Home » Strategi Bisnis » Cara Mengatur Stok Bahan Baku dalam Bisnis Pakaian

Cara Mengatur Stok Bahan Baku dalam Bisnis Pakaian

Pakaian adalah bidang bisnis yang menarik. Sebagai pelaku, kamu tidak hanya menjual pakaian sebagai pemenuh kebutuhan pokok manusia, tetapi juga menjual ide desain atau model pakaian. Maka dari itu, penting untuk kamu mengetahui cara dalam mengatur stok bahan baku bisnis pakaian, agar tidak menghambat kelancaran usaha.

Cara Mengatur Stok Bahan Baku Bisnis Pakaian

Guna menjamin keberlanjutan bisnis pakaian, salah satu kunci utamanya ada ahli dalam hal mengatur stok bahan baku. Ketersediaan setiap bahan baku akan menunjang realisasi yang baik untuk ide model pakaian yang kamu buat. Berikut ini 6 cara mengatur stok bahan baku dalam bisnis pakaian:

1. Mengetahui Jenis Bahan Baku

Hal pertama adalah kamu harus mengetahui bahan baku apa saja yang perlu kamu sediakan untuk bisnis pakaian. Setidaknya kamu bisa mengkategorikannya ke dalam tiga kelompok berikut ini.

Kain

Kain adalah bahan baku utama bisnis pakaian. Pembelian kain umumnya dilakukan per gulung yang berisi 100 yard, jika kamu ingin mendapatkan harga yang lebih murah.

Kemudian, kamu harus membuat perencanaan kain jenis dan warna apa saja yang akan kamu gunakan. Sebagai gambaran, kemeja biasanya menggunakan kain katun. Sedangkan dress wanita belakangan ini banyak menggunakan kain scuba.

Harga kain rata-rata adalah Rp 20.000 hingga Rp 30.000 per yard, sehingga harga untuk 1 gulung kain berkisar Rp 2.000.000 hingga Rp 3.000.000.

Aksesoris

Bahan baku berikutnya adalah aksesoris pendukung pakaian, yaitu segala jenis, ukuran, dan warna resleting serta kancing. Semakin detail model pakaian yang kamu buat, maka semakin beragam pula aksesoris yang harus kamu siapkan.

Aksesoris custom

Sedangkan aksesoris custom adalah aksesoris yang harus kamu buat khusus karena berkaitan dengan brand pakaian. Misalnya, kancing khusus, label baju, dan label harga.

Modal awal untuk menyediakan aksesoris dan aksesoris custom adalah sekitar Rp 2.000.000 untuk produksi awal.

2. Gunakan Kode

Selanjutnya adalah mengatur stok bahan baku dengan menggunakan kode. Kamu wajib memberi kode untuk setiap bahan baku sesuai jenis, ukuran, dan warna.

Kamu dapat menggunakan paduan huruf dan angka sebagai kode bahan baku. Misalnya, kode untuk resleting adalah Z, jenis resleting invisible adalah 01, warna merah adalah 67, disuplai oleh Makmur Zipper disingkat MZ. Jadi kodenya adalah Z0167(MZ). 

3. Efisiensi Penyimpanan

Kamu akan menyimpan stok bahan baku di gudang atau tempat penyimpanan lainnya. Hal yang perlu kamu perhatikan adalah menyimpannya secara efisien, sehingga mudah ditemukan dan diambil ketika akan menggunakannya.

Sebaiknya, kamu menggunakan rak khusus untuk gulungan kain. Rak ini terbuat dari besi dengan sekat-sekat seukuran gulungan kain. Rak seperti ini dapat kamu pesan secara custom ke jasa pembuatan lemari.

Cara lain untuk mendapatkan rak seperti ini adalah mencarinya di e-commerce. Salah satu toko lemari custom di Tokopedia menyediakannya dengan harga Rp 1.350.000 untuk sebuah rak yang dapat menyimpan 9 gulung kain.

4. Menyusun Master Data

Langkah selanjutnya adalah menyusun master data. Kamu perlu mencatat semua barang yang masuk dan keluar dari tempat penyimpanan. Agar memudahkan untuk melakukan forecast atau perencanaan restock.

Sekarang ini telah tersedia software atau aplikasi yang dapat membantu pelaku usaha untuk mencatat data-data tentang stok bahan baku, proses produksi, keuangan, hingga pemasaran.

Apabila tertarik, kamu dapat mempertimbangkan Mekari Jurnal yang mematok biaya berlangganan mulai dari Rp 359.000 per bulan. Pilihan lain adalah Nesto dengan biaya mulai dari Rp 180.000 per bulan.

Kamu perlu memastikan bahwa software yang kamu gunakan dapat mengintegrasikan semua bagian dalam bisnis. Mulai dari stok bahan baku, produksi, keuangan, hingga pemasaran.

5. Kapasitas Kerja Penjahit

Pengaturan stok bahan baku bisnis pakaian harus menyesuaikan dengan kapasitas kerja penjahit. Hal ini perlu diperhatikan, karena ada resiko financial lost atau kerugian yang mengintai.

Misalnya, jika penjahit konveksi yang kamu miliki mampu memproduksi pakaian sejumlah 100 pieces per pekan. Maka stok bahan baku sebaiknya tidak berlebih dari kapasitas kerja penjahit.

Apabila bahan baku yang kamu sediakan terlambat dipasok ke penjahit, maka bahan tersebut akan lebih lama menumpuk di gudang. Hal ini kemungkinan akan menimbulkan cost yang tidak terencana terutama apabila kamu harus menyewa gudang.

6. Permintaan Pasar

Cara mengatur stok bahan baku bisnis pakain yang terakhir adalah mengikuti permintaan pasar atau tren. Permintaan pakaian dengan karakter bahan tertentu mungkin menjadi tren selama beberapa waktu sebelum mulai tergantikan dengan tren yang baru.

Stok bahan baku harus selalu siap. Susan Zhuang, seorang fashion designer Indonesia pernah menyampaikan bahwa warna yang akan menjadi trend pada 2022 adalah camel, biru, merah, mint, dan jingga.

Sebagai pemilik bisnis pakaian, kamu harus cukup jeli untuk membaca tren dan memprediksi permintaan pasar, sehingga bisnismu dapat terus berkelanjutan.

Yuk, Mengatur Stok Bahan Baku Bisnis Pakaian dengan Tepat!

Mengatur stok bahan baku yang baik akan menunjang keberlanjutan bisnis pakaian yang kamu bangun. Yuk, ikuti beberapa cara di atas agar stok bahan baku bisnismu selalu tersedia dengan baik dan lengkap.


Untuk para pelaku usaha kecil dan menengah, online sellers, dan freelancers. Kamu bisa lihat artikel lainnya di KoinWorks untuk dapatkan insight positif bagaimana cara berbisnis!

Nikmati kemudahan transaksi bisnis dan keuangan kamu dalam satu aplikasi hanya di KoinWorks NEO!

Lukito Wijaya

Download aplikasi KoinWorks dan mulai kembangkan asetmu sekarang!

Langganan via Email​

Dapatkan Tips dan Berita Keuangan Gratis di Inbox Anda​