kamu jalani sudah semakin dikenal luas, sebaiknya kamu mulai coba untuk mengembangkan brand sendiri. Hal ini akan membantu bisnismu agar lebih profesional dalam menjalankan bisnis pakaian anak.

Tidak hanya itu, mempunyai brand sendiri akan memudahkan kamu untuk mengembangkan bisnis yang semakin luas. Misalnya, kamu bisa membuat produk aksesoris untuk anak-anak.

Yuk, Kembangkan Bisnis Pakaian Anak Sekarang Juga!

Setelah menyimak penjelasan di atas, pasti kamu semakin yakin dan bersemangat untuk mengembangkan bisnis pakaian anak milikmu, kan? 

Jika menerapkan 7 hal yang harus dipelajari oleh pemilik bisnis pakaian anak di atas hal-hal tersebut, tentu bukan tidak mungkin bisnismu akan berkembang semakin pesat. Jadi, jangan patah semangat, ya!


Bank digital hadir untuk pelaku UKM, freelancers, dan online sellers di Indonesia. 

Urus segala keperluan bisnis dan keuangan pakai KoinWorks NEO. Kemudahan berbagai layanan seperti bebas biaya transfer antar bank dan pinjaman modal tanpa agunan untuk bisnismu hanya dengan satu aplikasi! 

Lihat juga berbagai panduan dan informasi bisnis hanya di KoinWorks.

Download aplikasi KoinWorks dan mulai kembangkan asetmu sekarang!

Langganan via Email​

Dapatkan Tips dan Berita Keuangan Gratis di Inbox Anda​